Tiga Jenderal Jadi Tersangka, Menko Polkam Pastikan Keamanan Tetap Terkendali
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
JAKARTA - INTARTA.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan situasi keamanan dan ketertiban nasional tetap aman dan terkendali, menyusul penetapan tiga jenderal Polri sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan presiden.
Dudung mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas nasional di tengah dinamika yang berkembang.
Baca Juga:Dudung Minta Aksi 28 Oktober Disampaikan Damai dan Tertib"Kami ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa situasi keamanan dan ketertiban nasional tetap terjaga dengan baik. Masyarakat tidak perlu resah dan khawatir," kata Dudung dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Dinamika Internal Jadi Momentum Pembenahan
Menurut Dudung, dinamika yang terjadi di internal Polri merupakan bagian dari proses dalam kehidupan sebuah organisasi besar. Kondisi itu sekaligus menjadi momentum untuk terus melakukan pembenahan dan penguatan institusi.
Baca Juga:Dugaan Penyadapan Berujung Tersangka, Aktivis Soroti Motif Politik di Baliknya"Dinamika yang terjadi di internal Polri merupakan bagian dari proses dalam kehidupan sebuah organisasi besar, sekaligus momentum untuk terus melakukan pembenahan dan penguatan institusi," sambungnya.
Penegasan ini penting bagi publik karena kasus yang menyeret perwira tinggi kepolisian mudah memicu spekulasi. Kepastian dari pejabat yang membidangi politik dan keamanan memberi pegangan bahwa roda pemerintahan dan pelayanan keamanan tetap berjalan normal, sementara proses hukum terhadap para tersangka berjalan pada jalurnya.
Bagi masyarakat, sikap yang paling bijak adalah menunggu keterangan resmi dari aparat penegak hukum dan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya. Kepercayaan publik terhadap institusi justru dibangun lewat proses yang transparan dan akuntabel, bukan lewat kegaduhan di ruang publik.
Sumber: Okezone
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Dudung Minta Aksi 28 Oktober Disampaikan Damai dan Tertib

Dugaan Penyadapan Berujung Tersangka, Aktivis Soroti Motif Politik di Baliknya

Menteri HAM Sebut Dugaan Penyadapan Kepala Negara sebagai Pengkhianatan

Ketika Alat Penegak Hukum Diduga Berbalik Mengintai Pejabat dan Warga

Presiden Prihatin Disadap, Mantan Kapolri Dicopot dari Jabatan Istana

Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Dicopot Buntut Penggerebekan Ponpes
Berita Terkini
Lihat Semua
Anggaran Kecerdasan Buatan Karyawan Dipangkas di Tengah Pengetatan Biaya

Penjualan Chip Ponsel Meleset, Saham Raksasa Semikonduktor Anjlok

Arm Lampaui Perkiraan Pendapatan Berkat Dorongan AI dan Pusat Data



