Bercak Kuning di Kelopak Mata Bisa Jadi Tanda Kolesterol Tinggi
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Bercak kekuningan yang muncul di sekitar kelopak mata sering dianggap sekadar masalah penampilan. Padahal, perubahan kecil itu bisa menjadi tanda awal bahwa kadar kolesterol dalam darah sudah terlalu tinggi dan patut diwaspadai.
Dalam dunia medis, timbunan kekuningan di kelopak mata itu dikenal sebagai xanthelasma. Bercaknya berwarna kuning pucat, terasa sedikit menonjol dan padat, serta kerap muncul simetris di kedua mata, baik kelopak atas maupun bawah. Penglihatan umumnya tidak terganggu, tetapi keberadaannya patut menjadi alarm untuk memeriksa kondisi tubuh lebih lanjut.
Baca Juga:Enam Manfaat Susu Kedelai untuk Tubuh, dari Pencernaan hingga TulangApa Itu Xanthelasma
Xanthelasma terbentuk dari timbunan lemak atau kolesterol di bawah permukaan kulit. Kondisi ini kerap berkaitan dengan tingginya kadar LDL, kolesterol yang kerap disebut kolesterol jahat. Ketika LDL berlebih, lemak dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan menyempitkan aliran darah menuju jantung serta otak.
Sebaliknya, HDL atau kolesterol baik membantu membersihkan lemak dari aliran darah. Menjaga keseimbangan keduanya menjadi kunci penting bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Baca Juga:Daun Binahong, Tanaman Herbal yang Disebut Bantu Turunkan Kolesterol dan Cegah DiabetesMengapa Kolesterol Tinggi Berbahaya
Kolesterol tinggi sering dijuluki pembunuh diam-diam karena jarang menimbulkan keluhan yang jelas. Banyak orang baru menyadari kondisinya setelah komplikasi muncul, seperti serangan jantung, stroke, penyumbatan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, hingga gangguan sirkulasi. Risiko komplikasi meningkat ketika kadar LDL melampaui batas normal, terutama di atas 130 mg/dL.
Penanganan dan Pencegahan Sejak Dini
Bila bercak mencurigakan muncul di kelopak mata, langkah pertama adalah menjalani pemeriksaan medis, termasuk tes kadar kolesterol. Dokter dapat menyarankan pengangkatan plak lewat operasi kecil, kauterisasi kimia dengan larutan khusus, krioterapi yang membekukan plak secara bertahap, atau terapi laser yang meminimalkan risiko jaringan parut.
Pencegahan jangka panjang bertumpu pada gaya hidup sehat: mengurangi lemak jenuh, memperbanyak buah dan sayur, berolahraga rutin setidaknya tiga kali seminggu, menghindari rokok, membatasi alkohol, mengelola stres, dan tidur cukup setiap hari. Pemeriksaan darah berkala juga penting agar risiko terdeteksi sejak dini, sebelum berkembang menjadi penyakit yang mengancam nyawa.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Enam Manfaat Susu Kedelai untuk Tubuh, dari Pencernaan hingga Tulang

Daun Binahong, Tanaman Herbal yang Disebut Bantu Turunkan Kolesterol dan Cegah Diabetes

Rasa Mengganjal Saat Berdiri Bisa Jadi Tanda Organ Panggul Turun

Sakit Kepala Berbulan-bulan, Bocah 12 Tahun Ternyata Idap Kelainan Aorta yang Sangat Langka

90 Persen Kasus Stroke Bisa Dicegah, Klub Pendampingan Pasien ke-44 Resmi Dibentuk

Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Ternyata Berisiko, Ini 5 Dampaknya untuk Tubuh
Berita Terkini
Lihat Semua
Dua Pengunjung Diusir dari Ruang Sidang Usai Diduga Bocorkan Kesaksian

Tujuh Anggota Satuan Narkoba Dimutasi karena Diduga Langgar Prosedur

Beras Bergizi Palsu Terbongkar, Pemerintah Siapkan Penarikan dari Pasar

Sekolah Kosong Saat Banjir Lahar, Guru Tetap Hadir dan Belajar Beralih Daring

