Gelombang Kemenangan Oposisi Mengubah Peta Kekuasaan dan Membuat Jalan Pemerintahan Makin Terjal
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
WASHINGTON - INTARTA.com - Hasil awal pemilihan paruh waktu menunjukkan pukulan telak bagi kubu penguasa. Sejumlah media memproyeksikan kemenangan oposisi di DPR, sementara menurut hitungan kantor berita AP, oposisi sudah mengamankan empat kursi tambahan yang dibutuhkan untuk merebut mayoritas di Senat.
Gelombang itu tidak datang dari satu daerah saja. Kemenangan demi kemenangan diumumkan sepanjang malam pemungutan suara, dari kursi Senat hingga kursi gubernur, dan sebagian besar di antaranya mematahkan dominasi panjang kubu lawan di wilayah tersebut.
Baca Juga:Suara Pemilih Berbalik, Penguasa Kehilangan Pijakan di ParlemenKemenangan Bersejarah di Sejumlah Kursi Kunci
Di Kansas, Adam Hamilton mengalahkan petahana dari Partai Republik, Roger Marshall. Menurut proyeksi CNN dan NBC News, Hamilton, seorang pendeta Methodist, menjadi Demokrat pertama yang memenangi kursi Senat Kansas sejak 1932.
Di Texas, James Talarico memenangi kursi Senat setelah mengalahkan Jaksa Agung Ken Paxton, sekutu dekat Presiden Donald Trump, menurut proyeksi NBC News dan CBS News. Kemenangan itu digambarkan sebagai pukulan besar bagi kubu Republik.
Baca Juga:Pertarungan Sengit Memperebutkan Kendali Parlemen di Tengah Penilaian atas PresidenDi Ohio, dokter kesehatan masyarakat Amy Acton mencatat kemenangan mengejutkan untuk kursi gubernur. Ia mengalahkan Vivek Ramaswamy, miliarder bioteknologi yang didukung Trump, meski lebih dari 100 juta dolar digelontorkan untuk melawannya. Acton menjadi Demokrat pertama yang memenangi kursi itu dalam 20 tahun dan perempuan pertama yang pernah terpilih sebagai gubernur Ohio. Ia berkampanye dengan isu keterjangkauan hidup dan akses layanan kesehatan, dengan latar masa kecil yang sulit, termasuk sempat tinggal di tenda selama satu musim dingin.
Di Georgia, Jon Ossoff berhasil mempertahankan kursinya di Senat. Dalam pidato kemenangannya, ia menyebut hasil pemilu itu sebagai penolakan rakyat terhadap apa yang ia sebut sebagai kegagalan presiden yang sedang menjabat. Georgia juga mencatat sejarah lain: Keisha Lance Bottoms menjadi perempuan kulit hitam pertama yang terpilih sebagai gubernur negara bagian itu setelah mengalahkan pengusaha Rick Jackson. Bottoms, mantan wali kota Atlanta, menang meski tertinggal jauh dalam belanja kampanye, karena Jackson memakai lebih dari 200 juta dolar dari kekayaannya sendiri. Ia menjadi Demokrat pertama yang memenangi kursi gubernur Georgia sejak 1998.
Kemenangan oposisi juga terjadi di DPR. Bob Brooks, presiden serikat pemadam kebakaran Pennsylvania, mengalahkan anggota DPR Ryan Mackenzie. Di New Jersey, Rebecca Bennett mengalahkan Tom Kean, anggota DPR Republik yang dinilai paling rentan di negara bagian itu. Sementara itu, dokter anak Annie Andrews menang tipis atas Darline Graham, yang sempat mengisi kursi Senat peninggalan mendiang kakaknya.
Suara Pemilih dan Isyarat dari Gedung Putih
Partisipasi pemilih terbilang tinggi. Lebih dari 59 juta orang sudah memberikan suara sebelum hari pemungutan suara, menurut analisis AP, melampaui jumlah pemilih awal pada 2022. Pemilihan kali ini juga diwarnai sederet tonggak bersejarah, termasuk terpilihnya gubernur perempuan kulit hitam pertama dan senator laki-laki gay pertama yang terbuka, dengan kemungkinan tonggak lain yang masih menunggu hasil akhir.
Menanggapi hasil yang merugikan kubunya, Presiden Donald Trump menyatakan partainya sebenarnya akan menang telak seandainya ia sendiri yang maju. Melalui platform Truth Social, ia menulis bahwa ia tidak ada di surat suara, dan jika ia ada, partainya akan menang telak. Gedung Putih sendiri digambarkan bersikap menantang, memperingatkan oposisi untuk bersiap, sambil menyalahkan sejumlah kandidat dari kubunya sendiri.
Di sisi lain, proses penghitungan tidak sepenuhnya mulus. Gangguan pada mesin pemindai suara diperkirakan menunda penghitungan di satu daerah pemilihan yang kompetitif di New York hingga hari berikutnya. Mahkamah Agung juga menolak upaya agar California mengesampingkan 20.000 surat suara pos dari orang-orang yang diklaim pemerintah bukan warga negara.
Bagi pembaca di Indonesia, pergeseran peta kekuasaan ini bukan sekadar kabar dari jauh. Ketika kendali legislatif berpindah tangan, agenda presiden yang sedang menjabat — mulai dari kebijakan perdagangan, anggaran, hingga arah kerja sama internasional — akan menghadapi pengawasan dan hambatan yang jauh lebih kuat. Perubahan semacam itu kerap merembet ke mitra dagang dan pasar global, termasuk Indonesia, lewat ketidakpastian kebijakan, pergerakan nilai tukar, dan negosiasi dagang yang bisa melambat atau berubah arah.
Isu yang menggerakkan pemilih kali ini pun terasa dekat: biaya hidup dan akses layanan kesehatan. Kampanye yang menekankan keterjangkauan dan pelayanan dasar terbukti mampu menembus kantong-kantong pemilih yang sebelumnya sulit diraih, sebuah pelajaran yang berlaku di mana pun, termasuk dalam percakapan publik di Indonesia tentang harga, pekerjaan, dan layanan publik. Langkah berikutnya yang patut diikuti adalah pengumuman hasil resmi di daerah-daerah yang masih ketat, susunan akhir kedua kamar legislatif, dan bagaimana presiden serta oposisi menyusun ulang strategi mereka menghadapi dua tahun terakhir masa pemerintahan ini.
Sumber: France 24
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Suara Pemilih Berbalik, Penguasa Kehilangan Pijakan di Parlemen

Pertarungan Sengit Memperebutkan Kendali Parlemen di Tengah Penilaian atas Presiden

Obama Kecam Kekejaman dan Korupsi Era Trump di Depan Pendukung Demokrat Ohio

Pemilu Israel Buntu: Blok Netanyahu Unggul Tipis, Mayoritas Masih Jauh dari Genggaman

Hasil Sementara Pemilu Israel: Tak Ada Blok yang Raih Mayoritas, Netanyahu dan Lawan Imbang

Bantuan Miliaran Dolar Itu Bakal Berhenti di Akhir Tahun, Ini Alasannya
Berita Terkini
Lihat Semua
Suara Pemilih Berbalik, Penguasa Kehilangan Pijakan di Parlemen

Bantuan Miliaran Dolar Itu Bakal Berhenti di Akhir Tahun, Ini Alasannya

Ketika Kekayaan Raksasa Mengancam Demokrasi, Sejarawan Ingatkan Bahaya Baru

Pertarungan Sengit Memperebutkan Kendali Parlemen di Tengah Penilaian atas Presiden








