Terkini
PolitikBerita

Dukung KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU, Gus Ipul: Tak Terbukti, Kami Seret ke Pengadilan

W

Oleh Redaksi Intarta

Kamis, 22 Okt 2026 11:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU, Gus Ipul: Tak Terbukti, Kami Seret ke Pengadilan
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

JAKARTA — Menteri Sosial sekaligus Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menegaskan dukungannya agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan politik uang dalam penyelenggaraan Muktamar NU.

Gus Ipul mengaku mencermati laporan sejumlah pengurus cabang NU ke KPK terkait dugaan tersebut, termasuk adanya pengembalian uang yang ditengarai berasal dari hasil korupsi.

"Saya mencermati ya, laporan-laporan dari beberapa ketua cabang, beberapa pengurus cabang ke KPK, terkait dengan isu Muktamar, yang mana di sana ada laporan dari pengurus cabang ke KPK," kata Gus Ipul kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

"Bahkan ada yang mengembalikan uang yang ditengarai dari hasil korupsi," tambahnya.

"Saya ingin menegaskan bahwa kita mendukung penegakan hukum oleh KPK, kita mendukung KPK mengusut tuntas, ya, sebagaimana yang diisukan dan dilaporkan," kata Gus Ipul.

Ancam Seret Pelapor ke Pengadilan

Namun di sisi lain, Gus Ipul memberi peringatan keras: jika laporan tersebut terbukti tidak benar, ia akan menempuh jalur hukum terhadap para pengurus cabang yang melapor.

"Namun demikian, jika nanti tidak terbukti, ya, apa yang dilaporkan itu, kami akan menyeret pengurus cabang Nahdlatul Ulama yang melaporkan ke KPK itu, akan menyeret ke pengadilan," pungkasnya.

Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menyambangi Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (7/10/2026). Sementara itu, PCNU Nias menyerahkan uang sebesar Rp250 juta ke KPK yang diduga berkaitan dengan Muktamar NU.

Sumber: SINDOnews

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua