RagamArtikel

Rasa Mengganjal Saat Berdiri Bisa Jadi Tanda Organ Panggul Turun

Redaksi Intarta

Oleh

Rasa Mengganjal Saat Berdiri Bisa Jadi Tanda Organ Panggul Turun
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Rasa penuh atau seperti ada sesuatu yang mengganjal di area vagina saat berdiri atau berjalan sebaiknya tidak dianggap sepele. Keluhan tersebut dapat menjadi tanda prolaps organ panggul, kondisi yang lebih dikenal dengan sebutan turun peranakan.

Prolaps organ panggul terjadi ketika organ di dalam panggul turun ke arah vagina karena otot dan jaringan penyangga melemah. Organ yang dapat mengalami penurunan antara lain kandung kemih, rahim, dan bagian usus. Dalam kondisi normal, otot dan jaringan dasar panggul menopang organ-organ itu agar tetap berada pada posisinya.

Baca Juga:Daun Binahong, Tanaman Herbal yang Disebut Bantu Turunkan Kolesterol dan Cegah Diabetes

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala yang dirasakan setiap perempuan bisa berbeda, tergantung organ yang turun dan tingkat keparahannya. Pada tahap awal, keluhan yang muncul umumnya berupa rasa penuh atau tekanan di area vagina. Sebagian perempuan merasakan sensasi seperti ada sesuatu yang menggantung atau mengganjal ketika berdiri maupun berjalan.

dr. Astrid Yunita, Sp.OG, Subsp. Urogin.Re., dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis uroginekologi reproduksi RS Pondok Indah – Pondok Indah, menjelaskan bahwa perubahan juga bisa disadari saat membersihkan area intim dan terasa ada benjolan di dalam vagina. Pada kondisi yang lebih berat, jaringan yang turun bahkan dapat terlihat keluar dari lubang vagina.
Baca Juga:Ribuan Warga Polandia Turun ke Jalan Tuntut Pelonggaran Aturan Aborsi

Selain sensasi mengganjal, prolaps organ panggul dapat disertai rasa tidak nyaman di area panggul, gangguan berkemih, hingga kesulitan mengosongkan kandung kemih. Keluhan-keluhan itu patut menjadi alasan untuk memeriksakan diri, bukan untuk ditahan sendiri.

Apa yang Membuat Penyangga Panggul Melemah

Kekuatan otot dan jaringan dasar panggul dipengaruhi banyak faktor, di antaranya usia, perubahan hormon setelah menopause, kehamilan, persalinan, faktor genetik, riwayat operasi, serta trauma pada dasar panggul. Artinya, kondisi ini bukan semata soal satu penyebab tunggal, melainkan gabungan faktor yang berjalan seiring waktu.

Bagi pembaca di Indonesia, pemahaman ini penting karena keluhan di area intim masih sering dianggap tabu untuk diceritakan. Padahal, pemeriksaan sejak dini memberi kesempatan bagi dokter untuk memastikan kondisi dan menentukan penanganan yang sesuai dengan tingkat keparahannya, sebelum keluhan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari seperti berjalan, bekerja, atau berolahraga.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila rasa mengganjal menetap, terasa ada benjolan, berkemih terganggu, atau muncul rasa tidak nyaman di panggul yang tidak kunjung membaik. Jangan menunggu sampai jaringan terlihat keluar dari vagina. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan kondisi dan menentukan penanganan yang tepat, karena setiap perempuan memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda.

Sumber: Tribunnews

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua