Ucapan Selamat yang Mengejutkan Setelah Kekalahan di Pemilu Sela
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
WASHINGTON - INTARTA.com - Donald Trump menyampaikan pujian yang jarang terdengar kepada rival politiknya setelah Partai Demokrat merebut kendali Kongres dalam pemilu sela. Dalam wawancara telepon dengan Fox News, ia mengucapkan selamat kepada Demokrat dan menilai mereka telah bekerja dengan baik, sebuah nada yang sangat berbeda dari retorika kampanye yang selama ini keras terhadap lawan-lawannya.
Trump mengakui bahwa perang yang berlarut-larut di Iran mungkin ikut berperan dalam kekalahan partainya. Namun, presiden berusia 80 tahun itu menolak memikul tanggung jawab pribadi atas hasil tersebut. Ia justru menegaskan tidak memandangnya sebagai pukulan terhadap dirinya, dan menyebut Demokrat sudah menanti momen ini selama 11 tahun hingga akhirnya berhasil.
Baca Juga:Suara Pemilih Berbalik, Penguasa Kehilangan Pijakan di ParlemenBerbeda dengan sikapnya saat kalah pada pemilu presiden 2020, kali ini Trump menyatakan menerima hasil pemungutan suara dan siap bekerja sama dengan Demokrat yang kini menguasai legislatif. Ia menyebut ada banyak hal yang bisa dikerjakan bersama. Pada saat yang sama, ia mengingatkan tetap siap menggunakan hak veto terhadap rancangan undang-undang Demokrat yang tidak disetujuinya, bahkan menyindir bisa mengembalikan 50 rancangan sekaligus dengan stempel penolakan.
Perang dan Harga Minyak Membebani Pemilih
Survei dan pemberitaan yang dikutip dalam bahan menyebut perang serta kenaikan harga minyak sangat tidak populer di mata pemilih. Trump mengakui sebagian hasil pemilu dipengaruhi faktor itu, meski ia tetap membela pentingnya langkah yang telah diambilnya terkait Iran. Nada damai itu tidak berlanjut ke internal partainya sendiri.
Baca Juga:Pertarungan Sengit Memperebutkan Kendali Parlemen di Tengah Penilaian atas PresidenSepanjang kampanye, Trump berulang kali meminta para kandidat Republik untuk berpura-pura seolah dirinya ada di surat suara. Setelah hasil keluar, ia justru menulis di Truth Social bahwa dirinya tidak ada di surat suara, dan menegaskan bila dirinya ikut bertanding, partainya akan menang telak. Ia juga mengumumkan akan menjadi semacam komentator politik untuk mengurai alasan kekalahan Republik.
Sorotan Tajam ke Rekan Separtai
Sasaran pertama adalah Gubernur Texas Greg Abbott, yang kalah dari Demokrat Gina Hinojosa. Trump menyebut Abbott telah menjadi RINO, singkatan untuk Republican In Name Only atau Republik hanya dalam nama, dan menilai kekalahan itu tidak akan terjadi bila Abbott tidak berubah sikap. Sejumlah kandidat lain yang dipilih dan didukung langsung oleh Trump, termasuk yang ia datangi dalam kampanye keliling, juga tumbang.
Gedung Putih ikut mempertanyakan kualitas para kandidat. Seorang pejabatnya menyebut Trump justru lebih baik dalam mempromosikan banyak kandidat ketimbang para kandidat itu sendiri dalam memperjuangkan diri mereka. Di dalam Gedung Putih, suasana pada malam penghitungan digambarkan tegang, dengan para staf menyantap makanan pesan antar dari restoran Cheesecake Factory di ruang East Room yang mewah, sebuah sindiran balasan atas komentar mantan presiden Barack Obama soal renovasi Gedung Putih.
Pertanyaan besar kini adalah bagaimana Trump menjalani dua tahun terakhir masa jabatan keduanya sebagai presiden yang kehilangan dukungan mayoritas legislatif. Gedung Putih memberi isyarat ia tidak akan diam: ada spekulasi luas bahwa ia bisa melanjutkan aksi militer besar terhadap Teheran, meski pemilih jelas tidak menyukai perang itu. Seorang pejabat Gedung Putih bahkan memperingatkan para pemilih Demokrat akan menyesal ketika harga bahan bakar turun setelah konflik terselesaikan, sementara mereka tetap berhadapan dengan daftar legislator liberal ekstrem, dan menambahkan bahwa tekad Trump menghentikan kubu kiri radikal justru akan semakin kuat.
Bagi pembaca di Indonesia, pergantian kendali legislatif di negara adidaya itu bukan sekadar drama politik jauh. Kebijakan luar negeri, anggaran pertahanan, dan arah perang akan memengaruhi harga minyak dunia, pasar keuangan global, serta biaya energi dan logistik yang pada akhirnya bisa terasa sampai ke harga barang di dalam negeri. Karena itu, langkah berikutnya di Kongres yang baru, terutama soal anggaran, sanksi, dan kebijakan energi, layak diikuti: setiap perubahan nada dari Washington dapat mengubah sentimen pasar dalam hitungan hari, dan parlemen yang kini dikuasai Demokrat memiliki daya tawar nyata untuk menahan atau mengubah agenda presiden.
Sumber: France 24
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Suara Pemilih Berbalik, Penguasa Kehilangan Pijakan di Parlemen

Pertarungan Sengit Memperebutkan Kendali Parlemen di Tengah Penilaian atas Presiden

Gelombang Biru Membalik Peta Kekuasaan di Senat

Obama Kecam Kekejaman dan Korupsi Era Trump di Depan Pendukung Demokrat Ohio

Gelombang Kemenangan Oposisi Mengubah Peta Kekuasaan dan Membuat Jalan Pemerintahan Makin Terjal

Ketika Kekayaan Raksasa Mengancam Demokrasi, Sejarawan Ingatkan Bahaya Baru
Berita Terkini
Lihat Semua
Pintu Pendaftaran Ulang Dibuka bagi Pemilih yang Namanya Terhapus


Gelombang Kemenangan Oposisi Mengubah Peta Kekuasaan dan Membuat Jalan Pemerintahan Makin Terjal

Suara Pemilih Berbalik, Penguasa Kehilangan Pijakan di Parlemen


