Minum Air Es Ternyata Tidak Langsung Menyebabkan Batuk dan Flu
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Anggapan bahwa minum air es langsung menyebabkan batuk dan pilek ternyata mitos. Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A menegaskan, flu dan sebagian besar pilek disebabkan oleh virus, bukan karena minum air dingin.
“Anak boleh minum air dingin atau air dengan es selama airnya bersih dan aman dikonsumsi. Suhu minuman bukan penyebab infeksi virus,” kata Aisya kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Baca Juga:Rebusan Kayu Manis, Minuman Rempah Kaya Antioksidan yang MenyehatkanMinuman Dingin Hanya Picu Rasa Tidak Nyaman
Meski demikian, pada sebagian anak, minuman dingin dapat memicu rasa tidak nyaman di tenggorokan atau batuk sementara. Pada anak tertentu yang memiliki saluran napas sensitif, paparan dingin juga bisa berkaitan dengan munculnya gejala, tetapi hal itu tidak berarti air es menyebabkan infeksi.
Pendapat senada disampaikan dokter spesialis anak dr. Mulki Angela, SpA, PhD. Menurut dia, minum es tidak serta-merta mengakibatkan batuk dan pilek, namun sebaiknya tidak berlebihan, baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Suhu dingin dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan yang terkadang berujung keluhan batuk.
Baca Juga:Sakit Kepala Berbulan-bulan, Bocah 12 Tahun Ternyata Idap Kelainan Aorta yang Sangat LangkaKebersihan Air dan Es Jauh Lebih Penting
Yang jauh lebih penting, kata Aisya, adalah menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, memastikan anak mendapat imunisasi sesuai jadwal, serta memenuhi kebutuhan nutrisi dan istirahatnya.
“Jadi, orang tua tidak perlu melarang air es semata-mata karena sedang musim hujan. Pastikan saja air dan es yang dikonsumsi berasal dari sumber yang higienis,” ujar dia.
Yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
Bagi pembaca, penjelasan ini membawa kabar baik sekaligus pengingat praktis. Orang tua tidak perlu melarang total air es, terutama saat anak haus setelah bermain atau berolahraga, selama air dan esnya bersih dan berasal dari sumber yang higienis. Larangan yang berlebihan justru bisa membuat anak jajan sembarangan di luar tanpa pengawasan.
Namun, kewaspadaan tetap perlu. Bila anak memiliki saluran napas sensitif atau riwayat asma, minuman sangat dingin sebaiknya dibatasi dan orang tua perlu memperhatikan reaksi anak setelah minum. Yang paling menentukan daya tahan anak terhadap batuk dan pilek bukanlah suhu minuman, melainkan kebiasaan cuci tangan, istirahat cukup, gizi seimbang, dan imunisasi sesuai jadwal. Bila batuk pilek disertai demam tinggi, sesak, atau tak kunjung membaik, segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan.
Sumber: Antara
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Rebusan Kayu Manis, Minuman Rempah Kaya Antioksidan yang Menyehatkan

Sakit Kepala Berbulan-bulan, Bocah 12 Tahun Ternyata Idap Kelainan Aorta yang Sangat Langka

Enam Manfaat Susu Kedelai untuk Tubuh, dari Pencernaan hingga Tulang

Daun Binahong, Tanaman Herbal yang Disebut Bantu Turunkan Kolesterol dan Cegah Diabetes

Laporan Rapi di Grup Menteri, Realita di Lapangan Masih Berantakan

Dendam karena Ejekan Berujung Siraman Air Keras ke Rekan Kerja
Berita Terkini
Lihat Semua
Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Pengurus Ungkap Detik-detik Penggeledahan Dini Hari yang Bikin Santriwati Ketakutan

