Menyesal Pilih Jurusan? Ini Pelajaran dari Ribuan Lulusan
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Banyak mahasiswa merasa yakin jurusan yang mereka pilih akan menentukan jalan kariernya. Namun survei terbaru dari ZipRecruiter menunjukkan kenyataan yang berbeda: begitu lulus dan berhadapan dengan tagihan, tidak sedikit lulusan yang mempertanyakan kembali keputusannya.
Jurusan yang Paling Banyak Disesali
Studi yang melibatkan 1.500 lulusan universitas dan pencari kerja itu menemukan hampir tiga perempat lulusan jurnalistik merasa salah memilih jurusan. Lulusan sosiologi dan seni menyusul dengan angka 72 persen yang menyatakan penyesalan, sementara 64 persen lulusan ilmu komunikasi mengaku akan memilih jalur berbeda bila diberi kesempatan.
Kepala ekonom ZipRecruiter, Sinem Buber, menggambarkan situasi ini dengan sederhana: ketika lulusan hampir tidak mampu membayar tagihan, besaran gaji tiba-tiba menjadi jauh lebih penting daripada idealisme semata. Temuan ini menegaskan bahwa ketertarikan akademik tidak selalu berjalan seiring dengan kebutuhan pasar kerja.
Mengapa Penyesalan Itu Muncul
Kesenjangan antara harapan dan kenyataan menjadi penyebab utama. Selama kuliah, sebuah bidang studi bisa terasa sangat menarik dan bermakna secara intelektual. Namun setelah memasuki dunia kerja, pertimbangan praktis seperti gaji, ketersediaan lowongan, dan prospek jangka panjang mendadak jauh lebih dominan.
Pasar kerja pun terus berubah. Gelar yang dulu menjanjikan peluang kuat belum tentu memegang keunggulan yang sama beberapa tahun kemudian, sehingga lulusan perlu bersiap menghadapi kemungkinan penghasilan yang tidak sesuai harapan dan jalur karier yang menuntut kelenturan.
Bekal bagi Mahasiswa Masa Kini
Pelajaran terpentingnya adalah memilih jurusan dengan pendekatan yang matang dan seimbang. Selain mengikuti minat, mahasiswa sebaiknya mengasah keterampilan yang bisa diterapkan di banyak bidang, meneliti tren industri, dan membangun jaringan profesional di bidang yang mereka tuju.
Memilih jurusan bukan sekadar mengikuti gairah semata. Keputusan ini juga membutuhkan pemahaman realistis tentang pasar kerja, ekspektasi finansial, dan peluang karier jangka panjang, dan pendekatan yang informatif itulah yang menjadi investasi terbaik untuk masa depan.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kasasi Dikabulkan, Polemik Ijazah Wakil Presiden Kembali Memanas

Saham, Reksa Dana, atau Deposito: Mana yang Paling Untung untuk Pemula?

Putusan Soal Surat Keterangan Ijazah Dinilai Tak Mengubah Status Wakil Presiden

Gaji Pas-pasan, Sewa Melangit: Guru-guru Terjepit Krisis Biaya Hidup

Makan Gratis di Sekolah Ternyata Bikin Anak Makin Rajin Hadir

Ratusan Ribu Turun ke Jalan, Ratusan Ditangkap Setelah Aksi Berujung Ricuh
Berita Terkini
Lihat Semua
Pujian Tulus Sang Pelatih untuk Peraih Bola Emas Jelang Laga Besar

Usulan Donor Organ Anak Dicabut Setelah Tuai Kritik Keras

Peringatan Serangan Palsu Mengguncang Aplikasi Siaga, Warga Diminta Tetap Tenang

Dilatih Sebulan Lalu Langsung Diterjunkan, Ini Modus Perekrutan Korban Perdagangan Orang







