InternasionalBerita

Gelombang Biru Membalik Peta Kekuasaan di Senat

Redaksi Intarta

Oleh

Gelombang Biru Membalik Peta Kekuasaan di Senat
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

WASHINGTON - INTARTA.com - Peta kekuasaan di ibu kota berubah dalam semalam. Partai Demokrat diproyeksikan mengamankan kendali Senat setelah para kandidatnya membalikkan kursi-kursi penting dan memenangi pemilihan gubernur di sejumlah negara bagian, menurut proyeksi yang mengutip data Associated Press.

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Presiden Donald Trump di tengah masa jabatannya. Bila Dewan Perwakilan Rakyat juga jatuh ke tangan Demokrat seperti yang diproyeksikan, kubu oposisi akan memegang kedua majelis legislatif sekaligus, dan dengan itu kemampuan yang jauh lebih besar untuk mengganjal agenda sang presiden.

Baca Juga:Gelombang Kemenangan Oposisi Mengubah Peta Kekuasaan dan Membuat Jalan Pemerintahan Makin Terjal

Kemenangan Bersejarah di Sejumlah Negara Bagian

Kejutan terbesar datang dari negara-negara bagian yang sudah puluhan tahun dikenal sebagai kubu lawan. Di Texas, James Talarico mengalahkan Ken Paxton yang didukung Trump, kemenangan pertama Demokrat dalam pemilihan Senat di negara bagian itu selama 38 tahun. Talarico, legislator negara bagian empat periode, menang meski menghadapi gelontoran dana kampanye luar yang sangat besar, termasuk lebih dari 200 juta dolar dari miliarder sekutu Trump, Elon Musk, untuk kubu Paxton.

Di Kansas, pendeta gereja besar Adam Hamilton menumbangkan Senator petahana Roger Marshall, mengakhiri paceklik 94 tahun Demokrat dalam perebutan kursi Senat di negara bagian itu. Hamilton berkampanye sebagai figur tengah, merangkul pemilih moderat dan independen yang resah oleh naiknya biaya hidup serta penanganan ekonomi dan perang di Iran oleh Trump.

Baca Juga:Suara Pemilih Berbalik, Penguasa Kehilangan Pijakan di Parlemen

Di Maine, Senator Susan Collins yang menjabat sejak 1997 mengakui kekalahan dari penantang Demokrat Troy Jackson. Setelah dua pertiga suara dihitung, proyeksi menempatkan Collins di angka 47,5 persen berbanding 52,4 persen untuk Jackson. Collins selama ini dikenal sebagai suara moderat yang kerap menjadi penentu dalam pemungutan suara ketat, sehingga kepergiannya mengubah kalkulasi politik di Senat.

Kemenangan lain datang dari Carolina Selatan, tempat Annie Andrews menang tipis atas Darline Graham, padahal Graham unggul hampir 18 poin dua tahun lalu. Di Georgia, Keisha Lance Bottoms mencatat sejarah sebagai perempuan kulit hitam pertama yang terpilih sebagai gubernur di negara bagian mana pun, mengalahkan eksekutif miliuner Rick Jackson yang menghabiskan lebih dari 100 juta dolar dari kantongnya sendiri. Di Ohio, Amy Acton menjadi perempuan pertama yang memenangi kursi gubernur negara bagian itu, mengakhiri 16 tahun dominasi Republik di jabatan tersebut.

Di Florida, kubu Republik masih bertahan: Ashley Moody mempertahankan kursi Senat peninggalan Marco Rubio dengan skor 51 persen berbanding 48 persen, sementara Byron Donalds memenangi kursi gubernur dengan selisih sekitar 1,5 poin dan menjadi gubernur kulit hitam pertama di negara bagian itu. Senator Georgia Jon Ossoff, yang terpilih kembali, menyebut hasil malam itu sebagai penolakan pemilih terhadap Trump.

Klaim Palsu yang Beredar di Media Sosial

Di tengah penghitungan suara, jagat maya dipenuhi klaim yang belakangan terbukti keliru. Sebuah unggahan viral yang ditonton lebih dari 400.000 kali menuduh adanya puluhan ribu surat suara palsu yang ditemukan dalam penggerebekan FBI di Houston. Pejabat humas FBI Houston menegaskan kepada kantor berita AFP bahwa informasi itu tidak benar dan tidak ada operasi terkait pemilu yang terjadi. Foto yang dilampirkan pun ternyata berasal dari peristiwa lain: truk bertuliskan FBI Atlanta itu berasal dari penggerebekan gudang pemilu di Fulton County, Georgia, awal tahun ini, dan akun penyebar cerita itu diketahui milik seorang komedian.

Klaim lain yang ditonton lebih dari 600.000 kali menuding adanya kecurangan lewat video pendampingan pemilih di bilik suara. Padahal, hukum Maine secara tegas mengizinkan pendampingan membaca atau menandai surat suara bagi pemilih yang terkendala disabilitas fisik, buta huruf, atau keyakinan agama, dan kantor Sekretaris Negara Bagian Maine menyatakan tidak menerima laporan kredibel soal kecurangan oleh penerjemah.

Apa Artinya ke Depan

Trump sendiri mengakui bahwa perang di Iran dan dampaknya terhadap harga bahan bakar ikut berperan dalam kekalahan partainya, meski ia mengaku terkejut oleh hasilnya. "Saya rasa sebagian karena Iran, tetapi pada saat yang sama orang memahami pentingnya apa yang telah saya lakukan dengan Iran," katanya kepada Fox News, seraya memuji Demokrat yang menurutnya bekerja dengan baik. Ia membuka peluang kerja sama dalam isu imigrasi, namun memperingatkan akan memveto usulan yang ia nilai tidak masuk akal.

Di Truth Social, Trump menulis bahwa partainya akan menang telak seandainya ia sendiri yang maju, sebuah pernyataan yang dibaca sebagai upaya menjaga jarak dari hasil pemilu. Ia juga mengisyaratkan tidak akan merombak kabinetnya menyusul kekalahan tersebut.

Pergeseran kekuasaan di Washington ini juga patut dicermati dari Jakarta. Arah kebijakan perdagangan, tarif, dan politik luar negeri Gedung Putih kerap berubah mengikuti komposisi Kongres, dan setiap perubahan itu pada akhirnya menyentuh harga barang, nilai tukar, serta pasar ekspor tempat produk Indonesia bersaing. Bagi pembaca yang mengikuti kabar pemilu dari jauh, pelajaran yang sama berlakunya di sini: klaim viral yang beredar saat penghitungan suara perlu diperiksa ke sumber resmi sebelum dipercaya dan disebarkan, karena foto lama dan potongan video yang dipelintir terbukti mampu menyesatkan ratusan ribu orang dalam hitungan jam.

Penghitungan di sejumlah negara bagian masih berlanjut, dan peta akhir kedua majelis baru akan terkunci setelah seluruh suara terhitung.

Sumber: DW News

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…