Setelah 92 Tahun, Pabrik Biskuit Legendaris Ini Resmi Berhenti Berproduksi
Oleh Redaksi Intarta
Minggu, 25 Okt 2026 14:51 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Kabar penutupan sebuah pabrik biskuit legendaris di Malaysia menjadi penanda berakhirnya perjalanan industri yang sudah berlangsung selama 92 tahun. Pabrik milik Lee Biscuits di Pontian, Johor, dijadwalkan berhenti beroperasi pada akhir Oktober 2026.
Keputusan tersebut merupakan bagian dari penataan ulang bisnis grup induknya. Perusahaan dilaporkan memilih keluar dari industri makanan ringan dan memusatkan perhatian pada usaha inti lainnya, termasuk perkebunan karet dan kelapa sawit.
Baca Juga:
Ribuan Pekerja Korea Utara Diperlakukan Seperti Budak di Pabrik Drone Rusia, Ungkap Laporan BaruPemberitahuan Sejak September
Para pemasok dan pelanggan sudah mulai menerima pemberitahuan penghentian produksi sejak September lalu. Dampaknya juga dirasakan para pekerja pabrik yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan tersebut.
Media setempat melaporkan sekitar 300 karyawan masih bekerja hingga akhir Oktober. Mereka terutama menangani pekerjaan pembersihan dan penyelesaian urusan di area pabrik.
Baca Juga:
Gudang di Kopo Bandung Ternyata Pabrik Tramadol Ilegal, Polisi Bongkar Produksi 8 Juta Butir SehariManajemen senior pabrik menyebut perusahaan telah menggelar penjualan penghabisan stok selama dua pekan terakhir. Seluruh persediaan biskuit dilaporkan sudah terjual habis.
Jejak Panjang Sejak Era Pendiri
Produksi merek tersebut awalnya berasal dari Singapura, lalu dipindahkan ke Tampoi, Johor Bahru, pada 1995, sebelum akhirnya beroperasi di Pontian sejak 2005.
Penutupan ini bukan kali pertama grup induknya meninggalkan bisnis manufaktur makanan. Pada 2023, grup tersebut juga menutup pabrik pengalengan nanas di Skudai yang telah beroperasi puluhan tahun, seiring pergeseran fokus ke budidaya kelapa sawit.
Kini, situs resmi perusahaan dilaporkan sudah tidak dapat diakses, begitu pula halaman media sosialnya. Bagi banyak pelanggan setianya, penutupan ini menjadi akhir dari kenangan rasa yang telah menemani lintas generasi.
Sumber: CNBC Indonesia
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Ribuan Pekerja Korea Utara Diperlakukan Seperti Budak di Pabrik Drone Rusia, Ungkap Laporan Baru

Gudang di Kopo Bandung Ternyata Pabrik Tramadol Ilegal, Polisi Bongkar Produksi 8 Juta Butir Sehari

Kabut Asap Karhutla RI Kembali, Sekolah di Johor Malaysia Ditutup Lima Hari

Wacana HP Gratis Dikritik: Ekonom UGM Sebut Bisa Sedot APBN hingga Rp74 Triliun

Produksi Dipangkas, 18 Emiten Batu Bara RI Malah Untung Besar-besaran

Denda Tertinggi dalam Sejarah: Meta Dihukum US$25 Miliar karena Bohongi Publik soal Data Pribadi
Berita Terkini
Lihat Semua
Honda Bakal Jual Pikap Buatan Mitsubishi di ASEAN Mulai 2028

Viral Dugaan Anak Dipukul di Malaysia, Menteri PPPA: Kekerasan Tak Pernah Bisa Dibenarkan

Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Ini Sosok Ayah yang Diinginkan Alquran

Lolos Verifikasi, Sayuti Achmad Selangkah Lebih Dekat Menuju Kursi Ketua PWI Aceh

