Olah Limbah Jadi Produk Inovatif, Mahasiswa Sabet Dua Medali Perak di PIMNAS
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
SEMARANG - INTARTA.com - Universitas Sumatera Utara (USU) meraih dua medali perak pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, pada 2–7 November 2026.
Dua medali itu diraih dua tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), masing-masing pada kategori poster dan presentasi, dan menjadi bukti kontribusi mahasiswa USU dalam menghasilkan gagasan kreatif serta inovasi yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di masyarakat.
Baca Juga:Jokowi Tegaskan Tak Ada Mahasiswa Lain Bernama Sama di Fakultas KehutananTim SPICEFILM meraih Juara 2 kategori Poster pada skema PKM Riset Eksakta (PKM-RE) melalui penelitian berjudul "Pengembangan Edible Film Kitosan Nanofiber Selulosa Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Ekstrak Kulit Rambutan sebagai Kemasan Aktif Cabai Merah Pascabanjir". Inovasi ini mengembangkan kemasan pangan ramah lingkungan berbasis pemanfaatan limbah lokal untuk membantu mempertahankan kualitas cabai merah, khususnya dalam kondisi penyimpanan dengan kelembapan tinggi pascabanjir.
Tim memanfaatkan kitosan dari cangkang udang, nanofiber selulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS), serta ekstrak kulit rambutan. Kombinasi bahan tersebut menghasilkan edible film yang berpotensi menjadi pelindung pangan sekaligus mengubah limbah menjadi produk bernilai guna.
Gelas Ramah Lingkungan dari Limbah Durian
Tim DurioFoam meraih Juara 2 kategori Presentasi pada skema PKM Kewirausahaan (PKM-K) dengan judul "Duriofoam: Biofoam Berbasis Biji dan Kulit Durian (Durio Zibethinus) dalam Pembuatan Eco-Friendly Cup". Inovasi ini mengubah limbah kulit dan biji durian menjadi wadah minuman ramah lingkungan, berangkat dari persoalan meningkatnya limbah durian dan penggunaan wadah sekali pakai yang sulit terurai.
Apresiasi Pimpinan Universitas
Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua tim. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja keras, dedikasi, serta kolaborasi antara mahasiswa, dosen pendamping, dan universitas dalam membangun ekosistem akademik yang mendorong kreativitas dan inovasi.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa USU memiliki potensi dan daya saing untuk berkompetisi di tingkat nasional. Kami berharap pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi universitas, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan penelitian dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya pembinaan mahasiswa secara berkelanjutan, mulai dari pengembangan gagasan, pelaksanaan penelitian, hingga kemampuan mengomunikasikan hasil inovasi secara ilmiah.
"Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan dan pendampingan yang berkesinambungan. Kami berharap mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetisi, tetapi juga mampu memastikan bahwa gagasan dan inovasi yang dikembangkan dapat terus ditindaklanjuti," ungkapnya.
Direktur Kemahasiswaan dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, juga menyampaikan apresiasi dan menilai prestasi tersebut sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membawa nama baik USU.
420 Tim dari 100 Perguruan Tinggi
PIMNAS ke-39 Tahun 2026 mempertemukan 420 tim dari 100 perguruan tinggi di Indonesia. Mengusung tema "Mewujudkan Indonesia Maju, Berkelanjutan, dan Bermartabat melalui Inovasi Mahasiswa yang Adaptif dan Berdampak", kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian, pengembangan teknologi, serta berbagai gagasan inovatif.
Inovasi kedua tim USU berakar pada persoalan nyata di daerahnya: limbah tandan kosong kelapa sawit dan kulit durian yang melimpah, serta cabai merah yang mudah rusak setelah banjir. Bila dikembangkan lebih jauh, kemasan edible film dan gelas biofoam ini berpotensi membantu petani dan pelaku usaha kecil menekan susut panen serta mengurangi sampah plastik sekali pakai.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Jokowi Tegaskan Tak Ada Mahasiswa Lain Bernama Sama di Fakultas Kehutanan

Guru Besar Desak Aturan Penyadapan Dituangkan dalam Undang-Undang

Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label, Belasan Ton Disita

Beras Bergizi Palsu Terbongkar, Pemerintah Siapkan Penarikan dari Pasar

Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan di Sidang, dari SD hingga Fakultas Kehutanan

Akses Dagang Bebas Bea Dicabut, Ribuan Produk Kehilangan Keistimewaan
Berita Terkini
Lihat Semua
Raksasa AI Bersiap Melantai di Bursa di Tengah Gelombang Penolakan Publik

AI Kini Membangun AI: Laporan Baru Ungkap Percepatan yang Bikin Peneliti Cemas

Hasil Pemilu Terbelah Tipis, Perebutan Kursi Pemerintahan Masih Terbuka

Kejuaraan Hoki Es Dunia Terancam Batal, Tuan Rumah Upayakan Solusi Diplomasi


