Pasukan Multinasional Gelar Latihan Perdana demi Keamanan Pasca-Gencatan Senjata
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
NOWA DEBA - INTARTA.com - Sekitar 2.800 prajurit dari 10 negara akan menggelar latihan perdana pasukan multinasional di wilayah tenggara Polandia pada 9 hingga 22 November, untuk menguji kesiapan sebuah kekuatan gabungan yang dirancang membantu Ukraina setelah gencatan senjata tercapai.
Kekuatan yang disebut Multinational Force-Ukraine ini dipimpin Prancis dan Inggris. Kekuatan tersebut sudah dibentuk sejak 2025 dan memiliki markas operasional di Paris, tetapi bukan operasi NATO dan hampir tidak melibatkan Amerika Serikat. Tugasnya bukan menyerang, melainkan mendukung angkatan bersenjata Ukraina, menjaga keamanan langit Ukraina, dan membuka kembali aktivitas ekonomi di Laut Hitam begitu pertempuran berhenti.
Baca Juga:Dimediasi Melania Trump, Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata di Kota OleshkyBukan Misi Serangan, Fokusnya Dukungan dan Pemulihan
Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menegaskan latihan ini membuktikan kekuatan tersebut nyata dan siap bergerak begitu permusuhan berakhir. Jenderal Prancis Armel Dirou, yang akan memimpin latihan bersama Letnan Jenderal Inggris Tom Bateman, menyebut latihan dengan sandi Koalicja atau Koalisi ini sebagai tonggak penting yang menunjukkan kemampuan pengerahan cepat begitu gencatan senjata disepakati.
Bateman menekankan kekuatan ini bukan misi penjaga perdamaian dan bukan pula misi pemantau gencatan senjata. Tujuannya memberi rasa aman, membantu memulihkan kemampuan angkatan bersenjata Ukraina, serta memperkuat daya cegah terhadap kemungkinan agresi di masa depan. Dirou pun menegaskan latihan ini bukan unjuk kekuatan.
Baca Juga:Serangan Mematikan Hancurkan Harapan Damai Usai Gencatan Senjata Terpanjang BerakhirKontingen terbesar datang dari Prancis dengan 1.100 prajurit, disusul Inggris dengan 300 prajurit. Negara lain yang terlibat adalah Belgia, Estonia, Jerman, Lituania, Belanda, Polandia, Spanyol, dan Swedia. Latihan darat dan udara dipusatkan di sekitar kota Nowa Deba, sekitar 100 kilometer di sebelah barat perbatasan Ukraina, sementara simulasi maritim dipimpin Turki dari Istanbul untuk menguji kesiapan operasi pembersihan ranjau di Laut Hitam, tanpa melibatkan pasukan Turki dalam latihan darat di Polandia.
Latihan yang Diawasi Ketat dan Langkah Berikutnya
Yang diuji dalam latihan ini adalah hal-hal praktis yang sering menjadi hambatan kerja sama antarnegara: kecepatan pengerahan di darat, laut, dan udara, pengaturan koordinasi, pergerakan personel, peralatan, dan pasokan, serta kemampuan berbagai komponen militer menyatu sebagai satu kekuatan. Peralatan yang dipakai pun dibatasi pada perlengkapan ringan seperti drone, untuk latihan antidrone dan bela diri, tanpa tank dan tanpa persenjataan berat.
Skala dan durasi latihan ini diperkirakan akan diawasi ketat oleh Moskow, yang sejauh ini dinilai belum menunjukkan keinginan kuat untuk berdamai, sementara perang sudah berlangsung lebih lama dari Perang Dunia I dan mendekati tonggak lima tahun tanpa terobosan menentukan dari kedua pihak. Justru karena itu, kejelasan mandat menjadi penting: latihan ini menguji kesiapan setelah perang usai, bukan pengerahan ke medan perang yang masih menyala.
Bagi pembaca di Indonesia, perkembangan semacam ini patut diikuti bukan hanya sebagai kabar jauh dari Eropa. Ketegangan berkepanjangan di kawasan itu selama ini ikut memengaruhi harga energi dan pangan dunia serta kelancaran rantai pasok, yang pada akhirnya terasa sampai ke dapur rumah tangga. Setiap langkah yang memperjelas jalan menuju gencatan senjata yang dapat dipertahankan, termasuk kesiapan pasukan pendukungnya, berarti satu ketidakpastian global berkurang. Langkah berikutnya yang dinanti adalah hasil latihan pada akhir November dan apakah kesiapan yang diuji itu benar-benar mempercepat tercapainya kesepakatan damai, bukan sekadar menambah ketegangan baru.
Sumber: France 24
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Dimediasi Melania Trump, Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata di Kota Oleshky

Serangan Mematikan Hancurkan Harapan Damai Usai Gencatan Senjata Terpanjang Berakhir

Peringatan Serangan Palsu Mengguncang Aplikasi Siaga, Warga Diminta Tetap Tenang

Setelah Dua Dekade Menjaga Perdamaian, Ribuan Pasukan Mulai Ditarik Pulang

Tank dan Meriam Disiagakan, Ketegangan di Perbatasan Kembali Memanas

Pengaduan Resmi Dilayangkan ke PBB atas Serangan Drone Mematikan
Berita Terkini
Lihat Semua
Serangan Mematikan Hancurkan Harapan Damai Usai Gencatan Senjata Terpanjang Berakhir

Akses Dagang Bebas Bea Dicabut, Ribuan Produk Kehilangan Keistimewaan

Perlambatan Ekonomi Diprediksi Lebih Tajam dan Panjang, Kenaikan Suku Bunga Kelima Membayangi

Demi Ekspansi Kecerdasan Buatan, Raksasa Teknologi Cari Dana 20 Miliar Dolar








