Media Asing Soroti Pengerahan Puluhan Ribu Tentara usai Tiga Jenderal Ditangkap
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
JAKARTA - INTARTA.com - Pengerahan 20.980 tentara ke ibu kota menjadi sorotan media asing, di tengah penyelidikan dugaan penyadapan ilegal yang menargetkan Presiden Prabowo Subianto dan berujung pada penangkapan tiga jenderal senior kepolisian.
Istana: Penyadapan Bisa Dikategorikan Makar
Skandal ini semakin menjadi sorotan setelah Istana Kepresidenan menyatakan bahwa dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo dapat dikategorikan sebagai tindakan yang mengarah pada makar atau pengkhianatan negara. Informasi sensitif yang bisa diakses melalui komunikasi seorang kepala negara dinilai berpotensi membahayakan negara dan kepemimpinan nasional.
Salah satu tokoh yang terseret adalah Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang sebelumnya menjabat Kepala Polisi RI sejak Januari 2021. Presiden Prabowo langsung memberhentikannya dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan pada Rabu. Dugaan penyadapan itu disebut tidak hanya menyasar presiden, tetapi juga sejumlah pejabat kabinet, politisi, jurnalis, pemimpin organisasi masyarakat sipil, hingga eksekutif perusahaan.
Baca Juga:Motif Penyadapan Masih Misteri, Pemerintah Menunggu Hasil Penyidikan PolisiPengerahan Bertahap, Ribuan Personel Disiagakan
Pihak berwenang belum memastikan apakah pengerahan pasukan berkaitan langsung dengan penyelidikan kasus penyadapan. Tahap pertama dimulai pada Senin dengan melibatkan 2.100 personel dari satuan-satuan militer yang sudah berada di ibu kota. Pasukan dari luar daerah dijadwalkan mulai tiba pada Rabu, sehingga total personel yang terlibat mencapai 20.980 orang.
Informasi itu disampaikan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya Yayan Sofiyan. Pengerahan tambahan mencakup personel Korps Marinir dan satuan TNI AL, termasuk dari pusat-pusat pendidikan dan pangkalan Angkatan Laut di Pulau Jawa serta Provinsi Lampung. Sebanyak 13.140 personel tambahan juga disiagakan dan siap dikerahkan apabila diperlukan.
Bagi masyarakat, pengerahan puluhan ribu tentara di ibu kota menimbulkan dua rasa sekaligus: rasa aman karena negara menunjukkan kesigapan menjaga stabilitas, dan rasa cemas karena skalanya yang luar biasa. Wajar bila warga bertanya-tanya, apakah pengerahan ini murni langkah pengamanan, atau ada situasi yang lebih serius di baliknya.
Yang jelas, kombinasi antara dugaan penyadapan terhadap kepala negara, penangkapan tiga jenderal polisi, dan pengerahan ribuan tentara telah menjadi ujian besar bagi pemerintahan. Transparansi penjelasan dari pihak berwenang akan sangat menentukan, apakah publik merasa tenang atau justru semakin bertanya-tanya. Perkembangan penyelidikan berikutnya, termasuk siapa saja yang akan dimintai pertanggungjawaban, patut terus diikuti.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Dugaan Penyadapan Berujung Tersangka, Aktivis Soroti Motif Politik di Baliknya

Motif Penyadapan Masih Misteri, Pemerintah Menunggu Hasil Penyidikan Polisi

Sekjen Gerindra Sebut Penyadapan Terhadap Presiden Bentuk Pembangkangan

Menteri Sebut Ada Indikasi Makar di Balik Dugaan Penyadapan Presiden

Presiden Prihatin Disadap, Mantan Kapolri Dicopot dari Jabatan Istana

KDM Apresiasi Polri Tangani Penyadapan, Minta Hukum Berlaku Sama untuk Semua
Berita Terkini
Lihat Semua
Penghasilan Naik Turun, Keuangan Tetap Teratur dengan Rumus Tiga Kotak

Deportasi Turun Hampir Seperlima, Kepulangan Sukarela Justru Meningkat

Bareskrim Periksa Bonatua Silalahi soal Suket Pendidikan Gibran, Bawa Dua Buku Penelitian

Nama Baik Tercemar, Jokowi: 34 Juta Orang Percaya Tuduhan Ijazah Palsu


