Semangka Utuh Bisa Tahan Berminggu-minggu, yang Sudah Dipotong Cuma Hitungan Hari
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Semangka hampir selalu jadi buah andalan saat cuaca panas. Kadar airnya tinggi, rasanya segar, dan bisa diolah jadi potongan buah, minuman dingin, sampai hidangan panggang. Masalahnya, ukuran semangka yang besar sering membuat orang ragu: apakah satu buah bisa dihabiskan sebelum rasanya berubah?
Jawabannya tergantung pada satu hal utama, apakah semangka itu masih utuh atau sudah dipotong, ditambah cara menyimpannya. Dua faktor ini menentukan berapa lama buah tersebut tetap layak dimakan.
Baca Juga:Bukan Besarnya Gaji, tapi Cara Menyimpan: Lima Kebiasaan yang Membuat Uang Terus BekerjaSemangka Utuh Paling Tahan Lama
Kabar baiknya, semangka yang belum dibelah punya umur simpan cukup panjang. Menurut National Watermelon Promotion Board, semangka utuh yang diletakkan di suhu ruang bertahan sekitar tujuh hingga sepuluh hari.
Umurnya bisa lebih panjang lagi di tempat yang lebih sejuk. Ruangan bersuhu sekitar 10 sampai 15 derajat Celsius, misalnya gudang atau pantry yang gelap dan tidak lembap, membuat semangka utuh tahan dua hingga tiga minggu.
Baca Juga:Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan? Ini 6 Penyebab yang Jarang DisadariKulkas juga bisa jadi pilihan. Semangka utuh di lemari es dapat bertahan hingga tiga minggu, hanya saja semakin lama disimpan dalam suhu dingin, rasa manisnya cenderung sedikit berkurang.
Semangka Potong Jauh Lebih Cepat Rusak
Begitu semangka dibelah, hitung mundurnya berjalan lebih cepat. Potongan semangka wajib disimpan di kulkas, bukan lagi di suhu ruang. Masukkan ke wadah kedap udara, dan buah itu umumnya tetap layak konsumsi selama tiga hingga lima hari.
Aturan ini berlaku untuk irisan yang masih berkulit maupun potongan dadu yang kulitnya sudah dibuang. Bila ingin menyimpan lebih lama, freezer bisa jadi jalan keluar. Buang kulitnya dulu, lalu masukkan daging buah ke kantong kedap udara yang aman untuk freezer. Dengan cara ini semangka bisa disimpan tiga sampai enam bulan, meski teksturnya biasanya menjadi lebih lembek setelah dicairkan sehingga lebih cocok diolah jadi smoothie atau es serut ketimbang dimakan langsung.
Tanda Semangka Sudah Tidak Layak Dimakan
Melewati batas waktu di atas bukan berarti semangka otomatis harus dibuang. Ada tanda fisik yang bisa dicek langsung. Pertama, perhatikan teksturnya. Jika permukaan daging buah terasa berlendir atau lembek, atau muncul bercak jamur yang jelas, sebaiknya buang saja tanpa ragu.
Kedua, cium aromanya. Semangka yang sudah tidak layak biasanya mengeluarkan bau asam atau seperti fermentasi, jauh berbeda dari aroma segar khas semangka yang baru dipotong. Jika salah satu dari dua tanda itu muncul, jangan dipaksakan untuk dikonsumsi.
Tips Agar Semangka Tidak Terbuang
Karena semangka utuh jauh lebih tahan lama dibanding yang sudah dipotong, cara paling aman menghindari sisa yang terbuang adalah memotongnya secukupnya sesuai kebutuhan, lalu menyimpan sisanya tetap utuh selama mungkin. Dengan begitu, satu buah semangka bisa dinikmati bertahap tanpa harus terburu-buru menghabiskannya.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Bukan Besarnya Gaji, tapi Cara Menyimpan: Lima Kebiasaan yang Membuat Uang Terus Bekerja

Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan? Ini 6 Penyebab yang Jarang Disadari

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Lima Makanan Sehari-hari yang Diyakini Jadi Kunci Umur Panjang

Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Ternyata Berisiko, Ini 5 Dampaknya untuk Tubuh

Rebusan Kayu Manis, Minuman Rempah Kaya Antioksidan yang Menyehatkan
Berita Terkini
Lihat Semua
Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Tujuh Kendaraan Terbang Paling Menarik, dari Mobil Sport Sampai Taksi Udara

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Pengurus Ungkap Detik-detik Penggeledahan Dini Hari yang Bikin Santriwati Ketakutan

