TeknologiArtikel

Satelit Cermin Penerang Malam Kantongi Izin, Ilmuwan Khawatir Polusi Cahaya

Redaksi Intarta

Oleh

Satelit Cermin Penerang Malam Kantongi Izin, Ilmuwan Khawatir Polusi Cahaya
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Sebuah startup asal California, Reflect Orbital, baru saja mendapat lampu hijau dari Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat untuk meluncurkan satelit demonstrasi pertamanya, sebuah cermin raksasa di luar angkasa yang dirancang untuk memantulkan cahaya Matahari ke permukaan Bumi pada malam hari. Izin ini menjadi langkah awal dari rencana jauh lebih besar: membangun jaringan puluhan ribu satelit serupa dalam satu dekade ke depan.

Cermin Raksasa Bernama Eärendil-1

Baca Juga:India Luncurkan Satelit NVS-03, Perkuat Alternatif GPS Buatan Sendiri

Satelit uji coba itu diberi nama Eärendil-1, membawa cermin reflektif berukuran sekitar 18 meter yang berfungsi memantulkan sinar Matahari ke titik tertentu di Bumi. Peluncurannya ditargetkan berlangsung pada akhir tahun ini, dan hasilnya akan menentukan apakah teknologi ini layak dikembangkan dalam skala yang jauh lebih besar.

Skala besar yang dimaksud memang tidak main-main: Reflect Orbital menargetkan mengoperasikan sedikitnya 50.000 satelit cermin di orbit rendah Bumi pada 2035. Posisi orbit rendah dipilih karena jaraknya yang relatif dekat dengan Bumi dibanding orbit-orbit lain, sehingga pantulan cahayanya bisa lebih terkonsentrasi dan terarah ke titik tertentu di permukaan.

Pendiri sekaligus CEO Reflect Orbital, Ben Nowack, menyebut izin ini merupakan langkah pertama untuk menguji secara menyeluruh efektivitas teknologi perusahaan serta sistem pengamanan yang telah dikembangkan.

Baca Juga:Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Janji Manfaat: Dari Pencarian Korban Hingga Panel Surya

Reflect Orbital mengklaim teknologinya bisa dimanfaatkan di berbagai sektor begitu cahaya Matahari tidak lagi terikat pada lokasi maupun waktu tertentu. Tim pencarian dan penyelamatan berpotensi menemukan korban hilang lebih cepat, jalanan kota bisa lebih terang dan aman tanpa tambahan emisi karbon, dan proyek konstruksi bisa dikerjakan lebih cepat karena pekerja dapat beroperasi dengan aman sepanjang malam.

Konstelasi satelit ini juga dapat meningkatkan produktivitas pembangkit listrik tenaga surya di Bumi. Dengan tambahan pasokan cahaya pada jam-jam tertentu, panel surya berpotensi menghasilkan lebih banyak listrik, yang pada gilirannya bisa mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi berbasis bahan bakar fosil.

Kekhawatiran Ilmuwan: Polusi Cahaya Jenis Baru

Di sisi lain, rencana ambisius ini menuai kekhawatiran dari kalangan ilmuwan. Konstelasi satelit dalam jumlah besar sebenarnya sudah lama jadi perdebatan karena dinilai mengubah tampilan langit malam dan berisiko mencemari atmosfer ketika ribuan satelit memasuki kembali atmosfer Bumi di akhir masa operasinya. Proyek Reflect Orbital menambah satu lapis kekhawatiran baru: potensi polusi cahaya yang bisa mengganggu manusia sekaligus ekosistem di sekitarnya.

Astronom John Barentine menyebut sinar yang dipantulkan satelit-satelit ini sangat terang, empat kali lebih terang dibandingkan cahaya bulan purnama, dan perusahaan akan mengoperasikan banyak satelit dalam satu formasi. Hal itu akan berdampak pada satwa liar di area yang terkena pencahayaan langsung, dan juga pada wilayah di sekitarnya melalui penyebaran cahaya di atmosfer.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Reflect Orbital menyebut telah merancang tiga lapis sistem pengamanan: cahaya pantulan dibatasi hanya menyasar area tertentu, sistem bisa dimatikan dengan cepat kapan saja, dan perusahaan berupaya menghindari area sensitif seperti observatorium penelitian atau habitat satwa yang dilindungi. Perusahaan juga menegaskan intensitas cahaya yang dipantulkan tidak cukup kuat untuk memicu kebakaran atau membahayakan mata, bahkan jika diamati lewat teleskop.

Satu hal yang mudah terlewat: izin yang baru didapat Reflect Orbital masih berstatus izin uji coba satu satelit demonstrasi, bukan izin operasional untuk puluhan ribu satelit yang mereka rencanakan pada 2035. Jalan menuju konstelasi skala penuh masih panjang, dan baik klaim manfaat maupun klaim sistem keamanan yang dipaparkan di atas seluruhnya berasal dari perusahaan sendiri dan belum melalui verifikasi pihak independen.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua