TeknologiArtikel

Jangan Abaikan 5 Layar Merah Bahaya Ini di HP Android

Redaksi Intarta

Oleh

Jangan Abaikan 5 Layar Merah Bahaya Ini di HP Android
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Google kembali mengingatkan pemilik HP Android soal satu kebiasaan yang sering dianggap sepele: mengabaikan layar peringatan berwarna merah saat browsing. Notifikasi itu muncul dari sistem keamanan Google Safe Browsing. Fungsinya mendeteksi situs yang terindikasi mencuri data, memalsukan identitas, atau menyisipkan program jahat. Masalahnya, banyak pengguna memilih menekan opsi lanjutkan karena merasa situs tujuan masih bisa dibuka. Padahal peringatan tersebut adalah pertahanan terakhir sebelum data pribadi berpindah tangan.

Dalam laman bantuannya, Google menulis bahwa pengguna akan melihat peringatan jika konten yang ingin dilihat berbahaya atau menipu, dan situs-situs ini sering disebut situs phishing atau malware. Risikonya bukan sekadar iklan mengganggu. Situs jenis ini dapat mencuri password, mengakses mobile banking, hingga menjual data pribadi ke pihak lain.

Baca Juga:Ketika Kecerdasan Buatan Membongkar Celah Keamanan di Jantung Internet

Arti 5 Peringatan yang Paling Sering Muncul

1. The site ahead contains malware. Sistem mendeteksi situs akan memasang software jahat ke HP atau laptop. Begitu masuk, malware bisa merekam ketikan password hingga mengunci file.
2. Deceptive site ahead. Ini ciri utama situs phishing. Tampilannya dibuat mirip bank, dompet digital, atau login Instagram. Tujuannya satu, memancing pengguna memasukkan username dan password asli.
Baca Juga:IUCN Peringatkan: 96 Persen Terumbu Karang Dunia Terancam Runtuh pada 2075
3. Suspicious site. Aktivitas situs dinilai tidak wajar dan masuk daftar mencurigakan. Google belum memvonis berbahaya, tetapi polanya mirip situs penipuan yang pernah dilaporkan.
4. The site ahead contains harmful programs. Pengguna akan dijebak untuk mengunduh program yang merusak. Contohnya aplikasi pembersih palsu yang justru memperlambat HP dan menyedot kuota.
5. This page is trying to load scripts from unauthenticated sources. Situs yang dibuka mencoba menjalankan skrip dari pihak yang tidak terverifikasi. Celah ini yang kerap dimanfaatkan peretas untuk menyusup tanpa perlu pengguna mengeklik apa pun.

Sideloading Juga Jadi Sorotan

Ancaman tidak hanya dari situs. Kebiasaan memasang aplikasi dari luar Play Store atau sideloading APK juga jadi sorotan. CEO Google Sundar Pichai dalam sejumlah kesempatan, termasuk saat memberi kesaksian di persidangan antimonopoli, menyebut sideloading membuat perangkat lebih rentan malware. Pasalnya, aplikasi di luar Play Store tidak melewati pemindaian Play Protect berlapis.

Berbeda dengan Apple yang menutup total sideloading di iPhone, Google memang masih mengizinkan. Namun izin tersebut datang dengan risiko yang harus ditanggung pengguna sendiri. Kondisi ini relevan di Indonesia. Sideloading masih marak karena alasan aplikasi berbayar, game MOD, atau aplikasi streaming ilegal yang tidak ada di toko resmi. Sekali terpasang, malware bisa langsung menguras saldo e-wallet, m-banking, bahkan mencuri foto KTP yang tersimpan di galeri.

Jika layar merah itu muncul, jangan pilih details lalu visit this unsafe site. Langsung tutup tab. Pastikan Google Chrome dan Google Play Protect selalu dalam versi terbaru dan aktif. Untuk aplikasi, biasakan hanya unduh dari Play Store. Jika terpaksa harus dari luar, periksa izin yang diminta. Waspadai aplikasi pemutar video yang meminta akses SMS, kontak, dan aksesibilitas. Itu adalah tanda bahaya.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua