Tiga Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Menjaga Paru-Paru Tetap Sehat
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Menjaga kesehatan paru-paru ternyata tidak melulu soal olahraga dan pernapasan. Dokter Kunal Sood, seorang ahli anestesi sekaligus spesialis nyeri intervensi, membagikan tiga kebiasaan sederhana yang menurutnya bisa membantu mempertahankan fungsi paru-paru tetap optimal, dan salah satunya justru berkaitan dengan kesehatan usus.
Tips ini dibagikan Sood lewat konten edukasi kesehatan di media sosial, sebagai pelengkap langkah dasar menjaga paru-paru seperti menghindari rokok dan paparan polusi udara.
Baca Juga:Rebusan Kayu Manis, Minuman Rempah Kaya Antioksidan yang Menyehatkan1. Kardio 20-30 Menit Sehari
Sood menekankan pentingnya aktivitas kardio harian, bukan hanya untuk jantung, tetapi juga untuk paru-paru. Menurutnya, jalan kaki, bersepeda, atau jogging ringan selama 20-30 menit bisa meningkatkan kapasitas paru, memperkuat diafragma sebagai otot utama dalam proses bernapas, sekaligus membantu membersihkan saluran napas dari lendir maupun partikel polutan yang terhirup. Gerakan sederhana yang dilakukan konsisten memberi dampak langsung terhadap ketahanan tubuh dan efisiensi sistem pernapasan secara keseluruhan.
2. Latihan Pernapasan Rutin
Selain aktivitas fisik, Sood juga rutin melakukan teknik pernapasan tertentu. Ia menjelaskan bahwa teknik seperti bernapas perlahan lewat hidung, tarikan napas dalam, hingga box breathing atau pola bernapas dengan hitungan tertentu untuk menenangkan sistem saraf, bisa membantu meningkatkan volume paru, menambah toleransi tubuh terhadap kadar karbon dioksida, serta menurunkan reaktivitas saluran napas saat tubuh mengalami stres atau berolahraga. Teknik semacam ini semakin populer karena mudah dipraktikkan tanpa alat khusus apa pun.
3. Menjaga Poros Usus-Paru
Bagian paling menarik dari tips Sood adalah soal hubungan antara kesehatan usus dan paru-paru, yang dalam istilah medis disebut gut-lung axis atau poros usus-paru. Menurutnya, mikrobioma usus, yaitu kumpulan bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan, berperan besar dalam mengatur sinyal sistem imun yang memengaruhi bagaimana paru-paru merespons peradangan. Usus yang lebih sehat membantu mengatur peradangan tubuh sekaligus meningkatkan ketahanan saluran napas. Ia turut merekomendasikan konsumsi probiotik yang dirancang khusus untuk menargetkan poros usus-paru sebagai dukungan tambahan.
Perlu dicatat, tips ini merupakan pandangan dan pengalaman pribadi dr. Kunal Sood yang dibagikan lewat media sosial, bukan pedoman medis resmi dari lembaga kesehatan tertentu. Ketiga kebiasaan ini, yaitu kardio ringan, latihan pernapasan, dan menjaga kesehatan usus, tergolong aman dipraktikkan sebagai bagian gaya hidup sehat sehari-hari. Namun bagi yang memiliki keluhan pernapasan tertentu atau kondisi kesehatan khusus, tetap disarankan berkonsultasi langsung dengan dokter sebelum menerapkan rutinitas kesehatan baru.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Rebusan Kayu Manis, Minuman Rempah Kaya Antioksidan yang Menyehatkan

Lima Makanan Sehari-hari yang Diyakini Jadi Kunci Umur Panjang

Rasa Mengganjal Saat Berdiri Bisa Jadi Tanda Organ Panggul Turun

Minum Air Es Ternyata Tidak Langsung Menyebabkan Batuk dan Flu

Enam Manfaat Susu Kedelai untuk Tubuh, dari Pencernaan hingga Tulang

Sakit Kepala Berbulan-bulan, Bocah 12 Tahun Ternyata Idap Kelainan Aorta yang Sangat Langka
Berita Terkini
Lihat Semua
Perlambatan Ekonomi Diprediksi Lebih Tajam dan Panjang, Kenaikan Suku Bunga Kelima Membayangi

Demi Ekspansi Kecerdasan Buatan, Raksasa Teknologi Cari Dana 20 Miliar Dolar

Pujian Tulus Sang Pelatih untuk Peraih Bola Emas Jelang Laga Besar

Usulan Donor Organ Anak Dicabut Setelah Tuai Kritik Keras








