PolitikBerita

Hasil Pemilu Terbelah Tipis, Perebutan Kursi Pemerintahan Masih Terbuka

R

Oleh

Hasil Pemilu Terbelah Tipis, Perebutan Kursi Pemerintahan Masih Terbuka
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

SELANDIA BARU - INTARTA.com - Pemilihan umum di Selandia Baru berakhir tanpa pemenang yang jelas pada Sabtu malam, setelah penghitungan lebih dari 95 persen suara menunjukkan dua partai terbesar berjalan beriringan dengan selisih yang sangat tipis.

Partai Nasional yang berkuasa dan Partai Buruh yang menjadi oposisi sama-sama meraih suara di bawah 30 persen. Partai Nasional unggul tipis dengan selisih sekitar 3.500 suara atas Partai Buruh pada penghitungan akhir Sabtu malam.

Baca Juga:Suara Pemilih Berbalik, Penguasa Kehilangan Pijakan di Parlemen

Perdana Menteri Christopher Luxon, yang memimpin Partai Nasional, menyatakan partainya kembali menjadi partai terbesar di parlemen dan memiliki jalan untuk membentuk pemerintahan berikutnya. "Partai kami sekali lagi menjadi partai terbesar di parlemen, dan kami memiliki jalan untuk membentuk pemerintahan berikutnya," kata Luxon kepada para pendukungnya.

Koalisi yang kini berkuasa, Partai Nasional bersama ACT yang pro-bisnis dan New Zealand First yang populis sayap kanan, diproyeksikan meraih total 67 kursi, mayoritas yang sangat tipis di parlemen.

Pemimpin Partai Buruh Chris Hipkins mengatakan para politisi harus mencari titik temu setelah hasil menunjukkan tidak ada pihak yang bisa membentuk mayoritas sendiri. "Selandia Baru sudah bersuara. Mungkin perlu sedikit waktu lagi untuk memahami persis apa yang telah kalian sampaikan," ujar Hipkins. "Parlemen kita berikutnya akan menuntut kita semua berkompromi, bekerja sama, dan menemukan titik temu."

Baca Juga:Partai Buruh Siap Pasang Badan Kawal Pemerintahan hingga 2029

Suara Khusus Bisa Mengubah Peta Kursi

Kepastian masih harus menunggu penghitungan suara khusus, termasuk suara warga yang tinggal di luar negeri, yang akan dihitung selama tiga minggu ke depan. Suara-suara itu selama tiga pemilu terakhir cenderung menguntungkan partai-partai kiri dan pernah menggeser hasil awal. Hasil resmi final dijadwalkan diumumkan pada 27 November.

Bila kubu kanan gagal mempertahankan mayoritas tipisnya, Partai Opportunity yang berhaluan tengah bisa menjadi penentu. Partai itu diproyeksikan meraih tujuh kursi setelah melewati ambang batas lima persen untuk pertama kalinya sejak didirikan pada 2017. Luxon sebelumnya sudah menegaskan tidak akan bekerja sama dengan Partai Opportunity.

Parlemen juga diproyeksikan membengkak menjadi 130 kursi karena kelebihan kursi dapil, menjadikannya parlemen terbesar dalam sejarah Selandia Baru yang biasanya berisi 120 kursi.

Sistem Pemilu Dua Suara dan Dampaknya ke Indonesia

Selandia Baru memakai sistem proporsional campuran: setiap pemilih mencoblos dua pilihan, satu untuk partai dan satu untuk calon di daerah pemilihannya. Sistem itu membuat perolehan kursi mengikuti suara partai secara nasional, berbeda dengan sistem di Indonesia yang memakai daftar calon legislatif per daerah pemilihan.

Ketidakpastian hasil ini ikut ditunggu ribuan warga Indonesia yang belajar dan bekerja di Selandia Baru, sebab arah kebijakan imigrasi dan ketenagakerjaan pemerintahan berikutnya akan ditentukan oleh koalisi yang terbentuk. Hubungan dagang kedua negara, termasuk ekspor produk Indonesia ke pasar Selandia Baru, juga menunggu kepastian siapa yang memegang kendali pemerintahan. Selama tiga minggu ke depan, negosiasi koalisi menjadi penentu, dan suara khusus yang belum dihitung bisa membalikkan keadaan.

Pemilu kali ini berlangsung di tengah harga kebutuhan pokok yang tinggi dan tingkat pengangguran tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Pemungutan suara sudah dibuka sejak 26 Oktober, dan hampir 1,7 juta dari 3,8 juta pemilih yang berhak sudah mencoblos pada Kamis lalu. Pada hari pemungutan suara, undang-undang setempat melarang peliputan media dan kampanye politik.

Sumber: DW News

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…