Penjualan Rumah Mulai Menggeliat, Tanda Awal Pasar Properti Bangkit
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
AUSTRALIA - INTARTA.com - Penjualan rumah dan tingkat keberhasilan lelang di kota-kota besar Australia mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Jumlah lelang yang digelar sepanjang pekan lalu naik 1,2 persen dibanding pekan sebelumnya menjadi 1.734 lelang, menurut peneliti properti Cotality, dan diproyeksikan menembus 2.000 lelang dalam tujuh hari ke depan.
Kenaikan ini menjadi kabar yang dinanti setelah pasar properti setempat melemah sepanjang tahun ini, seiring suku bunga yang terus naik dan membuat calon pembeli menahan diri. Lelang yang ramai dan tingkat penjualan yang membaik kerap dibaca sebagai penanda awal perubahan arah pasar, karena hasil lelang mencerminkan keberanian pembeli mengambil keputusan di tengah ketidakpastian.
Baca Juga:Perlambatan Ekonomi Diprediksi Lebih Tajam dan Panjang, Kenaikan Suku Bunga Kelima MembayangiSinyal Pemulihan di Tengah Tekanan Suku Bunga
Tekanan suku bunga masih menjadi ujian terbesar. Kenaikan suku bunga membuat cicilan kredit pemilikan rumah makin berat, sehingga banyak calon pembeli memilih menunggu dan penjual pun menahan harga. Meski begitu, naiknya jumlah lelang dan keberhasilan penjualan menunjukkan sebagian pembeli mulai berani kembali masuk pasar, mungkin karena menilai harga sudah mendekati titik yang wajar atau karena kebutuhan tempat tinggal tidak bisa terus ditunda.
Para pengamat pasar properti biasanya membaca tingkat keberhasilan lelang sebagai indikator awal arah harga rumah. Bila lelang terus ramai dan tingkat keberhasilan bertahan, harga berpeluang stabil lalu berangsur naik. Sebaliknya, bila kenaikan suku bunga berlanjut, pemulihan ini bisa kembali tertahan.
Baca Juga:Dolar Melemah Jelang Pemilu Sela, Bitcoin Mulai Stabil Setelah Peretasan RaksasaPelajaran untuk Calon Pembeli Rumah di Indonesia
Dinamika yang sama juga dirasakan calon pembeli rumah di Indonesia, di mana arah suku bunga acuan ikut menentukan ringan-beratnya cicilan kredit pemilikan rumah. Ketika suku bunga naik, pembeli pertama cenderung menunda dan pengembang menawarkan berbagai kemudahan untuk menjaga penjualan tetap berjalan.
Pelajaran dari pasar yang mulai bangkit ini sederhana: momen terbaik membeli rumah bukan saat pasar sedang panas-panasnya, melainkan ketika tanda pemulihan mulai muncul tetapi harga belum sepenuhnya pulih. Calon pembeli yang sudah menyiapkan dana muka dan menghitung kemampuan cicilan dengan cermat bisa memanfaatkan jeda seperti ini, sembari tetap memantau arah suku bunga sebelum mengambil keputusan besar.
Sumber: Bloomberg
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Perlambatan Ekonomi Diprediksi Lebih Tajam dan Panjang, Kenaikan Suku Bunga Kelima Membayangi

Dolar Melemah Jelang Pemilu Sela, Bitcoin Mulai Stabil Setelah Peretasan Raksasa

Saham Teknologi Bangkit Setelah Kehilangan Triliunan Dolar

Indeks Saham Berbalik Menguat Setelah Sempat Tertekan di Awal Sesi

Tekanan Pasar Saham Dinilai Konsekuensi Logis Reformasi Besar-besaran

Utang Membengkak, Biaya Pinjaman Melonjak ke Level Tertinggi Sejak Krisis
Berita Terkini
Lihat Semua
Aktivis Soroti Inkonsistensi Suket Gibran dan Fenomena Operasi Lompat Kodok

Jenderal Garda Revolusi: Sanggup Hadapi Adidaya Militer Dunia Meski 47 Tahun Dijatuhi Sanksi

Dua Program Baru Permudah Wisatawan Ajukan Visa dan Kembali Berlibur

Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Diprakirakan Guyur Sejumlah Wilayah Hari Ini



