GadgetArtikel

Jangan Buru-buru Beli HP Baru, 6 Komponen Ini Masih Bisa Diperbaiki

Redaksi Intarta

Oleh

Jangan Buru-buru Beli HP Baru, 6 Komponen Ini Masih Bisa Diperbaiki
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Ketika layar pecah atau baterai cepat habis, banyak orang langsung berpikir membeli ponsel baru. Padahal harga flagship kini rutin melampaui seribu dolar, setara puluhan juta rupiah, sementara sebagian besar kerusakan komponen bisa diperbaiki dengan biaya yang jauh lebih ringan. Menunda perbaikan justru bisa membuat masalah kecil merembet ke komponen lain.

Baterai, Masalah Paling Umum

Baca Juga:Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Baterai lithium-ion yang dipakai hampir semua ponsel modern mulai kehilangan kapasitas setelah sekitar 500 siklus pengisian. Bila ponsel kini hanya bertahan setengah hari, kemungkinan besar baterainya sudah aus. Penggantiannya relatif mudah dan murah: di pasar internasional biayanya berkisar 60 hingga 220 dolar, atau sekitar Rp960 ribu hingga Rp3,5 juta, dengan harga lokal yang bisa berbeda menurut merek dan tempat servis.

Satu tanda wajib diwaspadai: bila bagian belakang ponsel membengkak atau terasa sangat panas, baterai mungkin mengembang dan berpotensi menyebabkan kebakaran. Segera bawa ke teknisi profesional dan jangan coba membongkar sendiri.

Port Charger, Cek Debu Dulu

Baca Juga:Jenuh Menatap Layar, Anak Muda Beramai-ramai Pindah ke Ponsel Jadul

Ponsel yang tak mau mengisi daya belum tentu baterainya rusak. Port charger yang kotor atau lembap bisa menghalangi koneksi kabel, dengan gejala kabel sering putus sambung atau pengisian tak berjalan meski adaptor mendukung fast charging. Sebelum mengganti port, coba bersihkan dengan semprotan udara bertekanan dan hindari benda tajam seperti tusuk gigi yang bisa merusak pin di dalam port. Bila memang harus diganti, biayanya di pasar luar negeri berkisar 40 hingga 150 dolar, sekitar Rp640 ribu hingga Rp2,4 juta. Sebagian model punya port yang disolder ke papan sirkuit sehingga pekerjaannya lebih rumit dan sebaiknya ditangani ahli.

Layar Pecah Lebih dari Sekadar Kosmetik

Layar adalah komponen yang paling sering rusak akibat jatuh. Retakan tak hanya merusak penampilan, tetapi juga mengganggu respons sentuhan, berpotensi melukai tangan dari pecahan kaca yang mengelupas, dan bisa merembet ke kamera depan di balik kaca. Biaya penggantian layar di pasar internasional rata-rata sekitar 200 dolar atau setara Rp3,2 juta. Perbaikan mandiri dengan kit daring berisiko merusak komponen lain, sehingga servis resmi atau bengkel tepercaya tetap pilihan paling aman.

Kamera Bisa Diganti Per Modul

Kamera ponsel modern sangat kompleks, dengan tiga lensa atau lebih plus giroskop untuk stabilisasi. Saat hasil foto mendadak buram atau autofokus tak berfungsi, modul kamera bisa diganti terpisah tanpa membeli ponsel baru. Kamera belakang di pasar luar negeri berkisar 90 hingga 250 dolar, sekitar Rp1,4 juta hingga Rp4 juta, dengan model terbaru di kisaran atas. Kamera depan relatif lebih sederhana dengan biaya sekitar 70 hingga 200 dolar, sekitar Rp1,1 juta hingga Rp3,2 juta. Sebelum mengganti, coba dulu perbarui sistem operasi dan aplikasi kamera, lalu restart ponsel.

Papan Sirkuit dan Slot SIM

Papan sirkuit cetak (PCB) adalah tulang punggung ponsel. Bila ponsel sering mati mendadak atau panas berlebihan padahal baterai dan port normal, PCB bisa jadi sumbernya. Berbeda dengan kamera yang diganti utuh, kerusakan PCB umumnya diperbaiki per komponen, misalnya mengganti chip Wi-Fi saja tanpa mengganti seluruh papan. Biayanya berkisar 60 hingga 200 dolar, sekitar Rp960 ribu hingga Rp3,2 juta, dan bisa membengkak bila beberapa chip harus diganti. Diagnosa PCB butuh peralatan khusus sehingga sangat tidak disarankan dikerjakan sendiri.

Untuk slot SIM fisik, jangan buru-buru menyalahkan perangkat: coba kartu SIM lain dulu, karena kartu SIM yang gagal jauh lebih sering terjadi daripada kerusakan slot. Bila memang slotnya bermasalah, perbaikannya melibatkan penggantian modul slot atau konektor internal.

Kapan ke Service Center?

Penggantian baterai dan pembersihan port termasuk yang paling bisa dicoba sendiri bila ada petunjuk jelas dan peralatan tepat. Untuk layar, kamera, dan papan sirkuit, risiko merusak komponen lain terlalu besar, dan perbaikan sendiri biasanya membatalkan garansi resmi. Pertimbangkan juga usia ponsel: bila total biaya perbaikan sudah mendekati harga ponsel baru kelas menengah, mengganti unit mungkin lebih masuk akal.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua