Chip Baru Intel Siap Tantang Dominasi AMD di PC Genggam
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Selama bertahun-tahun, pasar PC genggam nyaris identik dengan satu nama: chip AMD. Mulai dari Steam Deck hingga ROG Ally, semuanya mengandalkan prosesor kubu merah. Intel praktis tidak pernah masuk dalam pembicaraan itu. Kehadiran chip baru bernama Arc G3 Extreme tampaknya mulai mengubah keadaan tersebut.
Jurnalis Digital Trends, Varun Mirchandani, pertama kali melihat chip ini secara langsung di ajang Computex 2026, terpasang pada perangkat awal seperti MSI Claw 8 EX AI+ dan Acer Predator Atlas 8. Namun ia sendiri mengakui, melihat demo di lantai pameran sangat berbeda dengan memakainya untuk beban kerja nyata. Kesempatan pembuktian itu baru datang setelah MSI mengirimkan unit produksi MSI Claw untuk diuji, meski waktunya cukup singkat.
Baca Juga:Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan BesarDirancang Khusus untuk Genggaman, Bukan Chip Laptop yang Diperkecil
Yang membedakan Arc G3 Extreme dari chip Intel sebelumnya adalah pendekatannya. Chip ini tidak mengambil chip laptop lalu memaksanya masuk ke bodi kecil, melainkan dirancang sejak awal khusus untuk perangkat gaming genggam, lengkap dengan pengaturan daya yang disesuaikan untuk pemakaian portabel.
Di dalamnya terdapat GPU Arc B390 berbasis arsitektur Xe3, dengan 12 Xe-core, dukungan ray tracing berbasis perangkat keras, dan kemampuan komputasi hingga 113 TOPS untuk beban kerja INT8, angka yang biasa dipakai mengukur performa pemrosesan AI. Chip ini juga membawa 14 core CPU, NPU atau unit khusus pemrosesan AI, serta dukungan memori hingga LPDDR5X-8533.
Baca Juga:Dukungan Penuh untuk Bos Raksasa Chip di Tengah Laporan Plot SpionaseDetail semacam ini penting karena di dunia handheld gaming, segalanya soal perebutan watt. Daya yang tersedia terbatas, dan setiap watt yang dipakai CPU otomatis menjadi watt yang tidak bisa dipakai GPU. Intel memilih pendekatan yang lebih berat ke sisi grafis lewat Arc G3 Extreme, dan menurut penilaian Mirchandani setelah mengujinya, pendekatan itu akhirnya berhasil.
Hasil Uji pada Daya 35W
Ada satu catatan penting sebelum masuk ke angka: karena waktu pengujian terbatas, seluruh benchmark sintetis dan gaming hanya dilakukan pada pengaturan performa 35W. Hasil ini belum bisa dianggap gambaran menyeluruh soal perilaku chip di level daya lain, melainkan potret performanya ketika diberi jatah daya yang cukup longgar.
Pada pengujian sintetis, skornya antara lain Cinebench 2026 MT 3646, GeekBench 6 MT 14173, 3DMark Time Spy 7098, dan 3DMark Night Raid 44355. Menurut Mirchandani, hasil di 35W ini terbilang mengesankan, dan di seluruh pengujian sintetis, performa yang ditunjukkan Arc G3 Extreme belum pernah ia lihat dari handheld bertenaga Intel sebelumnya. CPU-nya sendiri sudah cukup mumpuni untuk performa setara laptop, tetapi bintang utamanya justru GPU Arc B390.
Di pengujian gim, hasilnya juga menarik. Forza Horizon 6 berjalan rata-rata 69 FPS pada preset Medium dengan XeSS-SR Quality, Cyberpunk 2077 mencapai 153 FPS pada preset Medium dengan XeSS 2.0 Balanced dan Frame Gen, Black Myth Wukong 105 FPS pada preset Medium, dan Baldur's Gate 3 51 FPS pada preset Ultra tanpa upscaler. Berdasarkan hasil itu, Mirchandani menilai gaming 1080p benar-benar layak dilakukan di perangkat genggam, dan yang lebih penting, performa native-nya sudah cukup kuat tanpa harus terus-menerus mengandalkan teknologi upscaling. Teknologi XeSS 3 disebutnya hanya memberi ruang tambahan di judul yang mendukung.
Ia juga menyebut performa Arc G3 Extreme secara konsisten unggul dibanding Ryzen Z2 Extreme milik AMD dalam pengujian gaming yang ia lakukan. Perlu digarisbawahi, ini kesimpulan dari pengujian satu jurnalis dalam satu sesi terbatas, bukan hasil pengujian laboratorium independen berskala besar.
Bukan Cuma Kencang, Efisiensi Juga Diuji
Performa tinggi di 35W itu penting, tetapi menurut Mirchandani, pertanyaan yang lebih sulit adalah bagaimana performa chip ini saat jatah dayanya diturunkan. Karena keterbatasan waktu, ia tidak sempat menyusun rangkaian benchmark lengkap di level 17W, 20W, atau 25W.
Sebagai gantinya, ia mencoba pendekatan yang lebih mendekati pengalaman gamer sehari-hari: mengaktifkan mode Endurance dan memainkan Sleeping Dogs selama beberapa jam. Hasilnya, ia mendapat lebih dari empat jam waktu bermain terus-menerus, tanpa membuat pengalaman bermainnya terasa dikompromikan. Menurutnya, ini menunjukkan chip yang sama, yang mampu memberi performa tinggi di 35W, ternyata juga bisa diturunkan ke mode hemat baterai tanpa kehilangan kualitas pengalaman bermain secara signifikan.
Satu hal lain yang ia soroti adalah perilaku perangkat saat standby. Menurutnya, konsumsi daya MSI Claw saat idle nyaris tidak terasa selama pengujian. Ditinggal dalam mode tidur semalaman, baterainya nyaris tidak berkurang saat dibuka kembali keesokan harinya.
Ada beberapa hal yang perlu ditimbang sebelum menyimpulkan Intel sudah sepenuhnya unggul di segmen ini. Ryzen Z2 Extreme milik AMD sudah lebih dulu meluncur sekitar setahun sebelumnya, yang berarti Intel punya cukup waktu mempelajari pasar handheld dan menyempurnakan driver-nya. Perangkat generasi pertama yang memakai Arc G3 Extreme juga disebut cukup mahal, sehingga belum akan langsung menggantikan posisi Steam Deck atau ROG Ally sebagai pilihan mainstream dalam waktu dekat.
Meski begitu, menurut penilaian Mirchandani, harga perangkat tidak mengubah fakta soal apa yang berhasil dicapai Intel dari sisi silikonnya sendiri. Ia menyimpulkan Intel akhirnya benar-benar hadir di segmen handheld gaming, dengan performa yang cukup untuk bersaing di level atas melawan AMD, sekaligus efisiensi yang membuat performa itu tetap berguna saat perangkat dipakai jauh dari charger. Pengujian yang lebih menyeluruh di berbagai level daya dan dari sumber independen lain akan memberikan gambaran yang lebih lengkap soal seberapa konsisten performa Arc G3 Extreme dalam pemakaian jangka panjang.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Dukungan Penuh untuk Bos Raksasa Chip di Tengah Laporan Plot Spionase

Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Celah Kritis PHP Ditemukan Lewat Kecerdasan Buatan, Sejumlah Negara Tutup Situs Pemerintah

Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Pengen Kaya Saja Tidak Cukup: Lima Alasan Banyak Orang Gagal Meski Sudah Kerja Keras
Berita Terkini
Lihat Semua
Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Pengurus Ungkap Detik-detik Penggeledahan Dini Hari yang Bikin Santriwati Ketakutan

