OtomotifArtikel

Mesin Tetap Prima Bertahun-tahun, Ini 12 Jurus Perawatannya

Redaksi Intarta

Oleh

Mesin Tetap Prima Bertahun-tahun, Ini 12 Jurus Perawatannya
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Mesin adalah pusat kerja kendaraan. Hampir seluruh performa mobil maupun sepeda motor bergantung pada komponen ini, sehingga kondisinya menentukan kenyamanan berkendara, efisiensi bahan bakar, umur kendaraan, hingga biaya perawatan jangka panjang.

Sayangnya, banyak pemilik kendaraan baru datang ke bengkel setelah muncul gejala kerusakan. Padahal sebagian besar gangguan mesin bisa dicegah lewat perawatan berkala dan kebiasaan berkendara yang benar, dan biayanya tidak selalu besar.

Baca Juga:Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Oli dan Filter: Fondasi Perawatan Mesin

Oli bertugas melumasi, mendinginkan, sekaligus melindungi komponen mesin dari gesekan berlebih. Seiring pemakaian, kualitasnya menurun sehingga kemampuan pelumasannya ikut berkurang. Karena itu, ganti oli mengikuti jadwal yang direkomendasikan pabrikan, dengan spesifikasi yang sesuai kebutuhan mesin, dan periksa volumenya secara berkala karena oli yang berkurang membuat pelumasan tidak maksimal.

Pergantian oli sebaiknya dibarengi pemeriksaan filter oli. Komponen ini menyaring partikel logam, debu, dan kotoran yang terbawa oli selama mesin bekerja. Filter yang terlalu kotor menghambat aliran oli, sehingga dalam banyak kasus filter diganti bersamaan dengan oli mesin.

Baca Juga:Cegah Curanmor di Palembang, Polisi Ditembak di Bahu dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Bahan Bakar, Udara, dan Pendingin

Pilih bahan bakar dengan nilai oktan sesuai rekomendasi pabrikan. Pembakaran yang lebih sempurna menjaga tenaga tetap optimal dan menekan pembentukan kerak karbon. Sebaliknya, BBM di bawah spesifikasi bisa memicu knocking, sementara oktan lebih tinggi dari kebutuhan tidak otomatis membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat.

Periksa pula filter udara secara berkala. Filter yang dipenuhi debu mengurangi udara masuk ke ruang bakar, membuat tenaga menurun dan konsumsi bahan bakar meningkat. Bila masih memungkinkan, filter bisa dibersihkan, tetapi bila sudah terlalu kotor atau rusak, ganti saja.

Sistem pendingin juga wajib diperhatikan: volume coolant, kondisi radiator, selang pendingin, kipas radiator, dan kebersihan kisi-kisi radiator. Coolant lebih disarankan daripada air biasa karena membantu menjaga kestabilan suhu sekaligus mengurangi risiko korosi.

Kebiasaan Berkendara dan Tanda Peringatan

Pada kendaraan modern bersistem injeksi, memanaskan mesin sekitar 30 hingga 60 detik sudah cukup agar oli bersirkulasi, lalu kendaraan bisa dijalankan perlahan hingga mencapai suhu kerja ideal. Memanaskan terlalu lama hanya menghabiskan bahan bakar.

Hindari akselerasi mendadak, putaran mesin tinggi dalam waktu lama, pengereman tiba-tiba tanpa kebutuhan, dan muatan melebihi kapasitas. Berkendara halus dengan putaran mesin stabil mengurangi beban kerja mesin sekaligus meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Perhatikan busi: mesin sulit dihidupkan, tarikan terasa berat, konsumsi bahan bakar meningkat, mesin bergetar saat langsam, atau akselerasi kurang responsif adalah gejala busi bermasalah. Begitu pula lampu indikator mesin yang menyala, jangan diabaikan, kurangi pemakaian bila muncul gejala tidak normal, dan segera periksa ke bengkel terpercaya.

Servis berkala memungkinkan teknisi memeriksa oli, filter udara, sistem pendingin, pengapian, injektor, pengereman, aki, dan sabuk penggerak, sehingga kerusakan kecil terdeteksi sebelum berkembang. Jaga pula kebersihan ruang mesin dengan lap microfiber atau cairan khusus, hindari semprotan air bertekanan tinggi ke area kelistrikan, dan waspadai perubahan suara mesin seperti ketukan, desis, dengungan berlebihan, atau getaran yang meningkat.

Kesalahan yang masih sering terjadi antara lain terlambat mengganti oli, memakai oli di luar spesifikasi, mengabaikan jadwal servis, tetap mengemudi saat lampu indikator menyala, membiarkan mesin overheat, memakai BBM di luar rekomendasi, membawa muatan berlebih, dan mengemudi agresif. Kebiasaan itu memang tidak selalu merusak seketika, tetapi dalam jangka panjang mempercepat keausan komponen.

Pada akhirnya, kendaraan yang dirawat konsisten tidak hanya lebih nyaman dipakai, tetapi juga lebih hemat bahan bakar, berusia lebih panjang, dan mempertahankan nilai jualnya.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua