Suka Rasa Pahit? Penelitian Ungkap Kaitannya dengan Sifat Antisosial
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Selera makanan seseorang ternyata bukan cuma soal lidah. Sejumlah penelitian menemukan kaitan antara kecenderungan menyukai rasa pahit dengan ciri kepribadian yang condong ke arah antisosial, bahkan psikopat.
Salah satu riset yang jadi rujukan datang dari peneliti University of Innsbruck. Mereka melibatkan 935 responden, menanyakan preferensi mereka terhadap makanan dan minuman manis, asam, asin, dan pahit, sekaligus meminta responden mengisi empat survei kepribadian berbeda yang mengukur ciri-ciri antisosial: psikopati, narsisme, agresi, dan sadisme.
Baca Juga:Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Ternyata Berisiko, Ini 5 Dampaknya untuk TubuhHasilnya, semakin seseorang menikmati rasa pahit, semakin tinggi pula kecenderungan sadisnya. Secara khusus, sadisme dalam keseharian, bukan sadisme ekstrem, melainkan kesenangan kecil melihat orang lain kesulitan, berkorelasi positif secara signifikan dengan kesukaan terhadap rasa pahit secara umum.
Bukan temuan pertama
Temuan ini bukan yang pertama. Penelitian lain oleh Sagioglou dan Greitemeyer juga menunjukkan pola serupa: preferensi rasa pahit berkorelasi dengan sifat kejam. Makanan dan minuman yang masuk kategori pahit dalam penelitian itu termasuk kopi, lobak, bir, air tonik, dan seledri.
Baca Juga:Enam Manfaat Susu Kedelai untuk Tubuh, dari Pencernaan hingga TulangDibanding rasa lain, pahit disebut paling mampu membongkar sisi psikopat dalam diri seseorang. Kedua peneliti ini juga mencatat fenomena supertasting, kepekaan berlebih terhadap rasa pahit, yang berkaitan dengan tingkat emosi yang lebih tinggi pada manusia, pola yang juga ditemukan pada tikus percobaan. Sebaliknya, orang yang cenderung ramah biasanya lebih menyukai makanan manis seperti permen dan cokelat, dan kurang suka rasa pahit.
Tetapi sebelum buru-buru menghakimi penggemar kopi pahit atau bir sebagai psikopat, ada baiknya dipahami dulu apa sebenarnya istilah psikopat itu. Label ini sering dilekatkan pada orang yang kejam, bahkan sampai tega membunuh.
Padahal, psikopat sendiri bukanlah diagnosis resmi dalam dunia kesehatan mental. Menurut Eric Patterson, konselor berlisensi yang berpraktik di Cabot, Pennsylvania, banyak kesalahpahaman beredar soal istilah ini, termasuk penggunaan kata psiko sebagai olok-olok yang berkonotasi negatif.
Dalam dunia psikiatri, ciri-ciri yang biasa disebut psikopati sebenarnya masuk dalam kategori gangguan kepribadian antisosial atau Antisocial Personality Disorder (ASPD).
Lima tanda ASPD yang dikenali secara klinis
Mengutip Psych Central, ada beberapa pola perilaku yang kerap muncul pada ASPD.
Menariknya, sebuah penelitian tahun 2018 menemukan bahwa orang dengan psikopati sebenarnya punya kemampuan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, hanya saja mereka tidak terampil menggunakannya, sehingga tetap tampak tidak peduli pada orang di sekitarnya.
Perlu dicatat, korelasi antara selera makanan dan sifat kepribadian dalam penelitian-penelitian ini sifatnya statistik, bukan alat diagnosis. Menyukai kopi pahit atau bir tentu tidak otomatis membuat seseorang punya gangguan kepribadian antisosial. Begitu pula sebaliknya, kesukaan pada makanan manis bukan jaminan seseorang bebas dari sifat tersebut.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Ternyata Berisiko, Ini 5 Dampaknya untuk Tubuh

Enam Manfaat Susu Kedelai untuk Tubuh, dari Pencernaan hingga Tulang

Makan Gratis di Sekolah Ternyata Bikin Anak Makin Rajin Hadir

Pelajaran Pahit dari Negosiasi Dagang: Terlalu Bergantung pada Satu Mitra Saja

Rebusan Kayu Manis, Minuman Rempah Kaya Antioksidan yang Menyehatkan

Menganggur Lebih dari Setahun, Peluang Kerja Justru Makin Menyempit
Berita Terkini
Lihat Semua
Kronologi Peretasan Terbesar: Dana Rp114 Triliun Raib dalam Sekejap

PKB Kaji Serius Opsi Hak Angket Usai Putusan soal Surat Ijazah

Pemimpin Tertinggi Bersumpah Balas Setiap Serangan dengan Tanggapan Tanpa Batas

Iming-Iming Bonus Rp620 Juta, 58 Korban Dijerat Modus Tentara Bayaran


