Putusan Soal Surat Keterangan Ijazah Dinilai Tak Mengubah Status Wakil Presiden
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Andi Azwan menanggapi putusan Mahkamah Agung yang membatalkan surat keterangan (suket) ijazah Gibran dengan sikap tenang. Menurutnya, putusan tersebut tidak mengubah status Gibran sebagai wakil presiden, karena persoalan syarat pencalonan sudah diputus secara final oleh Mahkamah Konstitusi.
Andi menjelaskan, aturan pencalonan bagi lulusan luar negeri diatur tersendiri. Ia merujuk Pasal 18 ayat 3 PKPU, yang menurutnya mengecualikan lulusan luar negeri dari keharusan menunjukkan ijazah SMA, karena mereka dapat menggunakan ijazah tertinggi, yakni S1, S2, atau S3.
Baca Juga:Polemik Ijazah Memanas, Relawan Nilai Sasaran Sebenarnya Sang PresidenPutusan MK Disebut Sudah Final dan Mengikat
Menurut Andi, keputusan Mahkamah Konstitusi pada 2024 sudah final dan mengikat. Putusan itu, katanya, diperkuat ketika permohonan diskualifikasi dari para pemohon kemudian tidak dikabulkan, sehingga Gibran tetap menjabat sebagai wakil presiden.
Ia juga membedakan jenis dokumen yang dipersoalkan. Suket, kata Andi, adalah surat keterangan, bukan surat keputusan. Karena itu, menurutnya, putusan mengenai suket tidak bisa disamakan dengan putusan mengenai undang-undang pemilihan, yang sudah selesai di tingkat konstitusi dan tidak bisa lagi digugat dengan cara yang sama.
Baca Juga:Demokrat Hormati Putusan MA, Sikap Resmi Masih DipertimbangkanSoal ijazah setara SMA, Andi menyebut pihaknya sudah membeberkan ijazah dari SD sampai S1. Ia mengatakan, dokumen setara SMA yang dimaksud adalah Advanced Diploma dari MDIS yang setara A Level, sebagaimana tercantum dalam prospektus lembaga tersebut.
Tim Kuasa Hukum Akan Mempelajari Putusan
Untuk langkah berikutnya, Andi mengatakan pihaknya belum menerima berita acara putusan tersebut. Setelah diterima dan dipelajari isinya, jawaban resmi akan disampaikan oleh tim kuasa hukum Gibran.
Ia juga menyebut masih ada jalur hukum lanjutan, termasuk peninjauan kembali dengan novum baru, selama persoalan ijazah setara SMA belum ditemukan penyelesaiannya. Namun, ia meminta semua pihak tidak terus mendesak penyiapan pengganti wakil presiden, karena menurutnya ada proses konstitusi yang harus dilalui.
Di luar perdebatan hukum, Andi mengingatkan bahwa polemik yang berlarut-larut bisa mengalihkan perhatian dari tantangan pembangunan dan geopolitik yang sedang dihadapi. Karena itu, ia menyerukan persatuan dan kesatuan, serta penghormatan terhadap hukum di atas segala kepentingan.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Polemik Ijazah Memanas, Relawan Nilai Sasaran Sebenarnya Sang Presiden

Demokrat Hormati Putusan MA, Sikap Resmi Masih Dipertimbangkan

Mahfud MD Jelaskan Makna Kata Batal dalam Putusan MA

Putusan Mahkamah Agung Perkuat Dalil Syarat Pencalonan Belum Terpenuhi

Kuasa Hukum Tegaskan Putusan Pembatalan Suket Tak Goyahkan Jabatan Wapres

Putusan Ijazah Memicu Perbedaan Sikap di Parlemen
Berita Terkini
Lihat Semua

Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

