NasionalBerita

Empat Korban Insiden Kenduri Maulid Sudah Diperbolehkan Pulang

Redaksi Intarta

Oleh

Empat Korban Insiden Kenduri Maulid Sudah Diperbolehkan Pulang
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

PIDIE - INTARTA.com - Empat dari 12 korban insiden saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pelayanan medis di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i (RSUD TAS) Beureunuen.

Dari 12 korban tersebut, satu orang meninggal dunia, tujuh masih menjalani perawatan medis, dan empat lainnya telah dipulangkan. Korban meninggal dunia adalah Abzalul Riza. Korban lainnya adalah Darul Kamal, Basri Hasan, Munawir Lam, Musliadi, Muhammad, Juanda Cut Rahman, Mutia, Martunis, Abukhari, Muhammad Rayyan (10 tahun), dan Agus Salim Ilyas (41 tahun).

Baca Juga:Penertiban Bendera Berujung Maut, Satu Warga Tewas Tertembak

Direktur RSUD TAS, dr. Kamaruzzaman, Kamis (5/11) pagi menyampaikan bahwa empat korban telah diperbolehkan pulang berdasarkan perkembangan penanganan pasien. Sementara itu, tujuh korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Dua Pasien Terakhir Masuk Malam Hari

Dua pasien terakhir yang masuk ke RSUD TAS adalah Muhammad Rayyan, laki-laki berusia 10 tahun yang tercatat masuk pukul 19.30 WIB, serta Agus Salim Ilyas, laki-laki berusia 41 tahun.

Baca Juga:Utang Rp1 Juta Berujung Maut, Tiga Orang Jadi Tersangka

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (4/11/2026), ketika masyarakat sedang mengikuti kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari. Peristiwa itu menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Penyebab Masih Menunggu Penjelasan Resmi

Informasi awal yang beredar mengaitkan ketegangan dengan persoalan pengibaran bendera Bulan Bintang. Namun, kronologi lengkap serta penyebab insiden masih membutuhkan penjelasan resmi dari pihak terkait. Pemeriksaan secara objektif diperlukan untuk mengungkap fakta kejadian sekaligus memberikan kejelasan kepada keluarga korban dan masyarakat.

Bagi keluarga korban, kabar pemulangan empat korban menjadi sedikit kelegaan di tengah duka. Namun, bagi tujuh keluarga lainnya yang masih menunggu di rumah sakit, kepastian kondisi dan perkembangan penanganan menjadi hal yang paling ditunggu. Pihak RSUD TAS menyatakan terus memberikan pelayanan medis kepada tujuh korban yang masih menjalani perawatan.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa perayaan keagamaan yang seharusnya berlangsung khidmat bisa berubah menjadi musibah bila ketegangan tidak segera diredam. Penjelasan resmi yang transparan dari pihak terkait kini menjadi kunci, agar tidak muncul spekulasi liar dan agar peristiwa serupa dapat dicegah di kemudian hari.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…