OtomotifArtikel

Beli Mobil Listrik Bekas? Begini Proses dan Biaya Inspeksinya Sebelum Transaksi

Redaksi Intarta

Oleh

Beli Mobil Listrik Bekas? Begini Proses dan Biaya Inspeksinya Sebelum Transaksi
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Pasar mobil listrik bekas kian ramai, dan inspeksi sebelum transaksi menjadi langkah krusial agar pembeli tidak salah pilih unit. Kabar baiknya, proses pemeriksaan mobil listrik bekas ternyata jauh lebih sederhana dibandingkan mobil bermesin konvensional.

Pemeriksaan Berpusat pada Baterai

Baca Juga:SUV Listrik Mitsubishi ASX VR-e Meluncur Bulan Depan, Diklaim Tercepat di Australia
Sundoro Edi Pranoto, pemilik jasa pemeriksaan independen Inspector Mobil, mengungkapkan bahwa perbedaan utama terletak pada minimnya komponen mekanis kompleks pada kendaraan listrik. Pemeriksaan mobil listrik lebih banyak mengandalkan sistem pemindaian elektronik.

"Mobil listrik justru tidak terlalu detail secara mekanis. Sistemnya lebih ke arah elektronik, jadi metode utamanya tinggal di-scan saja," ujar Sundoro. Pemindaian ini bertujuan membaca kesehatan sistem kendaraan secara menyeluruh, terutama kondisi baterai dan modul elektronik utama.

Karena tidak memiliki mesin berbahan bakar bensin, inspektor tidak perlu memeriksa komponen rumit seperti oli mesin, busi, radiator, atau transmisi kompleks. Pemeriksaan langsung diarahkan pada kesehatan baterai atau state of health, komponen paling vital sekaligus termahal pada sebuah mobil listrik. Melalui alat pemindai khusus, tingkat degradasi baterai dapat diketahui secara akurat sebelum transaksi dilakukan.

Baca Juga:Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Bodi dan Kaki-Kaki Tetap Diperiksa

Meski sistem kelistrikan mendominasi pengecekan, pemeriksaan fisik konvensional tidak boleh dilewatkan. Sundoro menjelaskan bahwa pengecekan bodi dan area kaki-kaki atau suspensi tetap dilakukan secara ketat.

Langkah ini penting untuk memastikan mobil tidak pernah mengalami kecelakaan besar yang merusak struktur sasis. Kerusakan struktural pada area bawah mobil berpotensi membahayakan kompartemen baterai yang biasanya diletakkan di bawah lantai kendaraan.

Biaya Inspeksi per Segmen

Permintaan inspeksi kendaraan listrik bekas dilaporkan meningkat signifikan sejak 2024, seiring bertambahnya populasi kendaraan ramah lingkungan. Beberapa model yang paling sering masuk daftar pemeriksaan antara lain Wuling Air ev, BYD M6, hingga BYD Seal.

Soal biaya, konsumen tidak perlu merogoh kocek lebih dalam. Tarif jasa inspeksi mobil listrik disamakan dengan mobil konvensional, tergantung segmen dan ukuran kendaraan. Untuk kelas LCGC atau mobil kecil dikenakan tarif sekitar Rp350 ribu, kelas medium Rp400 ribu, sedangkan kategori mobil besar berkisar antara Rp450 ribu hingga Rp550 ribu.

Dengan biaya yang terjangkau, pemeriksaan ini sangat disarankan agar calon pembeli terhindar dari risiko kerugian besar akibat kerusakan baterai di kemudian hari.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua