FinansialArtikel

Saham AMD Anjlok Meski Kinerja Kuartalan Lampaui Ekspektasi

Redaksi Intarta

Oleh

Saham AMD Anjlok Meski Kinerja Kuartalan Lampaui Ekspektasi
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Advanced Micro Devices atau AMD merilis kinerja kuartal kedua 2026 yang sebenarnya mengalahkan hampir semua ekspektasi analis. Namun sahamnya justru anjlok sekitar 8 sampai 9 persen dalam perdagangan setelah jam bursa, begitu laporan keuangan itu dirilis.

Penyebabnya bukan kinerja kuartal yang baru lewat, melainkan proyeksi kuartal ketiga yang dinilai investor kurang agresif. AMD memperkirakan pendapatan kuartal ketiga sekitar 13 miliar dolar AS, plus minus 300 juta dolar AS. Angka itu memang di atas rata-rata perkiraan analis di kisaran 12,5 miliar dolar AS, tetapi sejumlah proyeksi Wall Street yang dihimpun Bloomberg jauh lebih optimistis, bahkan ada yang menembus 14 miliar dolar AS.

Baca Juga:Demi Danai Ambisi AI yang Kian Mahal, Meta Siapkan Saham Kelas Baru

Kuartal Kedua Sebenarnya Sangat Kuat

Dari sisi hasil kuartal kedua, sulit menyebut kinerja AMD buruk. Pendapatan naik 50 persen dari tahun sebelumnya menjadi 11,5 miliar dolar AS, melampaui perkiraan analis. Laba per saham non-GAAP tercatat 1,66 dolar AS, juga di atas estimasi.

Yang paling mencolok, pendapatan divisi pusat data, unit bisnis yang menjual chip untuk melatih dan menjalankan perangkat lunak kecerdasan buatan, lebih dari dua kali lipat menjadi 6,7 miliar dolar AS, tumbuh 107 persen dari tahun lalu dan kini menyumbang lebih dari separuh total pendapatan perusahaan.

Baca Juga:Binance Tangguhkan Perdagangan Usai Dugaan Peretasan Bernilai 6,3 Miliar Dolar AS

Reaksi pasar yang tetap negatif meski hasil kuartal ini kuat sebenarnya bukan hal aneh buat AMD. Dalam beberapa tahun terakhir, laporan keuangannya lebih sering disambut penurunan saham ketimbang kenaikan, bahkan saat berhasil mengalahkan estimasi Wall Street. Pola ini mencerminkan ekspektasi investor yang sudah terlanjur sangat tinggi, apalagi saham AMD tahun ini sempat melonjak lebih dari dua kali lipat.

Ekspektasi yang Terus Didongkrak Perusahaan Sendiri

Lonjakan ekspektasi itu tidak lepas dari langkah AMD sendiri. Bulan lalu, dalam ajang Advancing AI Summit, CEO AMD Lisa Su memperkenalkan sejumlah produk baru yang diklaim bakal mengungguli tawaran Nvidia, termasuk sistem rak server generasi baru bernama Helios. Su sekaligus merevisi naik proyeksi pasar chip akselerator AI global, dari sekitar 500 miliar dolar AS menjadi 1,4 triliun dolar AS pada 2030, bagian dari total pasar komputasi yang diperkirakan tembus 2 triliun dolar AS pada tahun yang sama.

Analis Jacob Bourne dari lembaga riset EMARKETER menilai AMD sudah cukup mapan sebagai pemasok utama kedua di pasar chip akselerator AI setelah Nvidia. Namun pertanyaan besar yang belum terjawab adalah apakah AMD mampu terus mengejar Nvidia di pasar infrastruktur AI yang lebih luas, bukan cuma soal chip, tetapi keseluruhan sistem dan ekosistem perangkat lunak pendukungnya.

Selain chip akselerator AI, AMD juga memproduksi prosesor tujuan umum atau CPU, segmen di mana perusahaan ini pelan-pelan mengejar ketertinggalannya dari Intel. Jenis chip generalis ini justru mengalami kebangkitan di pusat data, karena tetap dibutuhkan untuk mendukung operasional layanan AI meski bukan komponen utama pelatihan model.

Kelangkaan Memori Jadi Bayang-Bayang Baru

Laporan AMD ini muncul menjelang akhir musim rilis kinerja perusahaan teknologi. Belanja modal untuk pusat data memang sedang tumbuh pesat, dan menurut estimasi analis Bernstein, belanja modal gabungan para pemilik pusat data terbesar dunia diperkirakan naik hingga di atas 1 triliun dolar AS pada 2027.

Tetapi ledakan pembangunan pusat data AI ini juga punya efek samping. Permintaan yang meledak sudah memicu kelangkaan chip memori secara global, yang berimbas pada produsen komputer pribadi, ponsel pintar, dan perangkat elektronik lain. Kelangkaan ini mendorong harga naik dan pasokan komputer menyusut, termasuk untuk AMD sendiri yang masih mengandalkan pasar komputer pribadi sebagai segmen dengan volume penjualan terbesarnya.

Belum ada keterangan resmi dari AMD soal berapa besar dampak kelangkaan memori ini terhadap margin bisnis komputer pribadinya ke depan.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua