Ancaman Perang Baru Kembali Menguat Usai Pemilu
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
TEHERAN - INTARTA.com - Teheran menyatakan siap dengan rencana penangkalan maksimum, seraya memperingatkan bahwa responsnya tidak akan dibatasi secara geografis. Pernyataan itu muncul di tengah kekhawatiran yang kembali membesar bahwa Washington bisa memperbarui perang habis-habisan setelah Presiden Donald Trump memperingatkan negaranya dapat menyerang begitu pemilu paruh waktu selesai.
Dalam pemilu kongres tersebut, Partai Republik yang dipimpin Trump mengalami pukulan berat dengan kehilangan mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat maupun Senat. Trump sendiri mengakui bahwa perang bersama Israel melawan negara itu ikut menjadi penyebab kekalahan tersebut, sebuah pengakuan yang memperlihatkan betapa besar biaya politik dari konflik sebelumnya.
Baca Juga:Ucapan Selamat yang Mengejutkan Setelah Kekalahan di Pemilu SelaMediasi Berjalan di Tengah Kawasan yang Tegang
Dengan kawasan kembali berada di ujung ketegangan, para mediator berusaha mendekatkan Teheran dan Washington ke arah kesepakatan damai. Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar apakah perundingan akan berlanjut, melainkan apa yang cukup kuat untuk menahan kedua pihak dari langkah militer berikutnya.
Diskusi yang dipandu Imran Khan menghadirkan Abdulla Banndar Al Etaibi, asisten profesor hubungan internasional di Universitas Qatar di Doha, Ali Akbar Dareini, peneliti di Pusat Studi Strategis di Teheran, serta Sina Azodi, direktur program magister studi Timur Tengah di Universitas George Washington di Washington DC. Ketiganya menyoroti betapa rapuhnya jeda yang ada saat ini: satu pernyataan keras atau satu salah hitung saja dapat mengubah ketegangan menjadi bentrokan terbuka.
Baca Juga:Kemenangan Telak Oposisi Dinilai Bisa Mengubah Arah Konflik yang Kian Tak MenentuBagi Indonesia, eskalasi di kawasan itu bukan kabar jauh. Gejolak di jalur energi dan perdagangan dunia biasanya merambat ke harga bahan bakar dan biaya logistik, yang pada akhirnya dirasakan rumah tangga dan pelaku usaha di dalam negeri. Karena itu, setiap kemajuan mediasi — sekecil apa pun — punya arti nyata: ia memberi ruang bagi pasar untuk tenang, bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan, dan bagi warga untuk tidak menanggung ongkos dari perang yang bukan mereka pilih.
Yang ditunggu publik sekarang adalah langkah konkret berikutnya dari kedua ibu kota: apakah peringatan keras akan diikuti meja perundingan yang sungguh-sungguh, atau justru menjadi pembuka bagi babak konflik yang lebih luas. Hingga jawaban itu datang, kawasan tetap berada dalam keadaan siaga.
Sumber: Al Jazeera
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Ucapan Selamat yang Mengejutkan Setelah Kekalahan di Pemilu Sela

Kemenangan Telak Oposisi Dinilai Bisa Mengubah Arah Konflik yang Kian Tak Menentu

Peringatan Keras Pemimpin Tertinggi Jelang Pemilu Penentu Arah Konflik

Desakan Serangan Baru Mencuat di Tengah Negosiasi yang Masih Alot

Pertarungan Sengit Memperebutkan Kendali Parlemen di Tengah Penilaian atas Presiden

Gelombang Biru Membalik Peta Kekuasaan di Senat
Berita Terkini
Lihat Semua
Sembilan Petugas Ditahan Usai Diduga Aniaya Demonstran

Anggaran Kecerdasan Buatan Karyawan Dipangkas di Tengah Pengetatan Biaya

Penjualan Chip Ponsel Meleset, Saham Raksasa Semikonduktor Anjlok

Arm Lampaui Perkiraan Pendapatan Berkat Dorongan AI dan Pusat Data


