Kampus Keagamaan Cetak Prestasi Gemilang di Olimpiade Sains dan Riset
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
YOGYAKARTA - INTARTA.com - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Oase PTKIN) ke-III Tahun 2026 resmi ditutup pada Jumat malam, 6 November 2026, dengan tuan rumah UIN Sunan Kalijaga keluar sebagai Juara Umum.
Mengusung tema “Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi”, babak final yang berlangsung pada 3–7 November 2026 mempertemukan 497 finalis dari 54 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di seluruh Indonesia. Mereka berkompetisi secara sportif pada 18 cabang perlombaan yang mencakup keilmuan agama, sains, hingga riset dan inovasi teknologi.
Baca Juga:Olah Limbah Jadi Produk Inovatif, Mahasiswa Sabet Dua Medali Perak di PIMNASAcara ini dibuka secara resmi pada Rabu, 4 November, oleh Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar, bersama Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Suyitno.
Apresiasi untuk Generasi Emas 2045
Dalam malam puncak penganugerahan yang digelar di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Prof Sahiron, menyampaikan apresiasi mendalam atas suksesnya penyelenggaraan ajang ini.
Baca Juga:Gubernur Usulkan Kuota Khusus Alumni Pesantren untuk Jadi Prajurit TNIMenurutnya, Oase merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi penerus menuju visi Indonesia Emas 2045. “Untuk memasuki Indonesia Emas, syaratnya cuma dua. Pertama, bangsa Indonesia menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, kita harus menjadi masyarakat yang beragama dan penuh maslahat,” ujar Prof Sahiron di hadapan ribuan peserta.
Prof Sahiron juga mendorong para mahasiswa memanfaatkan berbagai program pengembangan kapasitas dari Diktis, seperti Prima Magang yang tahun ini menggandeng 80 perusahaan, serta Akademi Kepemimpinan Nasional Mahasiswa (Akminas).
Imbauan untuk Para Juara
Dalam kesempatan yang sama, Prof Sahiron memberikan imbauan khusus kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi yang hadir agar memberikan apresiasi nyata bagi para pemenang, baik berupa beasiswa maupun pembebasan uang kuliah, disesuaikan dengan regulasi dan anggaran masing-masing kampus.
“Kami memohon agar adik-adik yang berprestasi dan mendapat juara ini diperhatikan,” kata dia. “Kami di Kementerian Agama juga akan memikirkan pembinaan lebih lanjut bagi para juara nasional ini,” tambahnya yang disambut riuh tepuk tangan mahasiswa.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Noorhaidi Hasan, mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan menjadikan kampusnya sebagai tuan rumah. Menurutnya, Oase memiliki makna filosofis yang mendalam karena mempertemukan mahasiswa berbakat yang menampilkan kemampuan nalar, berinovasi, hingga mempresentasikan gagasan sebagai langkah awal penemuan sains dan teknologi.
Ajang ini membuktikan bahwa perguruan tinggi keagamaan tidak hanya mencetak lulusan yang hebat dalam bidang keagamaan, tetapi juga tangguh dan mampu bersaing secara global di ranah sains dan teknologi.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Prof Abdur Rozaki, yang memuji daya juang, sportivitas, serta ikatan persaudaraan yang terbangun antar-mahasiswa selama acara berlangsung.
Prestasi ini menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Kampus-kampus keagamaan yang selama ini dikenal kuat di bidang ilmu agama kini menunjukkan taringnya di bidang sains dan riset, membuka jalan bagi mahasiswanya untuk bersaing di tingkat global sekaligus berkontribusi pada pembangunan bangsa. Pembinaan berkelanjutan bagi para juara, termasuk dukungan beasiswa dan program magang, akan menentukan apakah momentum ini berlanjut menjadi prestasi yang lebih besar di masa depan.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Olah Limbah Jadi Produk Inovatif, Mahasiswa Sabet Dua Medali Perak di PIMNAS

Gubernur Usulkan Kuota Khusus Alumni Pesantren untuk Jadi Prajurit TNI

Bukan Sekadar Liburan: Empat Jalan Menenangkan Hati yang Diajarkan Agama

Sekolah Kosong Saat Banjir Lahar, Guru Tetap Hadir dan Belajar Beralih Daring

AI Kini Membangun AI: Laporan Baru Ungkap Percepatan yang Bikin Peneliti Cemas

Misi Bangkit demi Tiga Poin dan Persaingan di Papan Atas
Berita Terkini
Lihat Semua
Raksasa AI Bersiap Melantai di Bursa di Tengah Gelombang Penolakan Publik

AI Kini Membangun AI: Laporan Baru Ungkap Percepatan yang Bikin Peneliti Cemas

Hasil Pemilu Terbelah Tipis, Perebutan Kursi Pemerintahan Masih Terbuka

Kejuaraan Hoki Es Dunia Terancam Batal, Tuan Rumah Upayakan Solusi Diplomasi


