Negara Tetangga Gelar Simulasi Gempa Dahsyat dan Tsunami
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
SANTA ANA - INTARTA.com - Pemerintah Filipina, tetangga dekat Indonesia, menggelar simulasi berskala besar menghadapi gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 8,5 dan tsunami, Kamis (5/11/2026). Simulasi utama digelar di Santa Ana, Cagayan.
Kantor Pertahanan Sipil Filipina (Office of Civil Defense/OCD) menyatakan latihan tersebut melibatkan petugas tanggap darurat, pemerintah daerah, serta masyarakat. Skenario latihan menggambarkan gempa bumi yang dipicu pergerakan di sepanjang East Luzon Trough, dengan pusat gempa berada sekitar 180 kilometer tenggara wilayah pesisir tersebut.
Baca Juga:Pasukan Multinasional Gelar Latihan Perdana demi Keamanan Pasca-Gencatan SenjataLatihan ini menjadi bagian dari Fourth Quarter Nationwide Simultaneous Earthquake Drill (NSED), simulasi gempa bumi serentak nasional kuartal IV. Tujuannya mengukur kesiapan lembaga pemerintah, petugas darurat, dan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi besar serta tsunami.
Yang Diuji: Dari Peringatan Dini hingga Penanganan Korban
OCD menyebut simulasi akan menguji penerapan Rencana Kontingensi Gempa Bumi dan Tsunami Santa Ana serta Rencana Tanggap Darurat Regional yang disusun Dewan Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Regional Cagayan Valley.
Baca Juga:Curah Hujan Meningkat, Ribuan Keluarga Terdampak Banjir dan Angin KencangSejumlah kemampuan yang diuji mencakup aktivasi sistem peringatan dini, evakuasi masyarakat, komunikasi darurat, operasi pencarian dan penyelamatan, serta penanganan korban massal. Selain itu, latihan mencakup pengelolaan kamp pengungsian dan warga yang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya, operasi pencarian dan penyelamatan di air, serta penanganan korban meninggal dan orang hilang.
Simulasi juga menguji kesiapan menghadapi berbagai ancaman lain, termasuk bahaya kimia, biologis, radiologis, dan nuklir, serta tumpahan minyak. OCD memimpin latihan tersebut dengan berkoordinasi bersama berbagai lembaga yang tergabung dalam Dewan Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nasional Filipina serta pemerintah daerah.
Dimulai Pukul 08.00, Prosedur Duck, Cover and Hold
Latihan nasional dijadwalkan dimulai pukul 08.00 waktu setempat. Upacara penekanan tombol pada pukul 09.00 menjadi tanda dimulainya prosedur nasional "Duck, Cover and Hold" atau berlindung dengan merunduk, menutup kepala, dan berpegangan, yang dilanjutkan dengan latihan evakuasi serta simulasi berskala besar. Latihan serupa juga digelar di sejumlah wilayah lain di Filipina di bawah pengawasan kantor regional OCD.
33 Negara Minta Warganya Siapkan Bekal Darurat
Sebelumnya, puluhan negara dunia memang kini meminta warganya menyiapkan sejumlah bekal dalam keadaan darurat. Total ada 33 negara yang meminta warganya menyiapkan makanan, air, hingga obat-obatan. Hal ini terkait keadaan perang, cuaca ekstrem, serta ancaman keamanan siber yang bisa terjadi kapan saja.
Rata-rata negara meminta warga bersiap stok darurat untuk tiga hari, namun ada pula yang lebih dari itu, hingga 10 hari. Di Eropa, negara-negara tersebut antara lain Inggris Raya, Irlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Estonia, Latvia, Lituania, Polandia, Republik Ceko, Austria, Swiss, dan Kroasia. Di Asia, antara lain Jepang, Taiwan, Israel, India, Filipina, dan Singapura.
Ini bukan isu baru. Komisi Eropa sudah meluncurkan "Strategi Serikat Kesiapsiagaan" sejak Maret 2025, sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dan konflik geopolitik serta ancaman bencana alam akibat perubahan iklim. Meski saran jangka waktu perbekalan berbeda-beda, panduan isi perlengkapan darurat relatif konsisten: persediaan makanan, air, obat-obatan, baterai, senter, dan radio yang tidak mudah rusak.
Bagi masyarakat Indonesia, latihan di negara tetangga ini menjadi pengingat bahwa kawasan kita berada di jalur rawan gempa dan tsunami. Kesiapsiagaan tidak bisa menunggu bencana datang: kenali jalur evakuasi di lingkungan masing-masing, siapkan tas darurat berisi air, makanan, obat-obatan, dan dokumen penting, serta biasakan prosedur berlindung saat gempa. Latihan yang terlihat berlebihan hari ini bisa menjadi penyelamat nyawa saat bencana benar-benar terjadi.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Pasukan Multinasional Gelar Latihan Perdana demi Keamanan Pasca-Gencatan Senjata

Curah Hujan Meningkat, Ribuan Keluarga Terdampak Banjir dan Angin Kencang

Pakar Kebencanaan Ingatkan Warga Siaga Penuh Hadapi Puncak Musim Hujan

Janji Dagang Besar Diuji Ambisi Kemitraan yang Belum Terpenuhi

Siaga Cuaca Ekstrem dan Banjir Bandang Memasuki Musim Hujan

Ketika Sebuah Garis Memisahkan Masyarakat Adat yang Sudah Menyatu Berabad-abad
Berita Terkini
Lihat Semua
Penghasilan Naik Turun, Keuangan Tetap Teratur dengan Rumus Tiga Kotak

Deportasi Turun Hampir Seperlima, Kepulangan Sukarela Justru Meningkat

Bareskrim Periksa Bonatua Silalahi soal Suket Pendidikan Gibran, Bawa Dua Buku Penelitian

Nama Baik Tercemar, Jokowi: 34 Juta Orang Percaya Tuduhan Ijazah Palsu


