TeknologiArtikel

Telepon Tengah Malam yang Mengeratkan Presiden dan Bos Nvidia

Redaksi Intarta

Oleh

Telepon Tengah Malam yang Mengeratkan Presiden dan Bos Nvidia
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Hubungan antara penguasa politik dan raksasa teknologi global kini semakin cair. CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini mengungkap kedekatan hubungannya dengan Presiden Donald Trump, yang kerap menghubunginya langsung pada tengah malam untuk mendiskusikan berbagai isu strategis nasional.

Percakapan larut malam itu bukan sekadar obrolan biasa. Menurut Huang, topik yang dibahas selalu berkisar pada penguatan industri domestik, penciptaan lapangan kerja, keamanan nasional, hingga ambisi memenangkan persaingan teknologi global. “Dia menelepon saya di tengah malam dan ingin berbicara tentang salah satu topik itu,” ujar Huang dalam wawancara bersama Associated Press, seperti dikutip dari Fortune, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga:Dukungan Penuh untuk Bos Raksasa Chip di Tengah Laporan Plot Spionase

Berawal dari Makan Malam

Hubungan intensif kedua tokoh ini bermula tahun lalu. Saat itu Huang sedang berada di Florida untuk menerima penghargaan Edison Achievement Award atas kontribusinya dalam pengembangan kecerdasan buatan. Trump kemudian mengundangnya makan malam di Mar-a-Lago, resor sekaligus kediaman pribadi Trump di Florida.

Huang memenuhi undangan itu bersama istrinya, Lori. Pertemuan pertama tersebut langsung meninggalkan kesan kuat bagi bos perusahaan chip bernilai miliaran dolar itu, yang menilai Trump sebagai sosok karismatik dengan ketertarikan besar pada perkembangan industri. Sejak itu komunikasi keduanya berlanjut ke tingkat yang lebih intens. Trump bahkan beberapa kali melibatkan Huang dalam agenda penting, termasuk mengajaknya dalam kunjungan luar negeri. Dalam laporan terbaru, Trump bahkan meminta pesawat kepresidenan Air Force One untuk menjemput Huang di Alaska saat dalam perjalanan menuju kunjungan kenegaraan ke China.

Baca Juga:Gugatan Baru Menyeret Perusahaan AI Usai Kematian Seorang Pengguna

Kritik dari Senat

Langkah merangkul bos Nvidia ini tidak lepas dari sorotan tajam di dalam negeri. Kedekatan itu memicu kritik dari kubu oposisi, salah satunya Senator dari Partai Demokrat, Elizabeth Warren.

Warren mempertanyakan prioritas Huang yang dinilai menghindari sidang komite Senat, namun memiliki waktu menghadiri jamuan makan malam eksklusif di Mar-a-Lago. Acara makan malam di kediaman Trump itu diklaim kritikus memiliki nilai penggalangan dana fantastis, mencapai US$1 juta atau sekitar Rp16,4 miliar per kursi. Hingga kini pihak panitia maupun perwakilan Trump belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rincian angka tersebut.

Posisi Nvidia di Tengah Persaingan Global

Nvidia saat ini berada di posisi krusial dalam geopolitik global. Sebagai produsen utama chip dan kartu grafis (GPU) yang menjadi otak teknologi kecerdasan buatan modern, kebijakan Nvidia sangat memengaruhi peta persaingan teknologi antara Barat dan Asia, khususnya China.

Bagi pemerintahnya, mengamankan kendali atas teknologi Nvidia adalah bagian dari strategi keamanan nasional demi mencegah kebocoran teknologi mutakhir ke negara rival. Menanggapi dinamika politik yang menyeret namanya, Jensen Huang bersikap pragmatis. Ia menegaskan dukungannya didasarkan pada kepentingan nasional negara, bukan pada figur politik tertentu. “Kita mungkin berbeda dalam pandangan politik, tetapi kita harus ingin dia (Presiden) berhasil. Sebab ketika Presiden Trump berhasil, negara kita juga berhasil,” pungkas Huang.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua