RagamArtikel

Menyambut Tahun Baru Jawa: Wayang, Jalan Sunyi, dan Ritual Pusaka

Redaksi Intarta

Oleh

Menyambut Tahun Baru Jawa: Wayang, Jalan Sunyi, dan Ritual Pusaka
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Tahun Baru Jawa atau 1 Suro selalu disambut dengan rangkaian acara adat yang memadukan kesenian, laku spiritual, dan kebersamaan warga. Tahun ini, perayaannya terbagi dalam dua kelompok besar: Hajad Dalem yang digelar langsung oleh pihak keraton, dan Hajad Kawula Dalem yang digagas masyarakat.

Bagi penikmat seni tradisional, sajian yang paling mudah dinikmati publik adalah pergelaran wayang kulit. Lakon "Jaya Berdangga" dari kisah Panji dibawakan dalang MB. Cermo Wignyoutomo pada Selasa (16/6) pukul 19.00 hingga 23.00 WIB di Bangsal Kamandungan Kidul, kawasan Alun-Alun Kidul. Pertunjukan ringgit wacucal gedhog ini terbuka untuk umum.

Baca Juga:Ribuan Warga Israel Gelar Aksi di Tel Aviv, Tuntut Penyelidikan Independen Serangan 7 Oktober

Ritual Jalan Sunyi Mengitari Benteng

Acara yang paling dinanti ribuan warga dan wisatawan adalah Lampah Budaya Mubeng Beteng. Sebagai bagian Hajad Kawula Dalem, ritual berjalan kaki mengitari benteng keraton ini digelar Selasa (16/6) malam hingga Rabu (17/6) dini hari. Prosesi diawali pembacaan tembang macapat di Bangsal Pancaniti pada pukul 21.00 WIB, lalu peserta berjalan bersama dalam keheningan atau laku bisu sebagai simbol refleksi diri dan doa menyambut tahun baru.

Jamasan Pusaka yang Tertutup untuk Umum

Baca Juga:Ratusan Ribu Warga Serbia Turun ke Jalan Jelang Pemilu Penentu Nasib Vucic

Berbeda dengan wayang dan Mubeng Beteng, ritual Jamasan Pusaka berlangsung tertutup. Pembersihan benda-benda pusaka ini terbagi dua tahap: Jamasan Pusaka I & Rata pada Selasa (7/7) dan Jamasan Pusaka II pada Rabu (8/7). Penutupan ini dimaksudkan menjaga kesakralan prosesi.

Bagi masyarakat yang hendak mengikuti acara terbuka seperti Mubeng Beteng, penyelenggara mengimbau agar tetap menjaga ketertiban, kesopanan, dan menghormati aturan adat yang berlaku di lingkungan keraton.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua