Kamera Lebih Terang dan Editing AI, Flagship Baru Bidik Kreator Konten
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Dengan aperture f/1.4, editing AI langsung di perangkat, dan harga mulai Rp24,4 juta, flagship terbaru ini memposisikan diri sebagai alat kerja kreator, bukan sekadar ponsel premium. Samsung Galaxy S26 Ultra disebut telah tersedia dengan membawa fokus pada kamera, kecerdasan buatan, dan produktivitas mobile, menyasar pengguna kelas atas, terutama kreator konten, pelaku usaha digital, dan profesional yang membutuhkan perangkat untuk produksi visual harian.
Varian 12GB/256GB dijual mulai Rp24.499.000, varian 12GB/512GB dibanderol Rp27.499.000, sedangkan model tertinggi 16GB/1TB dipasarkan Rp31.999.000. Kehadiran perangkat ini memperlihatkan arah persaingan smartphone premium yang semakin bergeser: produsen tidak lagi hanya menawarkan desain dan performa cepat, tetapi juga kamera, pemrosesan AI, daya tahan baterai, keamanan layar, dan fitur kerja mobile.
Baca Juga:Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan BesarKamera Jadi Andalan
Sektor kamera menjadi salah satu pembaruan yang paling ditonjolkan. Kamera utama Galaxy S26 Ultra memakai aperture f/1.4, meningkat dari f/1.7 pada Galaxy S25 Ultra. Bukaan lensa yang lebih besar ini diklaim mampu menangkap cahaya 47 persen lebih banyak. Aperture adalah ukuran bukaan lensa kamera: semakin kecil angka f, semakin besar cahaya yang masuk ke sensor. Bagi pengguna umum, efeknya bisa terasa saat mengambil foto atau video di tempat minim cahaya, seperti konser, acara malam, restoran, atau jalanan kota pada malam hari.
Samsung juga menyematkan fitur horizontal lock untuk membantu video tetap lurus dan stabil meski ponsel dimiringkan atau diputar hingga 360 derajat. Fitur ini relevan bagi kreator yang sering membuat video transisi, vlog perjalanan, dokumentasi acara, atau konten dari tengah keramaian tanpa membawa gimbal.
Baca Juga:Duel HONOR WIN 2 vs WIN Pad: Smartphone atau Tablet, Mana Jagoan Gaming?Di balik pemrosesan gambar, Galaxy S26 Ultra mengandalkan AI ISP dan ProVisual Engine. AI ISP berfungsi mengenali elemen visual seperti warna, tekstur, dan pencahayaan agar hasil foto terlihat lebih natural. Sementara ProVisual Engine membantu mengurangi noise dan menjaga ketajaman gambar, terutama pada kondisi cahaya yang menantang.
Editing dan Performa di Perangkat
Selain pengambilan gambar, Samsung memperkuat proses penyuntingan langsung di perangkat. Tersedia fitur berbasis AI seperti Generative Edit dan Photo Assist yang memungkinkan pengguna menghapus objek, memperbaiki latar, atau memanipulasi elemen visual melalui aplikasi bawaan. Bagi kreator konten, fitur seperti ini dapat memangkas alur kerja: foto produk, konten media sosial, atau materi promosi sederhana bisa diproses langsung dari ponsel tanpa selalu berpindah ke laptop atau aplikasi editing profesional.
Namun, fitur AI tetap perlu digunakan secara bijak. Untuk kebutuhan jurnalistik, dokumentasi resmi, atau konten komersial yang menuntut akurasi visual, penyuntingan berbasis AI sebaiknya diberi batas jelas agar tidak menyesatkan audiens.
Galaxy S26 Ultra dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, yang disebut membawa peningkatan CPU 19 persen, NPU 39 persen, dan GPU 24 persen. NPU berperan dalam memproses fitur kecerdasan buatan langsung di perangkat. Dengan spesifikasi tersebut, perangkat ini diarahkan untuk penggunaan berat, contohnya merekam video resolusi tinggi, mengedit konten, multitasking, bermain gim, hingga menjalankan fitur AI secara langsung di ponsel.
Samsung juga membekali perangkat ini dengan Super-Fast Charging 3.0 yang diklaim mampu mengisi daya hingga 75 persen dalam 30 menit. Ada pula fitur Privacy Display yang dirancang membatasi sudut pandang layar dari sisi samping agar isi layar tidak mudah dilihat orang lain. Fitur keamanan layar seperti ini dapat berguna bagi pengguna yang sering bekerja di ruang publik, misalnya saat membuka dokumen, pesan kerja, materi bisnis, atau aplikasi keuangan di kafe, bandara, dan transportasi umum.
Harga Premium dan Siapa yang Cocok
Dengan harga mulai Rp24,4 juta, Galaxy S26 Ultra jelas bukan perangkat untuk semua orang. Ponsel ini lebih cocok untuk pengguna yang benar-benar membutuhkan kamera kuat, performa tinggi, kapasitas penyimpanan besar, dan fitur produktivitas yang menunjang pekerjaan. Untuk pengguna yang hanya membutuhkan ponsel untuk komunikasi, media sosial ringan, dan hiburan, harga tersebut mungkin terlalu tinggi. Namun bagi kreator, pelaku UMKM digital, videografer mobile, atau profesional yang rutin membuat konten, perangkat seperti ini bisa masuk dalam kategori alat kerja.
Di segmen premium, perangkat ini kemungkinan tetap dibandingkan dengan iPhone generasi terbaru, terutama oleh pengguna yang menimbang ekosistem, kamera, dan fitur video. Namun keputusan membeli sebaiknya tidak hanya didasarkan pada merek, melainkan pada kebutuhan harian, alur kerja, dan anggaran.
Kehadiran smartphone flagship seperti Galaxy S26 Ultra punya arti lebih luas bagi ekonomi digital. Banyak kreator dan pelaku UMKM kini mengandalkan ponsel sebagai alat utama untuk membuat foto produk, video promosi, live streaming, hingga konten pendek di media sosial. Jika kualitas kamera dan editing ponsel semakin baik, biaya produksi bisa ditekan. Pelaku usaha kecil tidak selalu perlu membeli kamera profesional, menyewa studio, atau memakai perangkat editing mahal untuk membuat materi promosi yang layak tampil.
Dampaknya juga bisa terasa pada ekosistem pendukung, seperti kebutuhan internet cepat, penyimpanan cloud, aksesori kreator, layanan editing, hingga pelatihan konten digital. Dalam konteks ini, ponsel premium tidak hanya dipakai sebagai simbol gaya hidup, tetapi juga dapat menjadi alat produksi bagi sebagian pelaku ekonomi kreatif. Meski begitu, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan nyata: ukuran perangkat yang besar, harga tinggi, dan daya tahan baterai dalam penggunaan berat perlu diperhatikan sebelum membeli. Galaxy S26 Ultra menggambarkan arah baru persaingan smartphone premium: bukan lagi sekadar siapa yang memiliki spesifikasi tertinggi, tetapi siapa yang paling membantu pengguna bekerja lebih cepat, merekam lebih baik, dan mengedit lebih efisien.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Duel HONOR WIN 2 vs WIN Pad: Smartphone atau Tablet, Mana Jagoan Gaming?

Jenuh Menatap Layar, Anak Muda Beramai-ramai Pindah ke Ponsel Jadul

Otak Gen Z Dipaksa Lembur Setiap Hari: dari Brain Rot sampai Brain Fry

Ketika Kecerdasan Buatan Membongkar Celah Keamanan di Jantung Internet

Honda Bakal Jual Pikap Buatan Mitsubishi di ASEAN Mulai 2028
Berita Terkini
Lihat Semua
Hanya 100 Unit, Mobil Sport Edisi Sirkuit Legendaris Ini Penuh Detail Penghormatan

Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

