Pertarungan Sengit Memperebutkan Kendali Parlemen di Tengah Penilaian atas Presiden
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
AMERIKA SERIKAT - INTARTA.com - Warga akan memberikan suara pada 3 November dalam pemilihan sela yang menentukan komposisi parlemen. Pemilihan ini tidak memilih presiden, tetapi menentukan siapa yang duduk di gedung parlemen dan seberapa leluasa presiden menjalankan agendanya.
Pemilihan sela digelar setiap empat tahun, tepat di tengah masa jabatan presiden. Para pemilih memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat, dua kamar yang bersama-sama membentuk Kongres. Sejumlah negara bagian juga memilih gubernur pada hari yang sama.
Baca Juga:Obama Kecam Kekejaman dan Korupsi Era Trump di Depan Pendukung Demokrat OhioAnalis pemilu J. Miles Coleman dari Center for Politics di University of Virginia pernah menjelaskan bahwa pemilihan sela sering menjadi referendum atas presiden dan partai yang sedang berkuasa. Bila publik puas, partai presiden cenderung lebih baik; bila publik kecewa, partai presiden biasanya kehilangan kursi. Saat ini, tingkat persetujuan Presiden Donald Trump disebut berada pada titik terendah.
Seluruh Kursi Dewan Diperebutkan, Sepertiga Senat Ikut Dipilih
Seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat diperebutkan. Setiap anggota mewakili satu daerah pemilihan yang pembagiannya didasarkan pada jumlah penduduk, sehingga negara bagian yang luas tetapi berpenduduk sedikit hanya memiliki satu kursi, sementara negara bagian yang lebih kecil tetapi padat penduduk bisa memiliki belasan kursi. Masa jabatan anggota dewan adalah dua tahun.
Baca Juga:Kelompok HAM Khawatir Agen ICE Intimidasi Pemilih di Pemilu Sela AS 2026Senator dipilih untuk masa jabatan enam tahun. Senat beranggotakan 100 orang, dua dari tiap negara bagian tanpa memandang luas wilayahnya. Sekitar sepertiga kursi Senat dipertaruhkan setiap dua tahun; pada pemilihan kali ini ada 35 kursi yang diperebutkan, sehingga tidak semua negara bagian memilih senator.
Di luar itu, pemilih di 36 negara bagian akan memilih gubernur yang umumnya menjabat empat tahun. Banyak keputusan penting diambil di tingkat negara bagian, mulai dari aturan aborsi hingga pendidikan dan tata cara pemilu, sehingga warna partai gubernur bisa terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Mayoritas Tipis dan Kursi-Kursi yang Menentukan
Saat ini Partai Republik, partai Presiden Trump, menguasai kedua kamar, tetapi dengan selisih tipis. Di Dewan Perwakilan Rakyat terdapat 218 anggota Republik, 214 anggota Demokrat, dan satu anggota independen yang biasanya memilih bersama Republik, sementara dua kursi kosong. Sejumlah pengamat memperkirakan Demokrat berpeluang merebut mayoritas di kamar ini, dan Coleman menyebut akan mengejutkan bila Demokrat setidaknya tidak merebut Dewan Perwakilan Rakyat.
Di Senat, komposisinya adalah 53 anggota Republik, 45 anggota Demokrat, dan dua senator independen yang biasanya memilih bersama Demokrat. Bila suara Senat imbang 50:50, Wakil Presiden JD Vance yang akan menjadi penentu.
Partisipasi pemilih pada pemilihan sela biasanya lebih rendah daripada pemilihan presiden, tetapi hasilnya menentukan arah politik selama beberapa tahun ke depan. Sebagian besar keputusan federal harus disetujui Kongres sebelum bisa dijalankan, sehingga presiden akan jauh lebih mudah memerintah bila partainya menguasai kedua kamar. Sebaliknya, bila Demokrat merebut satu atau kedua kamar, perubahan kebijakan dalam dan luar negeri akan lebih sulit diloloskan.
Demokrat hanya membutuhkan empat kursi tambahan di Dewan Perwakilan Rakyat untuk meraih mayoritas, yakni menjadi 218 kursi. Dari 435 daerah pemilihan, hanya sedikit yang masih dianggap benar-benar ketat, termasuk daerah di Iowa, Virginia, dan Montana.
Salah satu pertarungan Senat yang paling disorot berlangsung di Texas. Jajak pendapat terbaru menempatkan kandidat Demokrat James Talarico sejajar dengan rivalnya dari Republik, Ken Paxton. Demokrat membutuhkan empat kursi tambahan di Senat untuk meraih mayoritas, dan kemungkinan Texas menjadi salah satunya sudah dianggap mengejutkan, karena tidak ada kandidat Demokrat yang memenangi jabatan tingkat negara bagian di sana sejak 1994. Talarico bahkan mendapat dukungan dari sebagian anggota keluarga Bush, dinasti Republik Texas yang melahirkan mantan presiden George H. W. Bush dan George W. Bush.
Sejumlah Gubernur Perempuan Bisa Mencetak Sejarah
Pada pemilihan gubernur, ada kemungkinan untuk pertama kalinya dalam sejarah seorang perempuan kulit hitam menjadi gubernur negara bagian. Di Minnesota, Demokrat Amy Klobuchar bersaing dengan kandidat Republik kulit hitam Lisa DeMuth, sementara di Georgia, Demokrat kulit hitam Keisha Lance Bottoms berhadapan dengan kandidat Republik Rick Jackson.
DeMuth dinilai sulit menang di Minnesota, negara bagian yang umumnya memilih Demokrat, dan Klobuchar jauh lebih dikenal setelah hampir dua dekade menjadi senator negara bagian itu. Di Georgia, jajak pendapat terbaru menunjukkan persaingan yang sangat ketat, sehingga Bottoms memiliki peluang realistis untuk menang.
Bagi pembaca di Indonesia, hasil pemilihan ini patut diikuti bukan hanya sebagai kabar dari negeri jauh. Arah kebijakan perdagangan, iklim investasi global, dan stabilitas ekonomi dunia sering kali bergeser mengikuti komposisi parlemen di negara dengan ekonomi terbesar itu, dan pergeseran tersebut pada akhirnya bisa sampai ke harga barang, arus modal, dan kerja sama antarnegara. Karena itu, siapa yang memegang kendali parlemen setelah 3 November akan ikut menentukan seberapa cepat atau seberapa hati-hati kebijakan baru dijalankan pada tahun-tahun berikutnya.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Obama Kecam Kekejaman dan Korupsi Era Trump di Depan Pendukung Demokrat Ohio

Kelompok HAM Khawatir Agen ICE Intimidasi Pemilih di Pemilu Sela AS 2026

Lula Menangi Pilpres Brasil, Kalahkan Flavio Bolsonaro di Putaran Kedua

Pemilu Israel Buntu: Blok Netanyahu Unggul Tipis, Mayoritas Masih Jauh dari Genggaman

Gerakan Cockroach Dukung Aksi 1 November, Oposisi India Siapkan 'Pemakzulan Publik' Ketua Komisi Pemilihan

Hasil Sementara Pemilu Israel: Tak Ada Blok yang Raih Mayoritas, Netanyahu dan Lawan Imbang
Berita Terkini
Lihat Semua
Konferensi Keamanan ke-25 Soroti Ancaman Agresi dan Dorongan Reformasi Hukum


Pesan Suara Sehari Setelah Tragedi Jadi Bukti Kunci di Sidang Pembunuhan Ganda

Pasukan Multinasional Gelar Latihan Perdana demi Keamanan Pasca-Gencatan Senjata








