Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Ternyata Berisiko, Ini 5 Dampaknya untuk Tubuh
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Jadwal yang padat kerap membuat seseorang makan dengan terburu-buru. Makanan ditelan sebelum dikunyah sempurna, lalu sendok berikutnya langsung menyusul. Tanpa sadar, sepiring makanan habis hanya dalam beberapa menit.
Kebiasaan ini bukan sekadar membuat seseorang kurang menikmati rasa makanan. Makan terlalu cepat juga bisa mendatangkan berbagai risiko bagi kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga kenaikan berat badan.
Baca Juga:Enam Manfaat Susu Kedelai untuk Tubuh, dari Pencernaan hingga TulangCiri-Ciri Orang yang Makan Terlalu Cepat
Mengutip Cleveland Clinic, orang yang makan cepat biasanya mampu menghabiskan lebih banyak makanan dalam waktu 20 menit dibanding orang yang makan perlahan. Akibatnya, perut terasa penuh dan tidak nyaman.
Ciri lainnya adalah tidak mengunyah makanan dengan baik. Padahal, mengunyah berfungsi memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil agar lebih mudah ditelan. Orang yang makan terburu-buru juga cenderung tidak memberi jeda di antara suapan, sehingga sinyal kenyang dari tubuh ke otak belum sempat diterima.
Baca Juga:Lima Makanan Sehari-hari yang Diyakini Jadi Kunci Umur PanjangAlhasil, seseorang tidak sadar bahwa dirinya sudah kenyang dan terus makan melampaui kebutuhan, hingga perut terasa kembung dan begah.
5 Dampak Makan Terlalu Cepat bagi Kesehatan
1. Gangguan pencernaan
Makan terlalu cepat bisa membuat perut kembung dan memicu penumpukan gas di saluran pencernaan, karena udara lebih mudah tertelan saat makan. Penelitian memang belum memastikan kaitan langsung kecepatan makan dengan GERD, kondisi saat asam lambung naik ke kerongkongan, tetapi rasa tidak nyaman di perut kerap menyertai kebiasaan ini.
2. Penyerapan nutrisi kurang maksimal
Kecepatan makan yang tinggi diduga mengganggu proses pemecahan makanan dan penyerapan nutrisi oleh tubuh. Bila berlangsung terus-menerus, tubuh berpotensi tidak menyerap vitamin, mineral, dan zat gizi penting dalam jumlah yang cukup.
3. Gula darah melonjak
Makan dengan cepat dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan menurunkan respons insulin, hormon pengatur gula darah. Penelitian menemukan, orang yang menghabiskan makanan kurang dari 10 menit mengalami kenaikan gula darah lebih cepat dibanding yang makan selama 20 menit, dan lonjakan biasanya terjadi dua jam setelah makan.
4. Risiko diabetes tipe 2
Karena otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang, orang yang makan cepat cenderung makan berlebihan sebelum merasa kenyang. Asupan berlebih ini dapat mendorong kenaikan kadar glukosa darah, meski hubungan langsung makan cepat dengan diabetes masih perlu penelitian lebih lanjut.
5. Berat badan naik
Respons kenyang yang lambat membuat seseorang terus makan sebelum sadar sudah kenyang. Dalam jangka panjang, asupan kalori berlebih inilah yang membuat berat badan bertambah.
Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa diperbaiki. Makanlah dengan perlahan, kunyah makanan hingga benar-benar halus, dan beri jeda di antara suapan agar tubuh sempat mengirim sinyal kenyang ke otak.
Sumber: Antara
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Enam Manfaat Susu Kedelai untuk Tubuh, dari Pencernaan hingga Tulang

Lima Makanan Sehari-hari yang Diyakini Jadi Kunci Umur Panjang

Daun Binahong, Tanaman Herbal yang Disebut Bantu Turunkan Kolesterol dan Cegah Diabetes

Rebusan Kayu Manis, Minuman Rempah Kaya Antioksidan yang Menyehatkan

Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan? Ini 6 Cara Menabung yang Masih Masuk Akal

Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Ini Sosok Ayah yang Diinginkan Alquran
Berita Terkini
Lihat Semua
Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Pengurus Ungkap Detik-detik Penggeledahan Dini Hari yang Bikin Santriwati Ketakutan

