InternasionalBerita

Serangan Mematikan Hancurkan Harapan Damai Usai Gencatan Senjata Terpanjang Berakhir

Redaksi Intarta

Oleh

Serangan Mematikan Hancurkan Harapan Damai Usai Gencatan Senjata Terpanjang Berakhir
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

KOMYSHUVAKHA - INTARTA.com - Serangan beruntun ke sebuah desa di wilayah selatan menewaskan sedikitnya 26 orang, termasuk warga yang sedang mengumpulkan bantuan kemanusiaan di sebuah sekolah, petugas penyelamat, dan polisi. Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah gencatan senjata setempat berakhir, memupus harapan rapuh akan kemajuan menuju perdamaian.

Menurut keterangan pejabat setempat, serangan pertama menghantam tepat ketika warga tiba untuk mengambil bantuan yang dibagikan setiap pekan. Serangan susulan kemudian menghantam tempat perlindungan di lokasi yang sama. Di antara korban tewas terdapat dua petugas penyelamat dan empat polisi. Layanan darurat menyebut dua penyelamat yang gugur itu berusia 44 tahun, Denys Konovalenko dan Oleksy Sushchevsky, yang setiap hari bertugas membantu warga dalam kondisi berbahaya.

Baca Juga:Dimediasi Melania Trump, Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata di Kota Oleshky

Rekaman yang dibagikan layanan darurat memperlihatkan gedung sekolah itu tinggal puing-puing yang masih berasap, sementara tim penyelamat bekerja di tengah reruntuhan. Presiden Volodymyr Zelensky dalam pidato hariannya mengatakan serangan pertama datang ketika warga baru saja tiba, disusul serangan kedua yang menyasar tempat perlindungan.

Gencatan Senjata yang Sempat Memberi Harapan

Gencatan senjata yang baru berakhir itu disebut sebagai jeda terpanjang sejak perang pecah pada 2022. Jeda tersebut dimediasi untuk memungkinkan misi kemanusiaan ke kota yang dikuasai pihak lawan, dan selama jeda itu tidak ada pelanggaran yang dilaporkan kedua pihak. Misi itu memungkinkan evakuasi warga ke wilayah yang dikuasai pemerintah maupun ke wilayah yang dianeksasi.

Baca Juga:Pengaduan Resmi Dilayangkan ke PBB atas Serangan Drone Mematikan

Namun, setelah jeda berakhir pada Minggu, tawaran untuk memperpanjangnya dikabarkan ditolak. Militer menuduh pihak lawan memanfaatkan jeda untuk memperkuat posisi, sementara juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut praktik semacam itu normal dalam situasi seperti ini dan menilai misi kemanusiaan tersebut berhasil berkat kerja sama semua pihak, termasuk komisaris hak asasi manusia Yana Lantratova yang mengawasi gencatan senjata bersama mitranya, Dmytro Lubinets.

Perundingan yang Kembali Dipertaruhkan

Zelensky menilai sempat ada momen ketika langkah berikutnya bisa menunjukkan kemajuan menuju perdamaian, tetapi serangan-serangan itu justru mengirim sinyal sebaliknya dan harus mendapat respons. Perang yang sudah memasuki tahun kelima ini telah menewaskan ratusan ribu orang dan membuat jutaan orang mengungsi, dan serangan-serangan terbaru menunjukkan betapa rapuhnya setiap jeda pertempuran.

Perang yang berlarut-larut ini juga terasa jauh dari medan tempur, termasuk bagi rumah tangga di Indonesia, karena guncangan pada pasokan pangan dan energi dunia kerap merembet ke harga kebutuhan sehari-hari dan ketidakpastian ekonomi global. Setiap kali harapan damai runtuh, ketidakpastian itu kembali memanjang, dan warga sipil yang mengantre bantuanlah yang pertama menanggung akibatnya.

Di sisi lain, kedua pihak juga saling menuduh melakukan peretasan terhadap aplikasi peringatan darurat pada malam setelah gencatan senjata berakhir. Pihak satu menyebut sistem peringatan serangan udara mereka disusupi sehingga peringatan palsu tentang ancaman radiasi terkirim ke jutaan orang, sementara pihak lain menyebut aplikasi kementerian keadaan daruratnya ikut diretas. Pembicaraan yang dipimpin Amerika Serikat dijadwalkan berlanjut pada 10 dan 11 November di Abu Dhabi, menurut utusan khusus Steve Witkoff, di tengah kekhawatiran sekutu bahwa proses damai itu kian berpihak pada satu sisi.

Sumber: France 24

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua