GadgetArtikel

3 Kekurangan Ngecas Nirkabel yang Jarang Disadari

Redaksi Intarta

Oleh

3 Kekurangan Ngecas Nirkabel yang Jarang Disadari
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Meletakkan ponsel di atas tatakan datar lalu baterai langsung mengisi, tanpa colok-mencolok, masih terasa futuristis. Padahal teknologinya sudah bertahun-tahun ada, dan tidak ada lagi kabel kusut, hilang, atau cepat rusak karena kualitas murahan. Bahkan power bank nirkabel pun sekarang sudah umum.

Praktis, iya. Tetapi bukan berarti tanpa kompromi. Banyak anggapan soal pengisian nirkabel yang ternyata berlebihan, misalnya klaim bahwa cara ini pasti merusak baterai. Itu tidak akurat, atau setidaknya sangat dibesar-besarkan. Yang benar-benar terasa justru ada di hal lain, terutama karena charger nirkabel yang bagus biasanya harganya lebih mahal dari charger kabel biasa. Ini tiga kekurangan yang paling nyata.

Baca Juga:Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

1. Ponsel harus diam, tidak bisa dipakai bebas

Ini yang paling sering membuat orang kembali lagi ke kabel. Saat pengisian nirkabel, ponsel harus diletakkan rata dan presisi di tengah pad. Geser sedikit saja, pengisian bisa melambat atau berhenti. Jadi memang harus dibiarkan diam.

Ada model yang berbentuk stand, sehingga layar masih bisa dilihat untuk membaca notifikasi atau video call sambil mengisi daya. Tetapi tetap tidak seleluasa kabel, yang bisa dipakai sambil digenggam, dibawa ke sofa, atau dipakai bermain game.

Baca Juga:Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan? Ini 6 Penyebab yang Jarang Disadari

Untungnya, prosesnya sangat instan. Butuh memakai ponsel, tinggal angkat. Selesai, taruh lagi. Karena itu, banyak orang akhirnya membagi fungsi: kabel untuk saat butuh mobilitas, pengisian nirkabel untuk momen ketika ponsel memang diniatkan istirahat di meja kerja atau nakas kamar.

2. Kecepatan masih kalah jauh dari kabel

Soal ngebut, kabel masih menang telak. Untuk waktu yang lama pengisian nirkabel mentok di 15 watt. Baru pada 2025, lewat standar Qi2.2, angkanya naik ke 25 watt. Itu sudah jauh lebih baik dibanding standar Qi generasi awal yang diperkenalkan tahun 2010 dengan daya hanya 5 watt, tetapi dalam pemakaian harian tetap terasa lebih lambat.

Casing menjadi faktor lain. Cara paling mudah mempercepat pengisian nirkabel adalah melepas casing dulu. Masalahnya, tidak semua orang mau repot. Casing tebal di atas 5 milimeter bahkan bisa membuat proses pengisian melambat drastis, atau tidak terhubung sama sekali.

Sementara itu kecepatan kabel terus naik. Sebagai gambaran, iPhone 17, 17 Pro, dan 17 Pro Max disebut bisa menerima daya hingga 40 watt lewat kabel, cukup untuk mengisi sekitar 50 persen dalam 20 menit. Itu pun masih di bawah sejumlah ponsel Android, terutama dari pabrikan Tiongkok. Realme GT3 misalnya, sudah mendukung pengisian kabel hingga 240 watt, salah satu yang tercepat sampai sekarang.

3. Lebih panas dan lebih boros energi

Pengisian nirkabel aman dipakai, tetapi bukan yang paling ideal untuk kesehatan baterai jangka panjang. Proses transfer dayanya tidak langsung. Daya dikirim lewat medan magnet dari kumparan di charger ke kumparan di dalam ponsel, dan proses induksi itu menghasilkan panas.

Ponsel modern memang punya sistem untuk mencegah overheat. Namun paparan hangat yang berulang dalam durasi lama tetap bisa mempercepat penurunan kapasitas baterai. Lama-lama baterai jadi lebih cepat habis dan lebih sering minta diisi ulang. Ini juga alasan kenapa melepas casing saat mengisi daya nirkabel sering disarankan, karena casing setipis apa pun tetap menahan panas.

Ada faktor efisiensi juga. Menurut penjelasan dari merek charger Anker, pengisian nirkabel umumnya hanya beroperasi di kisaran efisiensi 70 persen. Artinya sekitar 30 persen energi hilang menjadi panas selama transfer. Pengisian lewat kabel jauh lebih efisien, energi yang terbuang hanya sekitar 5 sampai 10 persen.

Bukan buruk, tinggal soal konteks pakainya

Ketiganya memang kekurangan yang nyata, tetapi bukan berarti pengisian nirkabel jadi buruk. Kalau Anda butuh isi daya secepat mungkin sebelum keluar rumah, atau ingin konsumsi listrik lebih efisien, kabel jelas lebih masuk akal. Tetapi untuk di meja kerja, di samping laptop, atau di nakas sebelum tidur, kepraktisan tinggal taruh tanpa colok itu memang punya tempatnya sendiri.

Kuncinya paham penggunaannya. Posisikan ponsel tepat di tengah pad, lepas casing tebal kalau bisa, dan jangan andalkan pengisian nirkabel sebagai satu-satunya cara mengisi daya.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua