GadgetArtikel

Teknik Cetak Tinta Dikabarkan Bikin Modul Kamera Ponsel Lebih Tipis

Redaksi Intarta

Oleh

Teknik Cetak Tinta Dikabarkan Bikin Modul Kamera Ponsel Lebih Tipis
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Salah satu keluhan yang paling sering muncul dari pengguna ponsel flagship terbaru adalah tonjolan kameranya yang terlalu tebal, sampai ponsel tidak bisa stabil saat ditaruh di meja datar. Keluhan itu tampaknya didengar produsennya, karena bocoran terbaru menyebut metode produksi lensa yang berbeda sedang disiapkan untuk generasi berikutnya.

Laporan ini pertama kali muncul dari ZDNet Korea, kemudian dibagikan ulang oleh tipster teknologi Ice Universe. Penting dicatat: ini masih bocoran industri, bukan pernyataan resmi produsen, dan detailnya masih bisa berubah total sebelum jadwal peluncuran yang diperkirakan awal 2027.

Baca Juga:Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Film Hitam Diganti Tinta Cetak

ZDNet Korea menyebut produsen akan mengganti material peredam cahaya di dalam modul kamera. Jika biasanya mereka memakai lembaran film hitam, pada model berikutnya sebagian akan diganti dengan lapisan tinta hitam doff yang dicetak langsung ke tepi lensa, memakai mesin inkjet presisi tinggi.

Sumber tersebut menyebut tiga lapisan lensa yang akan mendapat perlakuan baru, dengan kode internal L3 Tele, L3 Wide, dan L6 Wide, yang tersebar di tiga modul kamera belakang. Sementara lapisan lensa lain tetap memakai film konvensional, kemungkinan soal biaya dan hasil produksi, karena teknik baru belum tentu berhasil penuh di semua lini. Produsen itu sendiri dikabarkan sudah menguji teknik serupa, tetapi masih sangat terbatas, baru satu lapisan lensa di model flagship saat ini.

Baca Juga:Jenuh Menatap Layar, Anak Muda Beramai-ramai Pindah ke Ponsel Jadul

Kenapa Tonjolan Kamera Bisa Lebih Tipis

Kamera ponsel modern bukan cuma satu keping lensa. Di dalamnya ada 6 sampai 8 elemen lensa kecil yang ditumpuk vertikal dalam ruang yang sangat sempit, dan tumpukan inilah yang memungkinkan cahaya dibelokkan dan menghasilkan foto 200MP yang detail. Masalah muncul dari cahaya liar: tidak semua sinar masuk lurus, sebagian mengenai tepi lensa lalu memantul ke arah yang tidak diinginkan, menghasilkan flare dan ghosting, silau atau bayangan aneh terutama di foto malam.

Selama ini solusinya adalah menyelipkan film hitam tipis di sela-sela lensa untuk menyerap pantulan. Efektif, tetapi ada harganya: film plus lem perekatnya butuh ruang, dan dari situlah modul kamera jadi tebal keluar. Ide barunya cukup simpel: fungsi tetap sama, menyerap cahaya, tetapi medianya diganti. Lapisan tinta jauh lebih tipis dari film, dan dalam desain ponsel, penghematan dalam hitungan mikrometer pun berarti. Ruang yang kosong bisa dipakai untuk sensor yang lebih besar, sistem penstabil yang lebih kokoh, atau sekadar membuat bodi belakang tidak terlalu menonjol.

Dampaknya bukan membuat resolusi melonjak, lebih ke efisiensi ruang dan pengurangan pantulan internal, dan efeknya baru terasa kalau digabung dengan perubahan lain di modul kamera. Teknik tinta ini bukan satu-satunya kabar soal kamera model berikutnya: beberapa laporan sebelumnya menyebut produsen mempertimbangkan menghapus lensa telefoto 3x 10MP yang sudah dipakai sejak enam generasi lalu, sehingga zoom 3x akan mengandalkan crop digital dari kamera utama 200MP, plus bocoran soal aperture variabel di kamera utama. Semua laporan ini belum ada yang dikonfirmasi resmi, dan ada kontradiksi di antaranya. Sampai ada pengumuman resmi, posisi paling aman adalah melihat ini sebagai eksperimen internal yang sedang diuji.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua