Nyeri Lutut dan Punggung Bukan Sekadar Tanda Penuaan, Ini Pilihan Terapi Regenerasinya
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Nyeri di lutut, pinggang, hingga punggung kerap dianggap sekadar akibat bertambahnya usia. Padahal bila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, gangguan tulang dan sendi ini bisa menurunkan kualitas hidup dan membatasi aktivitas bersama keluarga.
Osteoporosis Sering Tak Disadari
Salah satu pemicu utama nyeri pada usia dewasa adalah osteoporosis, kondisi menurunnya kepadatan tulang sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Gejalanya sering sulit dikenali sejak awal karena rasa sakitnya tidak terpusat di satu titik.
Pencegahan sejak dini sangat dianjurkan. Pola makan sehat yang kaya kalsium dan vitamin D, olahraga rutin, serta menjaga berat badan ideal tetap menjadi fondasi utama untuk menjaga kekuatan tulang.
Baca Juga:Rebusan Kayu Manis, Minuman Rempah Kaya Antioksidan yang MenyehatkanTerapi Sel Punca dan Cara Kerjanya
Seiring perkembangan teknologi medis, kini tersedia pilihan terapi regeneratif berbasis sel punca atau stem cell untuk membantu memulihkan jaringan tubuh yang rusak. Di bidang ortopedi, terapi ini dirancang merangsang perbaikan alami pada tulang rawan, tendon, ligamen, hingga struktur tulang itu sendiri.
Dalam acara peluncuran layanan stem cell di Brawijaya Hospital, dr. Auliya memaparkan bahwa pendekatan modern ini diharapkan berjalan beriringan dengan terapi konvensional yang sudah ada. Penanganannya bersifat sinergis: terapi dari luar diberikan sesuai kebutuhan spesifik pasien, sementara stimulasi dari dalam tubuh dipicu melalui regenerasi sel guna mempercepat pemulihan jaringan yang rusak.
Bukan Jalan Pintas Instan
Meski menawarkan potensi pemulihan yang menjanjikan, terapi stem cell bukanlah jalan pintas yang instan. Setiap pasien wajib menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kelayakan kondisi fisiknya sebelum menjalani prosedur.
Keberhasilan terapi regeneratif ini sangat bergantung pada diagnosis yang akurat dan penyesuaian dengan kondisi medis masing-masing individu. Konsultasi mendalam dengan dokter spesialis tetap menjadi langkah wajib yang harus ditempuh.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan tulang dan sendi bukan sekadar soal bebas dari rasa sakit, melainkan upaya agar orang tua tetap dapat mendampingi tumbuh kembang anak secara aktif tanpa terhalang keterbatasan gerak.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Enam Manfaat Susu Kedelai untuk Tubuh, dari Pencernaan hingga Tulang

Rebusan Kayu Manis, Minuman Rempah Kaya Antioksidan yang Menyehatkan

Rasa Mengganjal Saat Berdiri Bisa Jadi Tanda Organ Panggul Turun

Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Ternyata Berisiko, Ini 5 Dampaknya untuk Tubuh

90 Persen Kasus Stroke Bisa Dicegah, Klub Pendampingan Pasien ke-44 Resmi Dibentuk

Sudah Menabung tapi Saldo Tak Kunjung Bertambah? Ini Lima Kesalahan yang Sering Tak Disadari
Berita Terkini
Lihat Semua
Demi Ekspansi Kecerdasan Buatan, Raksasa Teknologi Cari Dana 20 Miliar Dolar

Pujian Tulus Sang Pelatih untuk Peraih Bola Emas Jelang Laga Besar

Usulan Donor Organ Anak Dicabut Setelah Tuai Kritik Keras

Peringatan Serangan Palsu Mengguncang Aplikasi Siaga, Warga Diminta Tetap Tenang







