EkonomiBerita

Indeks Saham Berbalik Menguat Setelah Sempat Tertekan di Awal Sesi

Redaksi Intarta

Oleh

Indeks Saham Berbalik Menguat Setelah Sempat Tertekan di Awal Sesi
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

JAKARTA - INTARTA.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin sore dengan penguatan, setelah sempat tertekan di zona merah pada awal sesi. Indeks naik 0,79 persen ke level 5.096, berbalik arah dari pembukaan yang terkoreksi 0,39 persen di level 5.039.

Pembalikan arah ini menunjukkan daya tahan pasar di tengah tekanan jual pagi hari. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level terendah 4.981 dan tertinggi 5.125, sebelum akhirnya bertahan di wilayah positif hingga penutupan.

Baca Juga:Pengungkapan Bandar Saham Gorengan Jadi Ujian Kepercayaan Pasar

Mayoritas Saham Menguat, Transaksi Tembus Rp12,4 Triliun

Pada penutupan, tercatat 363 saham menguat, 341 saham melemah, dan 259 saham stagnan. Aktivitas perdagangan terbilang ramai, dengan volume mencapai 34,6 miliar saham, nilai transaksi Rp12,4 triliun, dan frekuensi 1,4 juta kali transaksi.

Di jajaran saham pencetak kenaikan tertinggi, Reksa Dana Index Premier (XIFE) memimpin dengan lonjakan 34,41 persen, disusul Dafam Property Indonesia (DFAM) yang naik 33,93 persen dan Mintra Komunikasi Nusantara (MKNT) yang menguat 27,27 persen.

Baca Juga:Nilai Rupiah Belum Beranjak dari Rp 18.100-an, Gejolak Politik Dalam Negeri Jadi Beban Tambahan

Apa Artinya bagi Investor Ritel

Penguatan ini menjadi kabar baik bagi investor ritel yang sempat khawatir melihat pembukaan melemah, karena portofolio yang sempat merah di pagi hari berpeluang kembali menghijau pada penutupan. Namun, pergerakan yang lebar dari titik terendah ke tertinggi juga mengingatkan bahwa pasar masih mudah berayun dalam satu hari, sehingga keputusan beli dan jual sebaiknya tetap mempertimbangkan profil risiko masing-masing dan tidak sekadar mengejar saham yang sudah melonjak puluhan persen dalam sehari.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati apakah penguatan ini berlanjut pada perdagangan berikutnya atau kembali tertahan, terutama bila sentimen eksternal dan arus dana asing berubah arah.

Sumber: SINDOnews

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua