RagamArtikel

Kenapa Pindah Kursi di Pesawat Sepi Bisa Dilarang Pramugari

Redaksi Intarta

Oleh

Kenapa Pindah Kursi di Pesawat Sepi Bisa Dilarang Pramugari
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Pernah naik pesawat yang penumpangnya cuma separuh, lalu mata langsung tertuju ke satu baris kosong di belakang yang kelihatannya nyaman buat selonjoran? Wajar kalau langsung kepikiran pindah. Tapi jangan buru-buru geser tas dan bantal leher. Banyak yang tidak sadar, permintaan sesederhana itu kadang ditolak pramugari, bahkan saat pesawatnya jelas-jelas lengang. Alasannya bukan soal aturan yang dibuat-buat atau pramugari yang sedang galak. Ini soal keseimbangan berat pesawat, dan ternyata memang ada hitungannya.

Keseimbangan Berat Menentukan Keselamatan

Baca Juga:Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Saat pesawat lepas landas, distribusi berat di dalamnya harus berada dalam kondisi optimal supaya penerbangan tetap aman. Normalnya, keseimbangan ini dijaga lewat kombinasi berat penumpang, bagasi, kargo, dan bahan bakar. Masalahnya, semakin sedikit penumpang dan barang di pesawat, semakin ketat pula keseimbangan itu harus dijaga. Itu sebabnya, dalam beberapa kasus, pramugari justru meminta penumpang pindah dari kursi yang sudah dipilih, bukan sebaliknya, demi menciptakan keseimbangan yang lebih baik. Jadi kalau pernah diminta geser tempat duduk padahal sudah pilih kursi sendiri sebelumnya, kemungkinan besar itu alasannya. Sebelum terbang, awak kabin memang kerap melakukan pengecekan berat dan keseimbangan pesawat. Kalau diminta pindah demi alasan ini, jangan langsung tersinggung. Ini tidak ada hubungannya dengan berat badan secara personal, karena perhitungan berat penumpang umumnya memakai angka estimasi rata-rata, bukan berat tiap orang yang ditimbang satu per satu. Yang jadi soal justru posisi kursi itu sendiri. Di penerbangan yang sangat sepi, distribusi tempat duduk penumpang bisa membuat pesawat jadi terlalu berat di bagian ekor atau di bagian depan. Dalam kondisi ekstrem, kru bahkan bisa memakai pemberat tambahan seperti karung pasir atau balok khusus untuk meratakan bobot pesawat. Bukan sesuatu yang sering terjadi, tapi bukan hal fiktif juga.

Alasan Lain di Balik Larangan

Selain urusan keseimbangan, ada beberapa alasan lain kenapa sebaiknya tidak asal pindah kursi sebelum minta izin ke pramugari. Pertama, proses boarding belum tentu benar-benar selesai. Bisa saja ada penumpang yang datang terlambat, dan kursi kosong yang diincar itu ternyata memang sudah jadi jatah orang lain. Kedua, kursi kosong yang terlihat menggoda itu belum tentu setara dengan kursi yang ditempati sekarang. Bisa jadi itu kursi kelas harga yang lebih mahal, misalnya yang punya ruang kaki ekstra. Kalau tidak membayar untuk fasilitas itu, ya otomatis memang belum berhak duduk di sana. Ketiga, soal tukar kursi dengan penumpang lain. Ini sebenarnya kadang tetap diperbolehkan meski pesawat tidak penuh, tetapi tetap saja harus izin dulu ke kru kabin, bukan langsung main pindah sendiri. Kalau merasa tidak nyaman di kursi yang sekarang, opsi paling aman ya bicarakan langsung dengan pramugari. Ini juga berlaku buat penumpang yang gampang cemas saat terbang atau butuh perhatian lebih dari kru, karena biasanya kursi dekat galley jadi pilihan yang pas sebab lebih dekat dengan awak kabin. Terakhir, kalau terpisah tempat duduk dari keluarga, jangan ragu untuk menyampaikannya. Pramugari cukup sering bisa membantu mengatur ulang supaya keluarga bisa duduk berdekatan, asal diberi tahu lebih dulu. Lain kali lihat baris kosong yang menggiurkan di pesawat, boleh saja berharap. Tapi selalu minta izin dulu sebelum pindah. Selain soal keseimbangan pesawat yang memang punya dasar teknis, ada juga urusan administrasi penerbangan yang mungkin tidak terlihat dari kursi penumpang biasa.

Baca Juga:Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Ternyata Berisiko, Ini 5 Dampaknya untuk Tubuh

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua