Imbalan 20 Juta Dolar Disiapkan untuk Informasi Program Nuklir
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
WASHINGTON - INTARTA.com - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan imbalan hingga 20 juta dolar bagi siapa pun yang memberikan informasi tentang program nuklir Iran, termasuk soal fasilitas, peralatan, dan personel yang terkait.
Imbalan itu diumumkan melalui program Rewards for Justice milik Departemen Luar Negeri. Dalam pernyataannya, program tersebut juga menawarkan kemungkinan relokasi bagi orang yang memberikan rincian dimaksud.
Baca Juga:Sesumbar Bisa Beres dalam 10 Menit, Ancaman Serangan Baru Kembali MengemukaDepartemen Luar Negeri menyebut Iran tidak mematuhi kewajiban pengamanan dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sehingga badan itu kehilangan kesinambungan informasi mengenai produksi dan persediaan komponen kunci seperti sentrifugal.
Sentrifugal dibutuhkan untuk memproduksi uranium yang diperkaya, yang dapat dipakai sebagai bahan bakar reaktor untuk keperluan sipil, tetapi juga untuk senjata nuklir bila diperkaya hingga sekitar 90 persen atau lebih.
Tekanan Militer dan Blokade Terus Berjalan
Presiden Donald Trump sebelumnya mengklaim fasilitas nuklir Iran telah hancur total setelah kampanye pengeboman oleh Amerika Serikat dan Israel tahun lalu. Iran bersikeras program nuklirnya damai dan tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.
Di sisi lain, militer Amerika Serikat menyatakan tengah membentuk satuan tugas baru bernama Task Force Iron Gate untuk memperkuat upaya membatasi pergerakan senjata dan material yang terkena sanksi melintasi perbatasan Iran. Satuan tugas yang bermarkas di Tampa, Florida, itu akan bekerja sama dengan lembaga pemerintah lain, dengan fokus pada senjata, barang guna ganda, serta aliran pendapatan ilegal.
Komando Pusat militer Amerika Serikat (Centcom) memperkirakan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran telah mencegah negara itu mengekspor minyak mentah senilai lebih dari 25 miliar dolar.
Isyarat Diplomasi di Tengah Ancaman Serangan
Spekulasi bahwa Amerika Serikat akan kembali melancarkan serangan besar sempat menguat setelah pemilihan paruh waktu, meski Trump menyatakan tidak terburu-buru melakukannya. Dalam wawancara dengan Fox News menjelang pemilihan, presiden itu menyebut Amerika Serikat mungkin perlu menyerang Pickaxe Mountain, situs bawah tanah yang dikaitkan dengan program nuklir Iran, dan menyebutnya bisa dilakukan dalam satu jam.
Trump dan Wakil Presiden JD Vance sama-sama mengakui penolakan publik terhadap perang menjadi salah satu penyebab kekalahan besar Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu pekan ini, sehingga muncul dugaan Gedung Putih tidak lagi menginginkan eskalasi konflik.
Pada Jumat, Trump bersikeras Iran sangat ingin mengakhiri konflik delapan bulan dengan Amerika Serikat, dengan menekankan kerusakan ekonomi dan militer yang dialami Teheran. "Kami sedang berurusan dengan mereka sekarang. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan," katanya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan pada Selasa bahwa kedua pihak sedang meninjau gagasan dan usulan yang diajukan, dan pihaknya tetap berharap kesepakatan dapat tercapai. Para negosiator Iran telah membahas dengan mediator proposal membuka kembali Selat Hormuz dalam dua hari setelah Amerika Serikat memenuhi tujuh syarat mereka.
Amerika Serikat dan Iran sempat mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dan membuka kembali selat itu pada Juni, tetapi kesepakatan itu runtuh dalam beberapa pekan setelah serangan Iran terhadap pelayaran kembali terjadi dan Amerika Serikat memberlakukan kembali blokade.
Ketegangan ini turut dirasakan Indonesia, yang mengimpor sebagian kebutuhan minyaknya dan rentan terhadap lonjakan harga energi bila jalur Selat Hormuz terganggu. Setiap gejolak di kawasan Teluk berpotensi menaikkan harga bahan bakar di dalam negeri, sehingga perkembangan negosiasi dan blokade layak dipantau pelaku usaha maupun masyarakat.
Sumber: BBC News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Sesumbar Bisa Beres dalam 10 Menit, Ancaman Serangan Baru Kembali Mengemuka

Serangan Kecil yang Melumpuhkan Pertahanan dalam Hitungan Menit

Akses Dagang Bebas Bea Dicabut, Ribuan Produk Kehilangan Keistimewaan

Desakan Serangan Baru Mencuat di Tengah Negosiasi yang Masih Alot

Peringatan Serangan Palsu Mengguncang Aplikasi Siaga, Warga Diminta Tetap Tenang

Bantuan Miliaran Dolar Itu Bakal Berhenti di Akhir Tahun, Ini Alasannya
Berita Terkini
Lihat Semua
Dua Assist Harry Kane Antar Kemenangan Tipis 2-1 dan Kokohkan Puncak Klasemen

Drama Kick-off Tertunda dan Penyelamatan Heroik Warnai Laga Imbang 1-1

Ramalan Zodiak Leo dan Virgo Hari Ini: Jaga Kesehatan dan Manfaatkan Peluang Keuangan

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces: Cinta, Karier, dan Keuangan Hari Ini


