RagamArtikel

Lima Makanan Sehari-hari yang Diyakini Jadi Kunci Umur Panjang

Redaksi Intarta

Oleh

Lima Makanan Sehari-hari yang Diyakini Jadi Kunci Umur Panjang
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Umur panjang dan tubuh yang sehat menjadi keinginan hampir semua orang. Data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan yang dirilis September 2026 mencatat ada 107.677 orang berusia 100 tahun ke atas yang tinggal di negara tersebut, bertambah 7.914 orang dari tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi selama 56 tahun berturut-turut.

Seorang ahli gizi profesional, Asako Miyashita, membagikan lima makanan yang ia konsumsi setiap hari dan dipercaya membantu seseorang hidup lebih sehat dan lebih lama. Asako dibesarkan dengan ajaran bahwa makanan adalah obat. Neneknya yang berusia 92 tahun pun meyakini umur panjangnya disebabkan oleh mengonsumsi makanan yang tepat. Berikut lima makanan tersebut.

Baca Juga:Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Ternyata Berisiko, Ini 5 Dampaknya untuk Tubuh

Ubi, Sup Miso, dan Lobak Daikon

Pertama, ubi jalar ungu yang disebut imo. Ubi ini sering dimakan sebagai makanan ringan atau makanan penutup, kaya akan karbohidrat sehat dan antosianin, sekelompok antioksidan yang ditemukan dalam sayuran merah dan ungu dan mengandung sifat anti penuaan. Studi juga menunjukkan ubi jalar dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Kedua, sup miso. Miso adalah pasta yang terbuat dari kedelai dan biji-bijian yang difermentasi, dan sangat populer di tengah kebiasaan diet makanan fermentasi di sana. Sup miso mengandung probiotik, bakteri hidup atau ragi dalam makanan fermentasi, yang dapat membantu menyeimbangkan kesehatan usus dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebuah penelitian menemukan bahwa pria dan wanita yang mengonsumsi kedelai fermentasi paling banyak, seperti miso, tahu, dan tempe, memiliki kemungkinan 10 persen lebih rendah untuk meninggal lebih awal dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Baca Juga:Enam Manfaat Susu Kedelai untuk Tubuh, dari Pencernaan hingga Tulang

Ketiga, lobak daikon, sayuran akar populer yang dikenal dapat membantu mencegah masuk angin dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Satu lobak mengandung 124 persen asupan vitamin C harian yang direkomendasikan. Bila kesulitan mencari lobak daikon, Anda bisa menggantinya dengan sayuran akar sehat lainnya, termasuk wortel, bit, parsnip, dan lobak putih.

Rumput Laut dan Ikan Berlemak

Keempat, rumput laut, yang kaya akan mineral penting seperti zat besi, kalsium, folat, dan magnesium. Mengonsumsi rumput laut setiap hari membantu menambah serat harian, dan asupan serat yang cukup telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, stroke, hipertensi, dan diabetes tipe 2. Rumput laut juga mengandung antioksidan seperti fucoxanthin dan fucoidan, yang memiliki sifat anti-inflamasi, anti-penuaan, dan anti-kanker.

Kelima, ikan. Protein tinggi bisa didapat dari ikan berlemak seperti salmon dan tuna. Lemak omega-3 dalam ikan dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan trigliserida, dan meredakan peradangan. Asako berpesan, praktik makan dengan penuh perhatian atau mindful eating bisa berkontribusi pada kesehatan dan kualitas hidup seseorang.

Apa yang Bisa Diterapkan di Indonesia

Bagi pembaca di Indonesia, kabar baiknya adalah pola makan seperti ini tidak sulit diterapkan. Ubi ungu mudah ditemukan di pasar tradisional, tempe adalah makanan fermentasi khas yang sudah menjadi lauk sehari-hari, dan ikan menjadi sumber protein yang akrab di meja makan keluarga. Artinya, kunci yang dibagikan Asako bukan soal makanan mahal atau impor, melainkan soal konsistensi memilih bahan segar, kaya serat, dan minim olahan.

Dampaknya pun nyata untuk jangka panjang. Pola makan yang menjaga kesehatan usus, menekan peradangan, dan mengendalikan tekanan darah dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes, yang kini menjadi beban kesehatan utama. Ditambah kebiasaan makan dengan penuh perhatian, bukan terburu-buru, pola ini menjadi langkah sederhana namun berkelanjutan menuju tubuh yang lebih sehat dan umur yang lebih panjang.

Sumber: CNBC Indonesia

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua