InternasionalBerita

Empat Lembaga dan Pemerintah Bersatu, Bantuan Kemanusiaan Disalurkan Lebih Tepat Sasaran

Redaksi Intarta

Oleh

Empat Lembaga dan Pemerintah Bersatu, Bantuan Kemanusiaan Disalurkan Lebih Tepat Sasaran
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

SINGAPURA - INTARTA.com - Sebuah jejaring baru bernama SG for Humanity resmi diluncurkan untuk memperkuat penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak krisis kemanusiaan di Gaza. Jejaring ini mempertemukan pemerintah, empat lembaga kemanusiaan, dan masyarakat luas agar bantuan yang terkumpul benar-benar sampai ke tangan keluarga yang paling membutuhkan.

Peluncuran dilakukan pada Kamis (5/11/2026) oleh Pejabat Menteri Urusan Muslim Zaqy Mohamad, Menteri Negara Zhulkarnain Abdul Rahim, serta Baey Yam Keng. Kementerian Kebudayaan, Masyarakat, dan Pemuda (MCCY) akan memfasilitasi jejaring ini dengan menggandeng empat mitra awal, yaitu Humanity Matters, Mercy Relief, Rahmatan Lil Alamin Foundation, dan Palang Merah Singapura.

Baca Juga:Serangan Mematikan Hancurkan Harapan Damai Usai Gencatan Senjata Terpanjang Berakhir

Menjawab Masalah Penyaluran di Ujung Akhir

Menurut Zaqy, persoalan terbesar bukan sekadar mengumpulkan dana, melainkan memastikan bantuan tiba di ujung akhir. "Bukan hanya soal mengumpulkan dana atau barang. Kami ingin bekerja sama dengan mitra di luar negeri agar keluarga dan anak-anak yang paling membutuhkan benar-benar mendapatkan bantuan," ujarnya. Selama ini tenaga medis pun sempat menanyakan wadah untuk ikut misi kemanusiaan, tetapi belum ada platform resmi yang didukung pemerintah.

Keempat lembaga membawa keunggulan masing-masing, mulai dari layanan medis, pengolahan air, bantuan pangan, hingga klinik berjalan. Pemerintah berperan mengoordinasikan kerja sama dengan mitra luar negeri yang diakui serta membantu mengurus persyaratan regulasi dan keamanan di negara tempat mereka beroperasi. Sejak Oktober 2023, pemerintah, lembaga, dan masyarakat Singapura telah menyumbangkan bantuan lebih dari 25 juta dolar Singapura, dan pada 2025 pemerintah menggelontorkan dana awal 1 juta dolar Singapura untuk keempat lembaga itu.

Baca Juga:Korban Serangan ke Pusat Bantuan Bertambah, Puluhan Orang Masih Tertimbun Reruntuhan

Bagi Indonesia, langkah ini memberi pelajaran berharga tentang pentingnya koordinasi dalam aksi kemanusiaan. Lembaga-lembaga kemanusiaan Indonesia juga kerap menghadapi tantangan serupa, yaitu bantuan menumpuk di titik pengumpulan tetapi tersendat di penyaluran akhir karena akses, perizinan, dan keamanan. Model jejaring yang dipimpin pemerintah dengan peran fasilitasi, bukan mengambil alih, dapat menjadi contoh bagaimana donasi masyarakat disalurkan lebih tepat sasaran tanpa mematikan inisiatif lembaga yang sudah berjalan.

Ke depan, SG for Humanity juga membuka peluang bagi warga untuk berkontribusi lebih dari sekadar berdonasi, termasuk menjadi relawan dan menyumbangkan keahlian. Zaqy dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Mesir dalam beberapa pekan ke depan untuk memperkuat kerja sama dengan Bulan Sabit Merah Mesir dan Palestina serta badan-badan PBB, dan jejaring ini nantinya bisa diperluas untuk krisis kemanusiaan di wilayah lain.

Sumber: CNA

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…