TeknologiArtikel

Aplikasi Android Wajib Lebih Hemat Memori di Tengah Krisis Chip Global

Redaksi Intarta

Oleh

Aplikasi Android Wajib Lebih Hemat Memori di Tengah Krisis Chip Global
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Masalah klasik memori ponsel yang cepat penuh sepertinya bakal sedikit teratasi. Google baru saja mengumumkan persyaratan terbaru yang mewajibkan seluruh pengembang aplikasi Android untuk lebih fokus mengurangi penggunaan memori aplikasi mereka.

Kebijakan ini muncul di tengah krisis kekurangan memori chip global, yang sebagian besar dipicu oleh perkembangan pusat data AI yang kian masif, kondisi yang membuat komponen memori jadi lebih langka dan mahal. Dikutip dari TechCrunch, Jumat (28/8/2026), Google menetapkan sejumlah ambang batas kinerja baru yang harus dipatuhi pengembang, mencakup dua area utama: penggunaan memori dinamis, yaitu memori yang dipakai aplikasi secara aktif saat berjalan, dan penggunaan bitmap, yaitu data gambar yang biasanya cukup boros memori jika tidak dikelola dengan baik.

Baca Juga:Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Selain batasan konsumsi memori, Google juga mensyaratkan pengembang melakukan pengoptimalan kode program mereka. Tujuannya sederhana: mencegah aplikasi mengalami perlambatan atau bahkan crash akibat kinerja yang tidak efisien.

Alat Bantu untuk Pengembang

Untuk membantu para pengembang memenuhi standar baru ini, Google turut menyiapkan sejumlah perangkat pendukung. Salah satunya adalah sistem peringatan otomatis yang akan memberi tahu pengembang jika aplikasi buatan mereka melampaui ambang batas memori yang ditetapkan, sehingga mereka bisa segera mengambil tindakan perbaikan.

Baca Juga:Peringatan Serangan Palsu Mengguncang Aplikasi Siaga, Warga Diminta Tetap Tenang

Lebih banyak alat diagnostik lain juga dijanjikan akan hadir menjelang akhir 2026. Salah satu yang paling menarik adalah fitur bernama Pembatas Memori (Memory Limiter), yang berfungsi mencegah sebuah aplikasi mengonsumsi memori perangkat secara berlebihan.

Alasan di Balik Kebijakan Ini

Menurut Google, tujuan utama dari persyaratan baru ini adalah membantu pengembang aplikasi dan game Android memberikan pengalaman pengguna yang tetap berkualitas, meski di tengah kondisi pasar memori yang semakin terbatas, terutama bagi perangkat kelas bawah, di mana faktor harga menjadi pertimbangan utama konsumen saat membeli ponsel.

Para pengembang aplikasi diberi waktu untuk menyesuaikan diri dengan ambang batas baru ini hingga Februari 2027 mendatang.

Dengan kebijakan ini, pengguna Android, khususnya pemilik ponsel kelas menengah ke bawah yang biasanya punya memori terbatas, berpotensi merasakan pengalaman penggunaan aplikasi yang lebih lancar, tanpa harus terus-menerus menghapus data demi menyisakan ruang penyimpanan.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua