Penertiban Bendera Berujung Maut, Satu Warga Tewas Tertembak
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
PIDIE - INTARTA.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, berubah mencekam pada Rabu (4/11) setelah aparat TNI membubarkan massa yang tengah merayakan maulid. Seorang warga tewas tertembak dan belasan lainnya luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Insiden bermula ketika warga menaikkan bendera bulan bintang di musala tempat perayaan maulid berlangsung. Aparat yang datang untuk menurunkan bendera itu dihadang warga yang menjaga pekarangan musala agar personel tidak masuk.
Baca Juga:Enam Orang Jadi Tersangka Setelah Massa Menyerbu Markas Polisi dan Melepaskan TembakanMenurut kesaksian warga bernama Amran yang berada di lokasi, tembakan aparat tidak lagi diarahkan ke udara, melainkan ke arah kerumunan warga yang mengadang.
"Cukup jelas tembakan itu diarahkan ke kami, ada banyak korban luka-luka akibat kena tembak dan ada yang meninggal," kata Amran.
Korban yang tertembak sempat dilarikan ke RSUD Tgk Abdullah Syafii di Mutiara Timur, Pidie. Satu warga, Abzalul Rizal (20), meninggal dunia. Enam korban luka lainnya, yakni Basri (46), Muhammad (48), Musliadi (40), Darul Kamal (52), Juanda (62), dan Mutia (38), masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Baca Juga:Utang Rp1 Juta Berujung Maut, Tiga Orang Jadi TersangkaTNI: Penertiban Bertahap, Diawali Tembakan Peringatan
Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono membenarkan insiden itu dan menjelaskan versi TNI AD.
Menurut Donny, sebelum penertiban, aparat TNI dan Polri telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan. Namun upaya itu belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya.
TNI AD juga menyebut situasi meningkat ketika terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel, serta sejumlah orang terlihat membawa senjata tajam. Personel disebut telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa dengan perlengkapan pengendalian huru-hara. Karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan bertahap dengan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet.
Setelah massa membubarkan diri, personel menurunkan bendera bulan bintang di lokasi kegiatan. Penertiban itu disebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Korban dan Kondisi Terkini
TNI AD mencatat 14 warga menjadi korban dalam penertiban tersebut: satu orang meninggal dunia dan 13 orang luka-luka. Selain itu, enam personel TNI mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Korban meninggal diketahui bernama Abzalul Rizal, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah telah dimakamkan pada Kamis (5/11) pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru.
TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih.
Hingga Kamis (5/11) pukul 04.30 WIB, situasi keamanan di Desa Pulo Keunari secara umum telah kondusif. Personel TNI tetap melaksanakan pemantauan dan koordinasi dengan aparat terkait guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Peristiwa ini menyisakan pekerjaan rumah besar bagi semua pihak. Bagi warga di sekitar lokasi, rasa aman menggelar perayaan keagamaan menjadi taruhannya, sementara aparat dituntut menjelaskan secara terbuka bagaimana tembakan yang disebut sebagai peringatan bisa merenggut nyawa. Investigasi yang transparan dan akuntabel menjadi langkah berikutnya yang paling ditunggu, agar kejadian serupa tidak terulang di perayaan-perayaan berikutnya dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat tetap terjaga.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Enam Orang Jadi Tersangka Setelah Massa Menyerbu Markas Polisi dan Melepaskan Tembakan

Utang Rp1 Juta Berujung Maut, Tiga Orang Jadi Tersangka

Serangan Mematikan Hancurkan Harapan Damai Usai Gencatan Senjata Terpanjang Berakhir

Korban Serangan ke Pusat Bantuan Bertambah, Puluhan Orang Masih Tertimbun Reruntuhan

Gubernur Dukung Pengerahan Prajurit, Tegaskan Soal Kewenangan Pusat

Gedung Tiga Lantai Ambruk di Tengah Pasar Padat, Dua Orang Tewas
Berita Terkini
Lihat Semua
Gaji Selalu Habis untuk Keluarga? Cara Realistis Menabung bagi Generasi Terjepit

Gedung Tiga Lantai Ambruk di Tengah Pasar Padat, Dua Orang Tewas

Nabung dari Sisa Gaji Saja Tidak Akan Membawa ke 100 Juta Pertama

Tabungan Darurat Dulu, Investasi Kemudian: Fondasi Keuangan yang Sering Dilompati


