OtomotifArtikel

Rugi Pertama Sejak 1957, Honda Tetap Genjot 15 Mobil Hybrid Baru

Redaksi Intarta

Oleh

Rugi Pertama Sejak 1957, Honda Tetap Genjot 15 Mobil Hybrid Baru
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Honda baru saja mencatatkan rapor keuangan terburuk dalam sejarahnya sebagai emiten terbuka, sekaligus memperlihatkan dua mobil yang diklaim akan jadi tulang punggung masa depannya. Dalam laporan keuangan tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, Honda membukukan kerugian operasional sebesar 414,3 miliar yen atau sekitar 2,6 miliar dolar AS, kerugian operasional tahunan pertama sejak Honda melantai di bursa tahun 1957.

Penyebab utama kerugian ini bukan bisnis mobil konvensional Honda, melainkan beban dari program kendaraan listrik yang sudah dibatalkan, dengan nilai kerugian terkait mencapai 1,58 triliun yen atau sekitar 10 miliar dolar AS, ditambah dampak tarif impor. Jika beban satu kali ini dikeluarkan dari perhitungan, bisnis inti Honda sebenarnya masih mencetak laba operasional sekitar 1,04 triliun yen. Artinya fondasi bisnis lamanya masih sehat, hanya saja ongkos pindah haluan dari kendaraan listrik ke hybrid yang membuat neraca tahun ini merah.

Baca Juga:Honda Bakal Jual Pikap Buatan Mitsubishi di ASEAN Mulai 2028

Dua Prototipe Pembuka Era Hybrid Baru

Di sela kabar keuangan itu, Honda memamerkan Honda Hybrid Sedan Prototype berdampingan dengan Acura Hybrid SUV Prototype dalam sebuah briefing bisnis global. Keduanya menjadi wajah pertama dari rencana besar menghadirkan 15 model hybrid baru untuk Honda dan Acura hingga tahun 2030, dengan porsi terbesar akan dijual di pasar Amerika Utara.

CEO global Honda, Toshihiro Mibe, menegaskan arah baru perusahaan lewat pernyataan resminya. Ia menyebut Honda telah membuat kemajuan konsisten dalam pengembangan teknologi hybrid, dan meyakini teknologi itu akan tetap jadi kunci menjawab tantangan lingkungan ke depan. Pernyataan ini sekaligus jadi sinyal bahwa Honda menarik lebih banyak sumber daya dari program kendaraan listrik yang sempat digadang-gadang, ke arah hybrid yang selama ini jadi kekuatan tradisional mereka.

Baca Juga:Kerugian Perang Membengkak Hingga Ratusan Triliun, Beban Anggaran Militer Kian Berat

Teknologi Baru, Efisiensi Naik dan Biaya Turun

Kedua prototipe ini memakai sistem hybrid dua motor generasi baru sekaligus platform baru, dipadukan unit penggerak listrik semua roda. Honda mengklaim kombinasi ini bisa mendongkrak efisiensi bahan bakar lebih dari 10 persen dibanding sistem hybrid mereka saat ini, sekaligus memangkas biaya produksi sistem hybrid hingga 30 persen. Jika benar terealisasi, kombinasi itu bisa membuat harga jual mobil hybrid Honda lebih bersaing.

Berdasarkan keterangan Honda, sistem hybrid generasi baru ini mulai dipasarkan bertahap sejak 2027, sementara model hybrid berukuran lebih besar setingkat D-segment, sekelas Honda Pilot atau Acura MDX, direncanakan menyusul sekitar 2029. Honda juga disebut tengah menyiapkan sejumlah pabriknya di Amerika Utara agar mampu memproduksi model hybrid, mengantisipasi permintaan kendaraan hemat bahan bakar yang diperkirakan terus naik.

Sedan yang Bisa Jadi Wajah Accord atau Civic Berikutnya

Soal dapur pacu detail, Honda masih tutup mulut. Yang bisa dilihat publik baru siluet luarnya: prototipe sedan tampil dengan bodi meruncing bergaya fastback, pelek besar berbalut ban tipis, dan kemiringan kaca depan yang mengingatkan pada Civic atau Integra.

Nama sedan pada prototipe ini bukan tanpa alasan. Bila Honda benar-benar mewujudkan rencana ini ke produksi massal, prototipe tersebut kemungkinan besar menjadi gambaran awal wajah baru Honda Accord atau Civic generasi berikutnya, dua model yang selama ini jadi andalan penjualan Honda di segmen sedan.

Kabar ini juga muncul di tengah spekulasi lama soal kemungkinan merger Honda dengan Nissan. Rencana penggabungan itu sempat mencuat akhir 2024, namun negosiasinya buyar Februari 2025 setelah kedua pihak gagal sepakat soal struktur kepemilikan. Belakangan, sejumlah laporan menyebut kedua perusahaan, bersama Mitsubishi Motors, kembali menjajaki kemungkinan kerja sama, meski hingga kini belum ada kepastian resmi.

Rencana menghadirkan 15 model hybrid baru sekaligus menunjukkan besarnya taruhan yang diambil Honda. Di satu sisi, ini investasi besar yang perlu dana besar pula di tengah kondisi keuangan yang sedang tertekan. Di sisi lain, permintaan kendaraan hybrid memang terus tumbuh seiring pembeli generasi baru yang makin sadar efisiensi, sehingga langkah ini bisa dibaca sebagai upaya membaca arah pasar sekaligus jalan keluar dari tekanan finansial yang sedang dihadapi.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua