OlahragaBerita

Russell Murka di Radio Usai Lap Tercepatnya Digagalkan Hujan

Redaksi

Oleh

Russell Murka di Radio Usai Lap Tercepatnya Digagalkan Hujan
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi)

Reading Comfort

SÃO PAULO - INTARTA.com - George Russell meluapkan kekesalannya melalui radio tim setelah Mercedes memintanya membatalkan putaran tercepatnya di sesi kualifikasi yang diguyur hujan, Sabtu. Pebalap Inggris itu akhirnya hanya menjadi yang tercepat kedua, terpaut 0,204 detik dari Lando Norris yang merebut pole position untuk McLaren.

Russell sebenarnya sudah membawa penalti turun lima posisi di grid start akibat pergantian mesin, tetapi ia tetap bertekad menutup sesi sebagai yang tercepat. Harapan itu pupus ketika ia diminta mengendurkan laju setelah terjebak di belakang Alex Albon dari Williams, lalu hujan yang semakin deras menutup peluang siapa pun memperbaiki catatan waktu.

Baca Juga:Gol Madueke dan Gyokeres Bawa Arsenal Unggul 2-0 di Babak Pertama

"Kawan, kau menyuruhku mengendur! Apa-apaan ini?" teriak Russell melalui radio begitu menyadari kesempatannya habis. "P2. Aku tidak mau P2. Aku mau P1."

Keputusan 50-50 di Pit Wall

Prinsipal tim Toto Wolff mengakui keputusan membatalkan putaran itu adalah pilihan yang sulit. "Saya rasa itu tidak akan cukup untuk pole, tetapi ia membalap dengan sempurna sepanjang sesi dan pantas berada di pole," kata Wolff. "Ia memang pantas, tetapi keputusan seperti itu tidak bisa ditebak. Lima puluh persen benar atau salah."

Baca Juga:Dua Assist Harry Kane Antar Kemenangan Tipis 2-1 dan Kokohkan Puncak Klasemen

Russell sendiri yakin putaran yang dibatalkan itu adalah putaran pole. "Itu jelas putaran pole," kata pebalap 28 tahun itu. "Kesalahan penilaian dari pihak kami. Kami harus memahami apa yang terjadi, karena jelas hujan akan datang dan kami seharusnya menyelesaikan putaran itu."

Data dari tim menunjukkan Russell sempat unggul 18 milidetik atas Norris pada tahap itu, sebelum kehilangan waktu di belakang Albon. Bos McLaren Andrea Stella pun mengakui Russell kemungkinan mobil tercepat di fase ketiga kualifikasi, dan putaran keduanya dengan ban intermediate sempat setara — bahkan lebih cepat — dari waktu pole.

Modal Bagus untuk Balapan

Meski kecewa, Russell tetap membawa modal penting ke balapan hari Minggu: rasa percaya diri di lintasan basah yang sudah lama tidak ia rasakan. "Aku merasa lebih percaya diri di lintasan basah daripada di lintasan kering, aku sendiri tidak begitu mengerti kenapa," ujarnya. "Aku merasa lebih menjadi diriku sendiri... sayangnya ketika momen itu penting, kami tidak mengeksekusinya."

Ia akan start dari posisi ketujuh, sementara rekan setimnya Kimi Antonelli — yang sudah memastikan gelar juara dunia di balapan sebelumnya — akan start tepat di samping Norris. Russell sendiri kini berada di posisi keempat dalam perebutan runner-up klasemen, setelah mengawali musim sebagai salah satu favorit juara.

Kenangan manis juga menyertainya: kemenangan pertama Russell di Formula 1 diraih di sirkuit yang sama pada 2022. Hujan yang diperkirakan masih akan turun pada balapan hari ini membuka peluang baginya untuk merangsek ke depan — terlebih Lewis Hamilton dan Max Verstappen harus start dari baris belakang.

Penggemar balap di Indonesia yang mengikuti akhir pekan ini akan menyaksikan balapan yang sulit ditebak: kualifikasi sempat tertunda lebih dari satu jam akibat hujan deras, dan kondisi lintasan yang berubah-ubah membuat strategi ban serta waktu pit menjadi penentu. Untuk Russell, misi hari ini jelas — mengubah kekecewaan kemarin menjadi poin besar demi Mercedes, yang masih berpeluang mengunci gelar konstruktor.

Sumber: CNA

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…