Kopi Itu Sendiri Bukan Musuh, Ini yang Membuatnya Berbahaya
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Bagi pecinta kopi, ada kekhawatiran yang terus menghantui: benarkah kopi mengganggu kesehatan, apalagi bila dicampur gula? Menurut seorang dokter, yang perlu diwaspadai bukan hanya kopi bergula. Ada jenis kopi lain yang tidak disadari banyak orang, padahal bisa berbahaya bagi kesehatan.
Jenis kopi yang umum dikonsumsi antara lain kopi tubruk atau kopi hitam yang paling klasik, kopi susu seperti cappuccino dan cafe latte, kopi instan dari varian 3-in-1 sampai yang tanpa ampas, kopi decaf yang kafeinnya dikurangi, hingga kopi kekinian dengan aneka perisa, sirup, dan boba.
Baca Juga:Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Ternyata Berisiko, Ini 5 Dampaknya untuk TubuhTiga Manfaat Kopi Menurut Studi
Sebelum membahas bahayanya, ada tiga manfaat kopi yang dikelompokkan dari sejumlah studi. Pertama, kesehatan jantung. Sebuah ulasan yang terbit di Ochsner Journal pada 2023 menyimpulkan konsumsi kopi dalam jumlah sedang berkaitan dengan penurunan risiko kematian, hipertensi, gagal jantung, dan fibrilasi atrium. Hubungannya berbentuk J: konsumsi sedang bermanfaat, konsumsi berat justru berisiko.
Lalu Kenapa Kopi Bisa Jadi Tidak Sehat?
Masalahnya bukan pada kopinya, melainkan pada empat hal. Pertama, bahan tambahan. Gula tambahan segala jenis, gula pasir, gula aren, gula coklat, maupun gula batu, efeknya ke tubuh hampir sama. Selain itu ada creamer, termasuk yang berlabel nabati agar terdengar sehat, yang kerap berasal dari lemak buatan atau terhidrogenasi, meski tidak semua creamer masa kini masih memakai minyak terhidrogenasi parsial karena banyak produsen telah mereformulasi produknya. Sirup dan perisa seperti karamel dan sirup tinggi fruktosa juga perlu diwaspadai, terutama pada kopi kekinian.
Yang Terkandung dalam Kopi yang Benar
Kopi dari biji yang benar mengandung kafein yang bisa meningkatkan mood dan performa olahraga. Perlu dipahami: kafein bukan menambah energi, melainkan merangsang sistem saraf sehingga tubuh terasa lebih aktif. Ada juga asam klorogenat yang bersifat antiinflamasi dan disebut bisa menurunkan tekanan darah.
Soal tekanan darah, ada anggapan umum yang perlu diluruskan: kenaikan tekanan darah setelah minum kopi hanya bersifat sementara, terutama pada orang yang jarang minum kopi. Pada peminum kopi rutin, tekanan darah justru bisa turun karena fungsi endotelium pembuluh darah membaik. Ditambah kandungan mangan, magnesium, dan kalium, kopi dari sumber yang tepat disebut punya banyak manfaat untuk tubuh.
Kapan Waktu Minum Kopi yang Baik?
Yang dibahas bukan soal jam, melainkan timing, karena setiap orang punya ritme sirkadian yang berbeda, tergantung kebiasaan tidur, makan, dan olahraga. Ada tiga momen yang disarankan. Pertama, satu hingga dua jam setelah bangun tidur. Alasannya, saat bangun tidur kadar kortisol masih tinggi, dan kopi punya efek menaikkan kortisol. Minum kopi saat kortisol sedang tinggi-tingginya disebut bisa membuat kelenjar adrenal kewalahan. Perlu dicatat, saran ini populer di kalangan praktisi kesehatan tetapi bukti ilmiahnya masih terbatas, dan kelelahan adrenal sendiri bukan diagnosis medis yang diakui.
Kesimpulannya: kopi itu sendiri bukan musuh. Yang membuatnya berbahaya adalah gula dan bahan tambahan di dalamnya, cara pengolahan yang tidak disaring, produk instan yang ultra-proses, serta jumlah yang berlebihan. Pilih kopi yang benar, takar dengan tepat, dan minum di waktu yang tepat, maka secangkir kopi bisa menjadi kawan kesehatan, bukan lawan.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Ternyata Berisiko, Ini 5 Dampaknya untuk Tubuh

Kenapa Menabung Kini Terasa Lebih Berat dari Dulu?

Diduga Dipalak dan Dipaksa Minum Racikan Aneh, 13 Siswi SMP di Ciputat Jadi Korban Perundungan

Enam Manfaat Susu Kedelai untuk Tubuh, dari Pencernaan hingga Tulang

Rebusan Kayu Manis, Minuman Rempah Kaya Antioksidan yang Menyehatkan

Rasa Mengganjal Saat Berdiri Bisa Jadi Tanda Organ Panggul Turun
Berita Terkini
Lihat Semua
Perlambatan Ekonomi Diprediksi Lebih Tajam dan Panjang, Kenaikan Suku Bunga Kelima Membayangi

Demi Ekspansi Kecerdasan Buatan, Raksasa Teknologi Cari Dana 20 Miliar Dolar

Pujian Tulus Sang Pelatih untuk Peraih Bola Emas Jelang Laga Besar

Usulan Donor Organ Anak Dicabut Setelah Tuai Kritik Keras








