Niat Merawat, Malah Merusak: 5 Perawatan Mobil yang Sebaiknya Dihindari
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Merawat mobil adalah kewajiban, baik untuk mobil baru maupun mobil berumur. Untuk mobil baru, perawatannya memang sederhana: ganti oli, filter AC, dan kampas rem depan dalam tiga tahun pertama. Mobil di atas tiga tahun membutuhkan perawatan tambahan seperti peremajaan kaki-kaki dan penggantian cairan transmisi serta minyak rem, semuanya sudah tertulis di buku manual yang sering tidak dibaca.
Namun euforia memiliki mobil kadang membuat pemiliknya berlebihan. Niatnya agar mobil selalu seperti baru, tetapi beberapa perawatan justru salah dan menimbulkan masalah baru. Berikut lima di antaranya.
Baca Juga:Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi UdaraBusa AC Murah yang Meninggalkan Residu
Membersihkan AC memang penting, termasuk evaporator, kondensor, dan seluruh jalurnya. Banyak pemilik menunda cuci evaporator karena biayanya minimal Rp600.000, lalu beralih ke busa AC yang murah dan diklaim efektif.
Faktanya, busa AC tidak membersihkan jalur AC maupun evaporator. Cairan yang disemprotkan lewat kisi-kisi memang merontokkan debu di awal, tetapi meninggalkan residu berminyak yang justru menempelkan debu di kemudian hari. Lama-kelamaan evaporator berkerak, bahkan bisa keropos dan bocor sehingga freon keluar dan AC tidak dingin. Biaya ganti evaporator jauh lebih mahal daripada biaya perawatan rutin.
Baca Juga:Lima Orang Ditangkap Setelah Peternak Diserang Brutal di RumahnyaPoles Bodi Terlalu Sering Mengikis Pernis
Memoles bodi dengan interval sangat singkat justru merusak pernis. Setiap pemolesan mengikis clear coat sedikit demi sedikit, padahal lapisan itu adalah perisai yang melindungi cat dari sinar ultraviolet, goresan halus, dan percikan asam hujan.
Awalnya mobil memang tampak makin bening, tetapi lama-kelamaan justru kusam dan lebih mudah tergores, bahkan tersenggol kuku bisa meninggalkan bekas. Idealnya poles bodi cukup setahun sekali. Mobil yang selalu bersih akan tampak kinclong tanpa poles berlebihan.
Gurah Mesin yang Bikin Kecanduan
Saat performa terasa loyo, gurah mesin memang mengembalikannya seperti baru, dan sensasi itu membuat ketagihan karena hanya bermodal beberapa ratus ribu rupiah. Namun cairan gurah biasanya sangat asam: sisa karbon saja rontok, apalagi bila mesin digurah terus-menerus, lama-lama mesin ikut rontok.
Tidak ada patokan pasti, tetapi gurah per dua kali ganti oli atau setahun sekali sudah lebih dari cukup. Mobil sehabis gurah memang terasa enak, tetapi mesin tidak perlu diperlakukan seperti itu dengan interval terlalu sering.
Semir Ban Setiap Hari Merusak Dinding Ban
Hampir semua pemilik ingin ban selalu hitam pekat, tetapi semir ban setiap hari berbahaya. Pemakaian terlalu sering membuat dinding ban lebih keras, kelenturannya sangat berkurang, hingga muncul retakan. Semir ban yang mengandung silikon merusak lapisan pelindung ban, termasuk lapisan karetnya.
Semir ban juga menolak air di dinding ban, padahal ban butuh kena air untuk menjaga kelembapan dan elastisitas. Tanpa air yang cukup, ban menjadi kering. Idealnya semir ban cukup seminggu sekali, baik yang berbahan dasar air maupun minyak.
Ganti Oli Kompresor yang Tidak Ada di Manual
Buka buku manual mobil, kemungkinan besar tidak akan ditemukan jadwal pergantian oli kompresor. Di manual hanya tertulis perawatan rutin berupa pergantian filter dan cuci AC. Namun kini banyak bengkel umum menyarankan oli kompresor diganti tiap 20.000-40.000 km, saran yang patut dipertanyakan.
Dari pengalaman, oli kompresor yang diganti di sekitar 50.000 km awalnya baik-baik saja, tetapi hanya dalam hitungan bulan kompresor langsung berbunyi kasar dan akhirnya harus diganti dengan harga yang lumayan. Mekanik bengkel resmi pun menegaskan tidak disarankan mengganti oli kompresor secara penuh. Kalau habis turun evaporator dan olinya kurang, cukup ditambah saja, jangan dikuras total. Kuras freon boleh, tetapi hindari kuras oli secara total.
Kuncinya sederhana: ikuti buku manual, jangan berlebihan, dan waspadai jalan pintas murah yang risikonya mahal di kemudian hari. Kalau ragu, konsultasikan ke bengkel resmi sebelum mencoba tren perawatan yang belum tentu sesuai kebutuhan mobil.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Lima Orang Ditangkap Setelah Peternak Diserang Brutal di Rumahnya

Tembakan dari Mobil di Luar Arena Tinju Dekat Brisbane, Empat Orang Terluka

Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

SUV Listrik Mitsubishi ASX VR-e Meluncur Bulan Depan, Diklaim Tercepat di Australia

Saksi Ungkap Jalur Perkenalan dengan Mantan Pejabat Kejaksaan dalam Sidang Dugaan Pemerasan
Berita Terkini
Lihat Semua
Perlambatan Ekonomi Diprediksi Lebih Tajam dan Panjang, Kenaikan Suku Bunga Kelima Membayangi

Demi Ekspansi Kecerdasan Buatan, Raksasa Teknologi Cari Dana 20 Miliar Dolar

Pujian Tulus Sang Pelatih untuk Peraih Bola Emas Jelang Laga Besar

Usulan Donor Organ Anak Dicabut Setelah Tuai Kritik Keras








